Harga Komoditas Topang Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menghijau seiring kenaikan harga komoditas pertambangan. IHSG ditutup menguat 51,22 poin atau 1% ke posisi 5.178,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,89 poin atau 1,23% menjadi 811,59.”Meski pertumbuhan ekonomi kuartal dua kontraksi tapi masih di kisaran ekspektasi, jadi respons pasar positif. Naiknya harga komoditas tambang mineral juga menjadi tambahan katalis positif untuk IHSG," kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, kemarin.

Dibuka menguat, IHSG betah berada di zona hijau sepanjang perdagangan hingga penutupan perdagangan saham. Secara sektoral, seluruh sektor meningkat di mana sektor aneka industri naik paling tinggi yaitu 2,83%, diikuti sektor pertambangan dan sektor perdagangan masing-masing 2,7% dan 1,96%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp9,54 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 822.359 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,3 miliar lembar saham senilai Rp11,12 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 158 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore kemarin, antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 96,7 poin atau 0,43% ke 22.418,15, indeks Hang Seng turun 171,96 poin atau 0,69% ke 24.930,58, dan indeks Straits Times menguat 26,01 atau 1,03 ke 2.558,7.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 20,03 poin atau 0,39% ke posisi 5.147,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 4,33 poin atau 0,54% menjadi 806,02.”IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini yang didukung sejumlah faktor salah satunya saham regional Asia yang diperkirakan menguat imbas dari pasar AS yang naik pada perdagangan Rabu kemarin," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah.

Selain itu sentimen lainnya yaitu optimisme bahwa Pemerintah Amerika Serikat akan segera sepakat soal paket bantuan fiskal bagi yang terdampak pandemi, indeks bursa berjangka AS yang dalam posisi menguat, serta rupiah yang diperkirakan apresiasi terhadap dolar AS. Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus hingga 5,32%. Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19% dan secara kumulatif terkontraksi 1,26%.

Kontraksi konsumsi rumah tangga tercatat hingga 5,51%. Hanya ada dua komponen yang masih mencatatkan pertumbuhan positif, yakni perumahan dan perlengkapan rumah tangga 2,36%, serta kesehatan dan pendidikan 2,02%. Kontraksi yang terdalam adalah restoran dan hotel sebesar 16,53%. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal II 2020 juga mengalami kontraksi terdalam kedua sebesar 8,61%, dengan seluruh komponen terkontraksi.

Sementara itu konsumsi pemerintah terkontraksi 6,9%. Selain itu ekspor barang dan jasa terkontraksi 11,66%. Impor barang dan jasa terkontraksi 16,96%, dengan rincian impor barang terkontraksi 12,99% dan impor jasa terkontraksi 41,36%.




BERITA TERKAIT

Jaga Kepercayaan Pembeli - Meskipun Pandemi, Cleon Park Apartemen Mulai Dibangun

PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk menggelar acara seremoni ground breaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Cleon…

Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Tawarkan Kupon Bunga Hingga 7,25%

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Federal International Finance atau FIF kembali menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Ini merupakan…

Dinilai Mampu Kalahkan Pasar - Saham Kerupuk Udang Jadi Saham Makanan Terkuat

NERACA Jakarta - Saham dari emiten barang konsumsi atau consumer goods kerap kali dinyatakan sebagai saham defensif atau tahan banting.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Jaga Kepercayaan Pembeli - Meskipun Pandemi, Cleon Park Apartemen Mulai Dibangun

PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk menggelar acara seremoni ground breaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Cleon…

Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Tawarkan Kupon Bunga Hingga 7,25%

NERACA Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Federal International Finance atau FIF kembali menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Ini merupakan…

Dinilai Mampu Kalahkan Pasar - Saham Kerupuk Udang Jadi Saham Makanan Terkuat

NERACA Jakarta - Saham dari emiten barang konsumsi atau consumer goods kerap kali dinyatakan sebagai saham defensif atau tahan banting.…