Fitch Pangkas Rating Alam Sutera Jadi CCC-

NERACA

Jakarta – Terkoreksinya pencapaian penjualan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) tahun ini dari target seiring dengan lesunya pasar properti dalam negeri mendorong  lembaga pemeringkat Fitch pangkas rating atau peringkat utang perseroan seiring dengan kenaikan risiko refinancing dan likuiditas yang dihadapi perusahaan. Informasi tersebut disampaikan Fitch dalam laporannya di Jakarta, kemarin.

Fitch menyatakan, pemangkasan long term issuer default rating (IDR) Alam Sutera dari CCC- dari sebelumnya B-. Selain itu, Fitch juga menurunkan peringkat utang obligasi emiten senilai US$115 juta yang jatuh tempo 2021 serta obligasi senilai US$370 juta dengan tenor 2022 dari menjadi B- menjadi CCC-. Kedua surat utang itu ditebritkan oleh Alam Synergy Pte Ltd dan dijamin oleh ASRI. on which they were placed on 20 April 2020.

Penurunan peringkat tersebut didasari oleh tingginya risiko likuiditas yang membayangi emiten berkode saham ASRI tersebut. Arus kas perusahaan yang minim serta anjloknya angka pra penjualan sebesar 21% membuat ASRI akan kesulitan membayar utang yang dimiliki. Dijelaskan, tren ini akan berlangsung selama 6 hingga 12 bulan ke depan, sehingga ASRI diperkirakan akan kesulitan membayar utang jatuh tempo sebesar US$115 juta pada April 2021.

Selain itu, penjualan lahan yang dilakukan kepada perusahaan pengembang asal China, Fortune Development Co. juga diperkirakan akan mandek pada tahun ini. Dalam periode 2016 - 2019, ASRI rata-rata berhasil menjual lahan kepada Fortune senilai Rp1 triliun yang menjadi sumber pemasukan lainnya disamping penjualan properti. Adapun, ASRI juga mengumumkan akan menerbitkan surat utang senilai US$485 juta untuk membiayai pembayaran utang yang ada. Namun, Fitch memperkirakan penerbitan ini akan menimbulkan risiko yang amat tinggi.

Adapun Fitch memperkirakan angka pra penjualan ASRI pada 2020 akan berada di kisaran Rp1,5 triliun dengan margin EBITDA sebesar 35% hingga 40%. Sebagai informasi, emiten properti ini membukukan marketing sales atau pendapatan prapenjualan di kuartal pertama 2020 sebesar Rp540 miliar.

Sekretaris Perusahaan Alam Sutera, Tony Rudianto seperti dikutip bisnis pernah mengatakan, perolehan prapenjualan di periode tiga bulan 2020 turun 38,63% dibandingkan periode tiga bulan 2019 sebesar Rp880 miliar.“Marketing sales Alam Sutera Rp540 miliar pada kuartal I/2020,” katanya.

Kinerja prapenjualan emiten bersandi saham ASRI itu masih belum lepas dari tren pelemahan.Sepanjang 2019, ASRI mencetak prapenjualan sebanyak Rp3,11 triliun atau hanya 62% dari target awal sebesar Rp5 triliun. Tahun ini, kinerja penjualan ASRI akan tergantung pada penanganan Covid-19. Tony menyebut, pandemi Covid-19 adalah ganjalan utama penjualan pada tahun ini. Di sisi lain, ASTI punya stok yang cukup melimpah. Jumlah persediaan atau inventory pada Desember 2019 tercatat Rp5,59 triliun, naik 5,19% secara tahunan. Jumlah itu terdiri dari tanah dan bangunan yang siap dijual maupun yang masih dikembangkan.

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…