Bisnis Properti Terpukul Corona - Laba Bersih Summarecon Agung Anjlok 93,15%

NERACA

Jakarta – Satu persatu kinerja emiten properti terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang membukukan pendapatan di enam bulan pertama 2020 sebesar Rp 2,18 triliun, turun 18,35% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang tercatat Rp 2,67 triliun.  Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, beban pokok perusahaan juga turun 10,15% yoy dari Rp 1,38 triliun menjadi Rp 1,24 triliun di akhir Juni lalu. Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk alias laba bersih SMRA anjlok 93,15% dari Rp 149,02 miliar menjadi Rp 10,2 miliar di semester I-2020. Lebih rinci, penurunan pendapatan terjadi pada semua segmen bisnis milik SMRA. Di mana, pendapatan dengan porsi terbesar yakni segmen pengembangan properti turun 5,66% secara tahunan (yoy) dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 1,5 triliun di periode Januari-Juni 2020. 

Kemudian dari properti investasi turun 43,29% dari Rp 761,03 miliar menjadi Rp 431,54 miliar, serta segmen rekreasi dan perhotelan ambles 51,92% yoy dari Rp 186,48 miliar menjadi Rp 89,66 miliar. Penurunan pada segmen pengembangan properti terutama karena turunnya penjualan rumah pun cukup besar karena dari Rp 1,01 triliun menjadi Rp 836,29 miliar, penjualan kapling turun dari Rp 134,13 miliar menjadi RP 17,42 miliar. 

Di semester pertama tahun ini pun, SMRA tidak mencatatkan penjualan kantor. Padahal di semester I-2019 penjualan kantor menyumbang Rp 41,13 miliar.  Dari segmen properti investasi, penurunan disebabkan oleh turunnya pendapatan mal dan ritel pihak berelasi dari Rp 24,66 miliar menjadi Rp 8,06 miliar serta pendapatan mal dan ritel pihak ketiga yang turun dari Rp 698,49 miliar menjadi Rp 386,08 miliar. 

Sementara itu, liabilitas SMRA tercatat sebesar Rp 16,41 triliun. Porsi liabilitas jangka pendek sebesar Rp 9,29 triliun, dan sisanya sebesar Rp 7,11 triliun merupakan liabilitas jangka panjang. Sementara itu ekuitas SMRA tercatat sebesar Rp 9,34 triliun.  Adapun kas dan setara kas akhir periode SMRA tercatat sebesar Rp 2,58 triliun, naik dari posisi awal yang tercatat sebesar Rp 1,66 triliun. Terutama disokong oleh kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 1,45 triliun. Sementara itu SMRA menggunakan kas operasi sebesar Rp 307,42 miliar dan untuk investasi sebesar Rp 223,08 miliar. 

Lesunya bisnis properti tahun ini menjadi pertimbangan perseroan untuk merevisi target. Sekretaris Perusahaan  PT Summarecon Agung Tbk, Jemmy Kusnadi seperti dikutip kontan pernah bilang, pihaknya berencana revisi, namun masih menunggu saat yang tepat. Disampaikannya bahwa penyumbang marketing sales paling banyak dari kawasan Summarecon Serpong. Berdasarkan data per Mei 2020 lalu kawasan ini menyumbang sekitar 41% dari perolehan marketing sales di kuartal I-2020 yang sebesar Rp 855 miliar, atau setara Rp 351 miliar. 

Bila dilihat dari kinerja keuangan di kuartal I-2020, penjualan rumah milik SMRA kepada pihak ketiga tercatat masih naik 139,73% dari Rp 124,16 miliar menjadi Rp 297,65 miliar. Penjualan apartemen kepada pihak berelasi juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp 7,52 juta menjadi Rp 5,01 miliar. 

BERITA TERKAIT

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Laporan Terbaru PBB - Perempuan Terdampak Tertinggal Selama Covid-19

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya melumpuhkan perekonomian di semua sektor, tetapi juga dampak sosial ekonomi pada perempuan. Berdasarkan hasil laporan…

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…