Menteri PAN RB - Praja IPDN Harus Perkaya Ilmu

Tjahjo Kumolo

 

Menteri PAN RB

 

Praja IPDN Harus Perkaya Ilmu

 

Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo meminta para praja utama calon wisudawan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk memperkaya ilmu dan tidak sebatas yang didapat di bangku perkuliahan.


"Adik-adik, tolong luangkan waktu untuk mencari ilmu tambahan di bidang lain. Tidak hanya melulu yang berkaitan dengan administrasi dan tata kelola pemerintahan, tapi juga kuasai bidang lain, seperti IT dan lain sebagainya," ujar Tjahjo, di Jakarta, Kamis (23/7).


Hal itu dikatakan Tjahjo saat memberikan kuliah umum bagi praja utama calon wisudawan IPDN) angkatan XXVII.


Tjahjo mengatakan bahwa praja IPDN lulus dengan latar belakang pendidikan S-1 dan D-IV sehingga secara prinsip telah memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya masing-masing.


Adapun bidang keilmuan yang dikuasai tersebut, antara lain mengenai otonomi daerah, keuangan daerah, administrasi wilayah, hingga ilmu terkait politik dan pemerintahan umum."Ini yang saya kira sudah ditata oleh IPDN dengan baik sehingga lulusan IPDN diharapkan tidak mengisi jabatan administrasi," katanya.


Menurut dia, lulusan IPDN yang akan disebar ke berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat menjadi ASN berkualitas yang kaya ilmu."Tentunya ini berkaitan langsung dengan 'quick wins' dari reformasi birokrasi yang dijalankan oleh pemerintah," ujarnya.


Aparatur yang berkualitas yang di dalamnya terdapat lulusan IPDN, didukung dengan proses tata kelola yang cepat, kata Tjahjo, maka akan menghasilkan birokrasi yang baik, bersih, sederhana, dan fleksibel.


"Hal ini kemudian akan menghasilkan pelayanan publik yang prima dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional," katanya.

Untuk menghasilkan birokrasi yang baik dan bersih, kata dia, maka dalam pelaksanaan Peta Jalan Reformasi Birokrasi 2020-2024 menggunakan dua asas, yakni fokus pada akar masalah tata kelola pemerintah dan prioritas perbaikan tata kelola pemerintah yang sesuai dengan karakteristik sumber daya dan tantangan yang dihadapi. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Menko Polhukam - Perlakukan Pedemo Secara Humanis

Mahfud MD   Menko Polhukam   Perlakukan Pedemo Secara Humanis   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan…

Wakil Ketua MPR RI - Hari Santri Momentum Perkuat Pendidikan di Pesantren

Jazilul Fawaid   Wakil Ketua MPR RI   Hari Santri Momentum Perkuat Pendidikan di Pesantren   Jakarta - Wakil Ketua…

Jaksa Agung - Lebih dari 100 Kasus Diselesaikan Secara Restoratif

ST Burhanuddin   Jaksa Agung   Lebih dari 100 Kasus Diselesaikan Secara Restoratif   Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin…

BERITA LAINNYA DI

Menko Polhukam - Perlakukan Pedemo Secara Humanis

Mahfud MD   Menko Polhukam   Perlakukan Pedemo Secara Humanis   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan…

Wakil Ketua MPR RI - Hari Santri Momentum Perkuat Pendidikan di Pesantren

Jazilul Fawaid   Wakil Ketua MPR RI   Hari Santri Momentum Perkuat Pendidikan di Pesantren   Jakarta - Wakil Ketua…

Jaksa Agung - Lebih dari 100 Kasus Diselesaikan Secara Restoratif

ST Burhanuddin   Jaksa Agung   Lebih dari 100 Kasus Diselesaikan Secara Restoratif   Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin…