ILUNI-UI: Ego Sektoral Hambat Penanganan Covid-19

ILUNI-UI: Ego Sektoral Hambat Penanganan Covid-19

NERACA

Jakarta-Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI-UI) memandang masih adanya ego sektoral dan perbedaan pengambilan kebijakan dalam koordinasi penanganan Covid-19 antara lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah (pemda). “Kami menilai dalam hal penanganan wabah yang sifatnya nasional, kendali seharusnya berada di tangan pusat, lalu disinergikan oleh pemda,” tegas Andre Rahadian, Ketua Umum ILUNI-UI di Jakarta, pekan lalu.

Pernyataan sikap ILUNI-UI tersebut merespon kondisi nasional di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Andre, solusi konsep kepemimpinan berbasis lokal yang mendorong semua pemangku kepentingan memaksimalkan solidaritas. Skenario tersebut dilakukan dengan variasi model-model yang menyesuaikan kultur lokal. Sehingga penanganan perang menghadapi Covid-19 dapat bersifat menyeluruh dan terpadu.

“Konsep kepemimpinan berbasis lokal ini telah kami sajikan secara rinci didukung berbagai pendapat pakar dalam kertas kerja rekomendasi penanganan Covid-19 dari ILUNI-UI,” jelas Andre.

Selain itu, dia juga berpendapat perlunya evaluasi substansial dalam aspek pemerintahan di bidang kesehatan demi kepentingan publik. Evaluasi tersebut terutama menyangkut perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan. “ILUNI-UI melihat keselamatan tenaga kesehatan merupakan hal yang krusial dalam penanganan pandemi. Mereka adalah benteng terakhir penanggulangan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Andre juga menyampaikan keprihatinannya akan banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Pada bulan Juli 2020,  jumlahnya telah mencapai lebih dari 800 kasus di seluruh Indonesia. Untuk itu, dia memandang perlunya upaya yang keras dan strategis dari pemerintah untuk melindungi tenaga kesehatan. “Salah satunya dengan memastikan ketersediaan APD bagi seluruh tenaga medis di berbagai rumah sakit di Indonesia,” ujarnya. Dia juga menyatakan ILUNI-UI telah berkomitmen untuk membantu penyediaan APD, salah satunya dengan menyalurkan donasi dari banyak korporasi untuk penyediaan APD di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Lebih lanjut, ILUNI-UI juga mengingatkan segenap komponen bangsa untuk waspada dan bersama-sama menghadapi ancaman resesi ekonomi global. “Beberapa negara maju seperti Amerika dan Korsel telah diumumkan terkena resesi, bahkan negara tetangga kita Singapura,” ujarnya.  

Dia juga menganjurkan adanya integrasi kebijakan melalui tata kelola pemerintahan yang solid dan profesional untuk mengatasi ancaman resesi global tersebut. Andre juga menyebut bahwa ILUNI-UI telah melakukan berbagai diskusi untuk menganalisis permasalahan dan mencari solusi dari ancaman resesi di kuartal ketiga. “Kami juga memberikan sejumlah rekomendasi ekonomi dalam kertas kerja ILUNI-UI,” ujar Ketua Tim Koordinasi Relawan Satuan Tugas itu.

Meski begitu, ILUNI-UI mengapresiasi inisiatif pemerindah untuk membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hal ini menjadi langkah serius pemerintah untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan di tengah usaha membangkitkan sektor perekonomian Indonesia. “ILUNI-UI akan terus memantau dan memberikan kontribusi melalui berbagai rekomendasi untuk mengawal proses penanganan Covid-19,” ujar Andre.

Secara terpisah, FKUI konon tengah menyiapkan pelatihan penanganan Covid-19 kepada sejumlah dokter muda ini agar mereka memiliki pengetahuan memadai sebelum diterjunkan. Rencananya, 15 Agustus mereka akan berangkat ke berbagai daerah.

Namun, biaya untuk pelatihan para dokter itu, FKUI hanya disediakan Rp. 200 juta oleh Kemenkes. “Padahal biaya seharusnya sekitar Rp. 800 juta. Tapi karena alasan harus dilakukan tender, maka dana yang disediakan hanya Rp. 200 juta (proses penunjukan). Kalau proses tender harus dilakukan, tentu tak ada waktu lagi. Sementara dokter muda harus segera diberangkatkan,” ujar sumber di FKUI yang enggan disebutkan namanya itu. mohar

BERITA TERKAIT

APPBI: BANYAK PENGUNJUNG MASIH TAKUT COVID-19 - Pengusaha Ritel Rugi Rp200 Triliun Akibat Pandemi

Jakarta-Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, kerugian akibat pandemi corona bisa mencapai Rp…

PEMBAHASAN RUU OMNIBUS LAW CIPTAKER SUDAH CAPAI 95% - Kadin: Perizinan Usaha di Indonesia Terlalu Banyak

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law Rosan Roeslani mengungkapkan, jumlah perizinan…

DPP Aptrindo Sambut Baik Penerapan Ekosistem Logistik Nasional

NERACA Jakarta-Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan menyambut baik rencana penerapan ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem-NLE)…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

APPBI: BANYAK PENGUNJUNG MASIH TAKUT COVID-19 - Pengusaha Ritel Rugi Rp200 Triliun Akibat Pandemi

Jakarta-Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, kerugian akibat pandemi corona bisa mencapai Rp…

PEMBAHASAN RUU OMNIBUS LAW CIPTAKER SUDAH CAPAI 95% - Kadin: Perizinan Usaha di Indonesia Terlalu Banyak

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Omnibus Law Rosan Roeslani mengungkapkan, jumlah perizinan…

DPP Aptrindo Sambut Baik Penerapan Ekosistem Logistik Nasional

NERACA Jakarta-Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan menyambut baik rencana penerapan ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem-NLE)…