Kerjasama PNM dan BNI Sediakan Fasilitas Pembiayaan untuk Pelaku UMKM di Tengah Pandemi

NERACA

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menandatangani perjanjian kerjasama dengan BNI terkait penyediaan fasilitas pembiayaan dengan plafond sebesar Rp 750 Milliar. Penyediaan fasilitas pembiayaan ini akan disalurkan kepada nasabah PNM termasuk ULaMM dan PNM Mekaar yang merupakan pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah.

 

Executive Vice President PT PNM (Persero), Sunar Basuki mengatakan “Ini merupakan kerjasama yang berkesinambungan antara PNM dan BNI dengan tujuan bersama untuk memberdayakan pelaku usaha ultra mikro,kecil, dan menengah. Terutama di tengah pandemi yang sedang kita hadapi dimana pelaku UMKM merupakan salah satu yang paling terdampak.”

 

“Hingga Juli 2020, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 10,02 triliun kepada nasabah PNM Mekaar dan ULaMM," lanjutnya dalam keterangannya kepada Neraca, Rabu (5/8).

 

Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor utama penurunan adalah pandemi yang masih mewabah, sehingga di sisa lima bulan mendatang PNM menargetkan penyaluran pembiayaan minimal Rp 10 triliun. Secara keseluruhan total target penyaluran PNM tahun 2020 sebesar Rp 20 triliun.

 

Adapun jumlah nasabah aktif PNM per Juli 2020 sebanyak 6.458.121 nasabah. PNM berkomitmen tidak hanya dalam memberikan pembiayaan tetapi juga pendampingan kepada nasabah di tengah pandemi melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dilaksanakan secara daring.

 

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM.

 

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

 

Saat ini PNM memiliki lebih dari 3.000 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 427 Kabupaten/Kota, dan 4.290 Kecamatan. Mohar

 

 

 

BERITA TERKAIT

Sempat Mangkrak Satu Tahun, Akhirnya Pemkot Sukabumi Operasikan BRT

NERACA Sukabumi - Sempat sekitar satu tahun mati suri, akhirnya lima Bus Rapid Transit (BRT) pemberian pemerintah Provinsi Jabar tersebut…

Kepala DKP3: Kita Akan Minta Tambahan Pupuk Subsidi ke Provinsi Jabar - Akibat Pupuk Subsidi Habis, Kota Sukabumi Minta Tambahan Kuota

NERACA Sukabumi - Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di wilayahnya.…

Pemkab Lebak Minta Warga Gunakan BST untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta warga penerima dana bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan Kementerian Sosial,…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Sempat Mangkrak Satu Tahun, Akhirnya Pemkot Sukabumi Operasikan BRT

NERACA Sukabumi - Sempat sekitar satu tahun mati suri, akhirnya lima Bus Rapid Transit (BRT) pemberian pemerintah Provinsi Jabar tersebut…

Kepala DKP3: Kita Akan Minta Tambahan Pupuk Subsidi ke Provinsi Jabar - Akibat Pupuk Subsidi Habis, Kota Sukabumi Minta Tambahan Kuota

NERACA Sukabumi - Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi mengalami kelangkaan di wilayahnya.…

Pemkab Lebak Minta Warga Gunakan BST untuk Penuhi Kebutuhan Pangan

NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta warga penerima dana bantuan sosial tunai (BST) yang digulirkan Kementerian Sosial,…