Spot Menyelam di Raja Ampat Kembali Didatangi Wisatawan

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai mengunjungi sejumlah objek wisata di Raja Ampat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat mulai membuka sejumlah objek wisata, meskipun penyebaran COVID-19 masih terus bertambah di Papua Barat.

Objek wisata yang dibuka baru pada lokasi-lokasi menyelam. Jumlah pengunjung pun belum banyak dibanding saat situasi normal. Abdul Faris Umlati mengemukakan, Pemkab Raja Ampat belum berani membuka seluruh objek wisata karena sejumlah daerah di Papua Barat dan Indonesia angka penularan COVID-19 masih tinggi. "Beberapa objek pariwisata kami buka, tapi dengan menerapkan protokol yang sangat ketat. Pengunjung dan pemandu wajib mengikuti prosedur pencegahan COVID-19," katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (4/8).

"Penyebaran COVID-19 di Kota Sorong masih cukup tinggi. Sedangkan Kota Sorong adalah pintu masuk menuju Raja Ampat. Kemarin masih terjadi penambahan cukup banyak di Kota Sorong," lanjutnya. Raja Ampat adalah satu dari sembilan daerah di Papua Barat yang terpapar COVID-19 dan sempat berstatus zona merah.

Pandemi memberikan pukulan cukup berat terhadap sektor pariwisata di daerah tersebut. Di Raja Ampat tercatat sebanyak 19 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini membuat pemerintah daerah setempat harus bekerja keras melakukan pengendalian dan membawa daerah ini kembali ke zona hijau.

Saat ini daerah tujuan pariwisata berskala internasional itu berhasil pindah dari zona merah ke zona kuning. "Raja Ampat sangat bergantung dengan perkembangan COVID-19 di Kota Sorong. Setelah Kota Sorong zona hijau, baru kami berani buka seluruh objek wisata di Raja Ampat," ujar Abdul Faris Umlati.

Saat ini, lanjutnya, Gugus Tugas COVID-19 Raja Ampat pun masih bekerja keras melakukan pencegahan. Seluruh pintu masuk dijaga secara ketat untuk mencegah gelombang kedua COVID-19. "Kalau keluar naik motor di jalan raya Raja Ampat jangan coba-coba tidak pakai masker. Protokol kesehatan kami terapkan sangat tegas demi keselamatan bersama," pungkasnya.

Bagi wisatawan domestik yang hendak ke Papua Barat diharapkan membawa hasil tes negatif COVID-19 dari tes swab/PCR atau tes rapid yang berdurasi maksimal 14 hari sebelum keberangkatan. Wisatawan dari luar daerah yang tidak memiliki fasilitas tes swab/PCR atau tes rapid wajib membawa surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan telah terbebas dari gejala seperti influenza.

Tak lupa, wisatawan wajib mengisi surat pernyataan dari maskapai yang bisa diunduh sebelumnya di situs resmi mereka. Sesampainya di bandara kedatangan, wisatawan wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (HAC) yang lalu diserahkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau perwakilan Dinas Kesehatan. Salin dokumen penting yang dibawa, termasuk KTP atau tanda pengenal lain yang sah.

Patuhi protokol kesehatan yang saat hendak terbang dan setelah mendarat, seperti mengenakan masker, jaga jarak fisik, dan mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang digunakan bersama.

BERITA TERKAIT

Alat yang Perlu Dibawa Saat Berwisata Mendaki Gunung

Mendaki gunung merupakan aktivitas olahraga di alam bebas yang lumayan berat untuk dilakukan. Dibutuhkan ketahanan atau kondisi fisik yang prima…

Pariwisata Lembang Mulai Terdampak PSBB Jakarta

Penerapan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, sudah dirasakan dampaknya pada pelaku pariwisata di Lembang, Bandung Barat,…

Turis Jepang Terpincut Tur Wisata Virtual Desa di Bali

Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, memberikan tur wisata secara virtual berdurasi 2-3 jam bagi wisatawan Jepang, yang dijadwalkan…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Alat yang Perlu Dibawa Saat Berwisata Mendaki Gunung

Mendaki gunung merupakan aktivitas olahraga di alam bebas yang lumayan berat untuk dilakukan. Dibutuhkan ketahanan atau kondisi fisik yang prima…

Pariwisata Lembang Mulai Terdampak PSBB Jakarta

Penerapan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, sudah dirasakan dampaknya pada pelaku pariwisata di Lembang, Bandung Barat,…

Turis Jepang Terpincut Tur Wisata Virtual Desa di Bali

Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, memberikan tur wisata secara virtual berdurasi 2-3 jam bagi wisatawan Jepang, yang dijadwalkan…