Pemerintah Siap Dukung Ekspor Produk Berbasis Teknologi

NERACA

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung agar ekspor produk berbasis teknologi Indonesia semakin meningkat.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengapresiasi produk ekspor Indonesia yang berbasis teknologi, khususnya produk PT Alam Virtual Semesta (AVS). PT AVS merupakan produsen alat-alat simulator seperti simulator untuk pendidikan teknik dan kedokteran; konferensi video yang terjamin kerahasiaannya; serta simulator alat-alat militer, misalnya tank dan senjata.

"Produk PT AVS menunjukkan bangsa Indonesia memiliki peluang dan mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi yang tidak kalah dengan negara lain. Sudah saatnya produk-produk Indonesia bukan hanya produk primer saja, melainkan harus produk jadi dan produk-produk berbasis teknologi. Saya bangga putra-putri Bangsa Indonesia bisa memproduksi alat-alat simulasi yang berbasis teknologi tinggi seperti ini," ujar Jerry.

Jerry menyampaikan, Kemendag akan memfasilitasi upaya ekspor produk PT AVS. Sebelumnya, produk PT AVS juga telah menembus pasar asing, yaitu produk simulator tank khusus yang digunakan tentara Filipina.

"Meskipun sudah menembus pasar asing, pemasaran yang lebih luas harus terus dilakukan agar bisa menjangkau tidak hanya ASEAN tetapi juga Asia bahkan hingga tingkat global. Kemendag akan ikut mendorong agar jaringan pemasaran PT AVS terus meluas," tutur Jerry.

Menurut Jerry, peluasan pemasaran ini juga sesuai dengan arahan Presiden RI untuk meningkatkan ekspor nasional. "Produk yang mempunyai nilai tambah tinggi tentu akan mendapatkan prioritas utama. Produk berbasis teknologi ini memiliki nilai tambah yang sangat tinggi. Selain itu, produk seperti ini juga memberikan kontribusi yang besar tidak hanya untuk nilai ekspor, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi dan politik dalam konteks perdagangan internasional," papar Jerry.

Jerry menambahkan, banyak perjanjian perdagangan yang memberikan preferensi tarif bagi produk teknologi Indonesia. Salah satunya ketentuan Perjanjian ASEAN-Hong Kong, China Free Trade Agreement (AHKFTA) yang produk-produk telekomunikasi Indonesia diberikan tarif 0 persen di Hongkong.

Produk-produk seperti ini harus bisa didorong untuk masuk ke pasar negara lain dengan mekanisme perjanjian perdagangan. "Kita harus yakin Indonesia bisa memasukkan produk berteknologi tinggi ke negara lain. Dengan terbukanya peluang ini, diharapkan akan semakin banyak produsen berbasis teknologi lainnya yang akan melakukan ekspor. Kita harus bisa memanfaatkan intelektualitas dan kreativitas yang tinggi dari anak muda Indonesia," jelas Jerry.

Disisi lain, Indonesia akan berpartisipasi dalam program ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 yang akan berlangsung secara serentak di seluruh platform niaga elektronik (ecommerce) pada 8 Agustus 2020.

Keikutsertaan ini merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19. Program tahunan yang diinisasi negaranegara anggota ASEAN ini bertujuan mendorong dan memfasilitasi niaga elektronik/niaga-el (crossborder e-commerce).

AOSD 2020 mengusung tema “A Click to prosperity” (sebuah klik menuju kemakmuran). Artinya, program ini menekankan pada tindakan sederhana “sebuah klik” saat berbelanja daring. Sedangkan “menuju kemakmuran” mewakili komunitas ASEAN yang kini menuju negara dengan ekonomi yang makmur dan kuat.

“Partisipasi Indonesia pada AOSD 2020 merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional. Program ini juga bertujuan mengirim pesan yang kuat bahwa dunia usaha di ASEAN telah siap untuk kembali melakukan bisnis di tengah pandemi,” tegas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Agus juga menyampaikan, pandemi Covid-19 mentransformasi sistem perdagangan global dari luring menuju daring.

“Keikutsertaan Indonesia pada program ini kami yakini akan memberikan manfaat yang besar, terutama bagi platfrom niaga-el dan usaha kecil menengah (UKM) Indonesia dalam memasarkan produk dan jasa melalui platform niaga-el. Dengan memanfaatkan program ini, para pelaku usaha niaga-el diharapkan dapat bersinergi memperluas pangsa pasar produk dan jasa niaga-el Indonesia ke pasar ASEAN dan pasar global,” papar Agus.

Menurut Agus, Kementerian Perdagangan (Kemendag) merupakan lembaga pelaksana (implementing agency) yang akan menghubungkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan AOSD.

“Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi kampanye Gernas BBI serta kepada pelaku usaha Indonesia dalam memasarkan produk-produk unggulannya tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga mancanegara,” jelas Agus.

 

 

BERITA TERKAIT

Pemerintah Menggandeng Pengusaha Jerman Dukung Pemulihan dan Transformasi Ekonomi

NERACA Jakarta - Pemerintah menekankan pentingnya penanganan dampak Pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan, di samping secara simultan mendorong upaya pemulihan…

Bersinergi Mendongkrak Daya Saing UMKM

NERACA Semarang - Kementerian Perdagangan menggandeng grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Pemerintah…

Mendorong Petani Bawang Merah Berkoperasi

NERACA Kulonprogo – Harus diakui, Kulonprogo bisa dibilang sukses sebagai salah satu sentra penghasil bawang merah di Provinsi Daerah Istimewa…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Menggandeng Pengusaha Jerman Dukung Pemulihan dan Transformasi Ekonomi

NERACA Jakarta - Pemerintah menekankan pentingnya penanganan dampak Pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan, di samping secara simultan mendorong upaya pemulihan…

Bersinergi Mendongkrak Daya Saing UMKM

NERACA Semarang - Kementerian Perdagangan menggandeng grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Pemerintah…

Mendorong Petani Bawang Merah Berkoperasi

NERACA Kulonprogo – Harus diakui, Kulonprogo bisa dibilang sukses sebagai salah satu sentra penghasil bawang merah di Provinsi Daerah Istimewa…