Laba Bersih PTPP Terkoreksi Tajam 95,36%

NERACA

Jakarta – Kinerja keuangan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) masih mencatatkan raport merah di paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan membukukan laba bersih anjlok sebesar 95,36% seiring dengan penurunan pendapatan perusahaan.

Dimana emiten konstruksi plat merah ini mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp15,94 miliar. Perolehan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan semester I/2019 senilai Rp2343,71 miliar. Kontraksi laba bersih itu sejalan dengan menurunnya pendapatan PTPP yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp6,74 triliun. Perolehan ini lebih rendah 37,76% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp10,83 triliun

Sementara itu, PTPP mencatat penurunan liabilitas jangka pendek. Perusahaan berhasil menurunkan utang dari pihak berelasi jangka pendek menjadi Rp223,78 miliar dari posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp649,63 miliar. Dari sisi liabilitas jangka panjang, PTPP mengalami kenaikan utang obligasi dari Rp5,29 triliun pada 31 Desember 2019 menjadi Rp5,56 triliun hingga semester I/2020. Adapun nilai liabilitas perusahaan secara keseluruhan juga tercatat di posisi Rp39,91 triliun dari sebelumnya Rp40,25 triliun.

Sementara itu, kas bersih untuk aktivitas investasi atau capital expenditure perusahaan mengalami penurunan. Hingga 30 Juni 2020, PTPP mengucurkan dana Rp781,16 miliar dari sebelumnya sebesar Rp1,07 triliun pada 30 Juni 2019. Asal tahu saja, tahun ini perseroan sudah memperkirakan kinerja keuangan bakal terimbas dampak pandemi virus corona dan apalagi tahun lalu perseroan juga tidak mencatatkan kinerja yang memuaskan. Meski demikian, fundamental perusahaan tidak mengalami banyak perubahan.

Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih mencapai sebesar Rp1,4 triliun. Sementara untuk penjualan, perusahaan mematok target sebesar Rp30 triliun dan pendapatan dari proyek sebesar Rp43 triliun. Untuk target-target ini akan dicapai melalui proyek-proyek yang tengah berjalan dari tahun lalu atau carry over. Selanjutnya untuk belanja modal sepanjang tahun 2020 dianggarkan sekitar Rp 6 triliun sampai Rp 6,5 triliun. Dimana dananya datang dari internal 30% dan 70% akan berasal dari pembiayaan perbankan atau lembaga keuangan lainnya atau strategic partner.

 

BERITA TERKAIT

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Home Credit Wujudkan Mimpi Pelanggan Setia

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Home Credit Indonesia sebagai perusahaan pembiayaan multiguna inklusif berbasis teknologi, memberikan kejutan spesial kepada para…

Dilanda Pandemi Covid-19 - MDRT Indonesia Optimis Capai 3500 Anggota

Kendati dihantui sentimen negatif dari pandemi Covid-19, namun kondisi tersebut tidak mempengaruhi minat agen asuransi profesional untuk menjadi anggota Million…

Bidik Peluang Saat Pandemi - Blue Bird Kembangkan Bisnis Logistik

NERACA Jakarta – Merespon kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua, PT Blue Bird Tbk membaca peluang bisnis dengan…