Berkah Efisiensi dan Pangkas Beban - Laba Solusi Tunas Pratama Naik Tajam 818,59%

NERACA

Jakarta – Di saat pelaku industri menelan pil pahit karena kinerja keuangan terkoreksi dan bahkan rugi akibat dampak pandemi, justru sebaliknya PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih 818,59% menjadi Rp 117,58 miliar sepanjang semester I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 12,80 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, lonjakan laba bersih tersebut didukung penurunan beban lain-lain dari Rp 94,10 miliar menjadi Rp 26,03 miliar. Lonjakan juga ditopang atas peningkatan penghasilan bunga menjadi Rp 13,73 miliar dari semula Rp 7,78 miliar. Begitu juga dengan pendapatan naik 7,28% menjadi Rp 939,33 miliar, dibandingkan dengan perolehan di semester I-2019 sebanyak Rp 875,58 miliar. Disebutkan, peningkatan ini terdiri dari pihak berelasi, yakni PT Sekawan Abadi Prima yang tercatat sejumlah Rp 102 juta dan pihak ketiga sebesar Rp 939,23 miliar.

Kemudian beban pokok pendapatan perseroan tumbuh menjadi Rp 312,74 miliar dari semula Rp 239,96 miliar. Perolehan ini diraih dari penyusutan dan amortisasi yang naik menjadi Rp 242 miliar dan beban pokok pendapatan lainnya terangkat sebesar Rp 70 miliar. Dengan demikian, laba bruto yang diperoleh sebanyak Rp 626,59 miliar. Sementara beban usaha perseroan naik menjadi Rp 100,68 miliar dari periode sama di tahun sebelumnya yang mencatatkan sebanyak Rp 91,64 miliar. Namun, laba usaha mengalami penurunan 3,32% atau menjadi Rp 525,91 milair dari perolehan di semester pertama 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 543,97 miliar.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp 118,62 miliar dari laba sebelum pajak Rp 14,26 miliar tahun sebelumnya terutama dipuci peningkatan penghasilan bunga menjadi Rp 13,73 miliar dari semula Rp 7,78 miliar dan penurunan beban lain-lain bersih jadi Rp 26,03 miliar dari sebelumnya Rp 94,10 miliar. Secara total aset perseroan hingga periode 30 Juni 2020 meningkat menjadi Rp 12,38 triliun, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 sebanyak Rp 11,16 triliun. Total liabilitas juga meningkat menjadi Rp 9,16 triliun dari semula Rp 8,19 triliun dan total ekuitas naik menjadi Rp 3,22 triliun dari sebelumnya Rp 2,97 triliun.

Sebagai informasi, perseroan tengah merancang opsi penerbitan surat utang global (global bond) atau domestik. Nilai emisi global bond mencapai US$ 400 juta atau mencapai Rp 5,56 triliun. Sedangkan opsi lainnya obligasi denominasi rupiah bakal mencapai Rp 8 triliun. Dana hasil emisi obligasi tersebut digunakan untuk membiayai penambahan modal kerja dan kebutuhan pendanaan secara umum. Manajeman perseroan menyebutkan bahwa penerbitan obligasi bertujuan agar perseroan memperoleh alternatif pendanaan murah dengan struktur yang lebih fleksibel, dibandingkan dengan pendanaan yang digunakan saat ini.

Selain itu, sebagian dana dari obligasi juga akan digunakan untuk pembiayaan kembali pinjaman. Dengan skema ini, jatuh tempo pembayaran akan lebih panjang, sehingga likuiditas perseroan naik. Emiten menara telekomunikasi ini bakal mengungkapkan tingkat kupon obligasi dan jadwal penerbitan pada pengumuman selanjutnya. Perseroan berharap jatuh tempo surat utang maksimum 7 tahun, dan tingkat suku bunga maksimum 8%.

BERITA TERKAIT

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…