Peran Milenial dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Oleh: Ethan Narendra, Ketua Forum Pegiat Medsos Independen Riau

 

Generasi milenial punya peranan penting sebagai agent of change and beacon of hope, yaitu memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan dan suar harapan sebagai inisiator untuk menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini di tengah masyarakat.

Generasi milenial dapat memulainya dengan menghilangkan budaya nongkrong, menghindari keramaian dalam berolahraga, membiasakan diri menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga kesehatan dan pola makan, serta berbagai kegiatan positif lainnya. Kegiatan-kegiatan ini dapat kita bagikan di berbagai platform yang kita punya dan mengajak masyarakat khususnya orang terdekat kita untuk melakukannya juga. Meskipun terbilang sepele, hal ini dapat berpengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat mengingat generasi kita lah yang menguasai sosial media saat ini.

Saatnya kelompok milenial menjadi pahlawan di era pandemi Covid-19, dengan memberikan kontribusi positif, sehingga nama generasi muda akan dicatat dalam tinta emas sejarah bangsa ini. Bukan sekedar omong kosong belaka, tetapi memang benar jiwa muda yang berkobar membuat harapan menjadi kenyataan.

Saat ini, kalangan muda dihadapkan pada situasi sulit karena adanya  pandemi COVID-19, selain kalangan muda dibombardir oleh tsunami informasi yang bisa merusak kondisi kejiwaan seseorang, terutama informasi yang sifatnya hoaks atau kabar bohong dan banyak berseliweran di media sosial seperti Facebook maupun Twitter.

Karenanya, kalangan muda mesti bisa membedakan mana informasi yang sifatnya fakta dan opini atau pun hoaks, demi mencegah rusaknya independensi dan idealisme generasi muda yang mampu membawa bangsa ini bangkit dari beribu cobaan yang menimpa.

Peran milenial dalam melakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sangat diperlukan. Milenial harus tampil terdepan memberikan literasi dan pencerahan kepada masyarakat sebagaimana masyarakat tetap melakukan standar protokol kesehatan dalam berdampingan hidup dengan pandemi Covid-19.

Sementaraitu, belakangan ini kedisplinan masyarakat mulai kendor dan banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal kunci sukses pencegahan penyebaran Virus Corona adalah kedisplinan melakukan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, menerapkan pola hidup sehat juga diperlukan untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh dalam melawan segala penyakit.

Oleh karenanya, pada kondisi saat ini perlu ditanamkan nilai-nilai Pancasila di setiap individu masyarakat Indonesia. Beberapa nilai-nilai Pancasila yang paling berperan dalam menghadapi pandemi Covid-19, yakni nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong.

Kedua nilai tersebut harus terus dipupuk dan digalakkan, bahkan tidak hanya dalam melawan Covid-19, akan tetapi juga dalam mengatasi berbagai persoalan yang melanda negeri ini agar persatuan bangsa terus terjaga serta tujuan berbangsa dan bernegara dapat tercapai.

 

Dengan semangat kemerdekaan, generasi milenial harus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan untuk menyukseskan pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan bersama tolak serta lawan berita hoaks demi terwujudnya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

BERITA TERKAIT

Utamakan Gotong Royong dan Kebersamaan Hadapi Pandemi Covid-19

  Oleh: Tika Putri, Pegiat Media Sosial Independen Depok   Pandemi Covid-19 belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Secara global jumlah kasus…

Bank Dunia Apresiasi UU Cipta Kerja

  Oleh : Dodik Prasetyo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Omnibus law UU Cipta Kerja yang baru…

RUU Cika dan Perbaikan Perda Bermasalah

    Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kemenkeu *)     Seperti disampaikan dalam kajian Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi…

BERITA LAINNYA DI Opini

Utamakan Gotong Royong dan Kebersamaan Hadapi Pandemi Covid-19

  Oleh: Tika Putri, Pegiat Media Sosial Independen Depok   Pandemi Covid-19 belum memperlihatkan tanda-tanda mereda. Secara global jumlah kasus…

Bank Dunia Apresiasi UU Cipta Kerja

  Oleh : Dodik Prasetyo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Omnibus law UU Cipta Kerja yang baru…

RUU Cika dan Perbaikan Perda Bermasalah

    Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti BKF Kemenkeu *)     Seperti disampaikan dalam kajian Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi…