Kini, Saatnya Garansi Barang Secara Digital

 

Ketika membeli produk, ada kalanya konsumen memperhatikan garansi dari produsen produk tersebut. Semakin tinggi dan lamanya garansi dari produsen maka akan semakin senang konsumen lantaran produknya dijamin. Akan tetapi, untuk mendapatkan garansi tersebut diperlukan beberapa syarat seperti kwitansi pembelian hingga buku garansi.

Pemasalahannya adalah, kwitansi dan buku garansi yang masih berbentuk fisik kertas tersebut kerap kali hilang tercecer atau terlalu lama disimpan tulisannya menjadi hilang. Alhasil, bisa jadi jaminan garansi tersebut menjadi hangus dan tidak bisa dimanfaatkan. Apalagi ketika kita membutuhkan garansi tersebut saat barang yang dimiliki sedang rusak maka itu bisa menjadi beban tambahan bagi konsumen.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi PT Kreasi Arduo Indonesia dengan brand besutannya Artugo. Pemain baru di pasar home appliance ini justru menciptakan Artugo Digital Warranty disetiap lini produknya. Artugo Digital Warranty merupakan sistem purna jual berbasis digital yang menjadi jembatan penghubung antara Artugo dengan konsumennya secara langsung dan berkesinambungan.

 “Dengan adanya Artugo Digital Warranty, konsumen  sangat dimudahkan dalam proses klaim garansi maupun service pendukung lain yang dibutuhkan. Pengguna cukup melakukan scan QR Code pada produk dan mengikutibeberapa langkah registrasi, secara otomatis produk akan terdaftar dalam website www.artugo.co.id. Kendala yang biasa terjadi karena hilangnya nota pembelian atau kartu garansi kini tak lagi menjadi persoalan,” jelas CEO PT Kreasi Arduo Indonesia Robert Widjaja saat brand launching Artugo di Tangerang, Selasa (4/8).

Sistem Digital Warranty Artugo ini dapat membantu konsumen untuk menghubungi nomer service center ketika memerlukan layanan. Disamping itu, terdapat juga fitur untuk meminta perbaikan yang bisa diakses selama 24 jam. Bahkan, update proses perbaikan pun dapat dipantau melalui fitur service tracking. “Kami juga berkomitmen mengusung 7 days solution yang mana waktu pengerjaannya 7 hari. Bahkan kami juga siapkan barang yang sama untuk dipinjamkan selama diperbaiki,” kata Robert.

Sebagai pemain baru di industri elektronik, Artugo juga telah menyiapkan berbagai macam lini produk untuk dapat dinikmati oleh konsumennya. Mengusung visi Great Product Excellent Service, Artugo mengenalkan lini produk pertamanya yaitu chezt freezer. Ketika ditanya mengapa diawal pengenalan produk lebih memilih freezer, hal itu juga tak terlepas dari membaca kebutuhan di situasi pandemi covid19.

Di era normal baru ini, banyak masyarakat yang beralih dari sektor formal ke sektor  non formal, seperti jadi pengusaha. Disamping itu, masyarakat juga lebih memilih belanja dengan kuantitas yang banyak lalu disimpan dalam lemari pendingin dibandingkan selalu keluar rumah untuk berbelanja makanan. Dua hal inilah yang mengakibatkan naiknya kebutuhan akan produk pembeku makanan.

Visi great product dari Artugo lewat produk chezt freezer dengan material yang terbaik yaitu Pre Coated Material (PCM) sebagai bahan cabinet dalam sehingga lebih kuat, tahan gores, anti karat dan mudah dibersihkan. Dari sisi teknologinya, terobosan yang dikembangkan yaitu Wide Range Voltage Compressor yang bisa bekerja secara optimal meski di tengah kondisi tegangan listrik yang tidak stabil.

Robert Widjaja menjelaskan bahwa inovasi Wide Range Voltage Compressor, telah ditanamkan di sebagian besar tipe produk Chest Freezer ARTUGO di antaranya CF 381, CF 382, CF 432, CF 532, CF 632, CF 682, CF 782, CF 1603, dan CF 1633, seluruh SNI Model dari 100 liter hingga 300 liter, serta seluruh Showcase Cooler 1 pintu. ARTUGO akan menanamkan teknologi ini ke dalam tipe – tipe produk chest freezer terbaru yang akan di-launching dalam beberapa pekan ke depan.

Sedangkan khusus chest freezer kapasitas besar 900 liter hingga 1390 liter, ARTUGO mendatangkan kompresor Spanyol yang dikenal unggul di kelas heavy duty. Dinamai Matador Series, chest freezer ini dibuat untuk mengakomodir kebutuhan pelaku bisnis yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan untuk rumah tangga.

BERITA TERKAIT

Survei: Pemerintah Berperan Pulihkan Sektor Properti

NERACA Jakarta - Hasil survei yang dilaksanakan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta terhadap pengembang di…

Hotel Jadi Sektor Properti Pertama Terdampak PSBB

NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International memprediksikan bahwa perhotelan menjadi sektor properti pertama yang bakal terdampak kebijakan pembatasan sosial…

Pemerintah Perlu Cari Terobosan Atasi Defisit Perumahan

NERACA Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI Mulyanto menyatakan, pemerintah perlu mencari terobosan dan regulasi yang inovatif dalam rangka…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Survei: Pemerintah Berperan Pulihkan Sektor Properti

NERACA Jakarta - Hasil survei yang dilaksanakan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jakarta terhadap pengembang di…

Hotel Jadi Sektor Properti Pertama Terdampak PSBB

NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International memprediksikan bahwa perhotelan menjadi sektor properti pertama yang bakal terdampak kebijakan pembatasan sosial…

Pemerintah Perlu Cari Terobosan Atasi Defisit Perumahan

NERACA Jakarta - Anggota Badan Legislasi DPR RI Mulyanto menyatakan, pemerintah perlu mencari terobosan dan regulasi yang inovatif dalam rangka…