Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA

Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini sejalan dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak Mei lalu.

Gelar Buah Nusantara ini bertujuan untuk menggali potensi bisnis komoditas buah asli nusantara, mensosialisasikan buah asli nusantara kepada masyarakat konsumen Indonesia dalam rangka mengurangi konsumsi buah impor, sekaligus mendorong peningkatan agribisnis buah asli nusantara.

“Pemerintah mendorong agar buah asli nusantara menjadi pemain utama pasar buah dalam negeri sekaligus guna peningkatan ekspor, agar dapat meningkatkan pendapatan petani,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) September 2019, rata-rata konsumsi buah oleh masyarakat Indonesia hanya 41,95 kkal/kapita/hari, atau sekitar 67 gram/kapita/hari.

“Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi konsumsi buah oleh WHO yaitu sebesar 150 gram/kapita/hari,” tutur Airlangga.

Selain itu, kata Airlangga, ditinjau dari aspek perdagangan, saat ini neraca perdagangan buah-buahan Indonesia masih defisit Rp19,1 triliun. Besarnya defisit ini dipengaruhi terutama oleh impor 4 jenis buah-buahan yaitu anggur, apel, jeruk, dan pir dengan total nilai impor sebesar Rp16,7 triliun. Sedangkan untuk jenis buah-buahan yang memberikan kontribusi ekspor yang besar adalah manggis, nanas, pisang, salak, dan mangga dengan nilai Rp986,1 miliar. 

Terlebih dalam masa pandemi Covid-19, impor buah pada triwulan I 2020 mengalami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton, turun 45 persen dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, impor buah turun hingga 54 persen.

Sementara dari sisi produksi, buah lokal mengalami tren kenaikan produksi rata-rata dalam 4 tahun terakhir sebesar 10,12 persen. 

“Kenaikan produksi buah lokal meningkatkan peluang ekspor sekaligus juga substitusi buah impor, mengingat permintaan akan buah lokal juga meningkat sejak pandemi Covid-19, khususnya buah yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan manfaat kesehatan,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, menurut Airlangga, di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020, memang sektor pertanian justru tumbuh mencapai 16,24%, tertinggi di antara sektor terbesar lainnya seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan sektor pertanian dalam masa pandemi Covid-19. Hal ini tak terlepas oleh beberapa kondisi yaitu pertama, sektor pertanian berkaitan dengan kebutuhan pangan sehingga permintaannya stabil. Kedua, kegiatan pada sektor pertanian lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan. Ketiga, bertambahnya tenaga kerja yang beralih ke sektor pertanian.

“Saya berharap program ini dapat terus digulirkan dan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mencintai produk buah lokal, serta meningkatkan konsumsi buah nusantara dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional,” harap Airlangga.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menilai komoditas hortikultura khususnya buah-buahan memiliki potensi besar untuk menambah pundi-pundi devisa negara dan juga menjadi andalan di pasar masa kini.

Berdasarkan data BPS bulan Juni 2020, ekspor buah-buahan tumbuh sebesar 23,21 persen dimana sampai dengan Juni 2020 nilai ekspor kita sebesar 430,4 juta US dolar.

Jenis-jenis buah yang menyumbang ekspor terbesar meliputi mangga, kacang-kacangan, dan nanas. Sementara untuk pasar ekspor masih dikirim ke Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan India.

Sedangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menilai bahwa produksi buah-buahan Indonesia memiliki kualitas yang bagus dan tidak kalah dengan kualitas buah dari negara lain. Bahkan banyak yang menilai kualitas buah tropis terbaik di dunia berasal dari Indonesia.

"Oleh karena itu Kementerian Pertanian akan memperkuat budidaya buah, terutama varietas-varietas tertentu yang dibutuhkan dunia serta cocok dengan selera semua orang," ujar Syahrul.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Dorong Petani Kopi Membentuk Koperasi

NERACA Jakarta - Kopi menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro. Berdasarkan…

Pemulihan Ekonomi Kawasan APEC di Tengah Pandemi

NERACA Jakarta – Benar, bahwa Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) berpartisipasi aktif memperjuangkan percepatan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi di…

Ekosistem Logistik Nasional Harus Ditata

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan sangat mendukung penaataan Ekosistem Logistik Nasional (ELN) dalam meningkatkan kinerja logistik nasional untuk memperbaiki iklim…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Dorong Petani Kopi Membentuk Koperasi

NERACA Jakarta - Kopi menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro. Berdasarkan…

Pemulihan Ekonomi Kawasan APEC di Tengah Pandemi

NERACA Jakarta – Benar, bahwa Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) berpartisipasi aktif memperjuangkan percepatan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi di…

Ekosistem Logistik Nasional Harus Ditata

NERACA Jakarta - Kementerian Perdagangan sangat mendukung penaataan Ekosistem Logistik Nasional (ELN) dalam meningkatkan kinerja logistik nasional untuk memperbaiki iklim…