Berkah Kenaikan Sewa Menara - TBIG Bukukan Pendapatan Rp 2,58 Triliun

NERACA

Jakarta – Pada semester pertama tahun ini, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pertumbuhan pendapatan 13,17% year on year (yoy) menjadi Rp 2,58 triliun dibandingkan pendapatan di priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,28 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Emiten menara telekomunikasi ini menjelaskan, pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan lima pelanggan terbesar TBIG yang mencatatkan kenaikan sewa menara. Peningkatan sewa tertinggi ditorehkan oleh PT Hutchison 3 Indonesia, yakni sebesar 72,88% yoy menjadi Rp 370,16 miliar. Meskipun begitu, kontribusinya terhadap total pendapatan TBIG baru mencapai 14,36%. Disusul oleh PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang membukukan peningkatan sewa sebesar 42,4% yoy menjadi Rp 172,36 miliar. Akan tetapi, lagi-lagi, sewa menara oleh FREN hanya menyumbang 6,69% terhadap keseluruhan pendapatan TBIG.

Selanjutnya, sewa menara oleh PT Indosat Tbk (ISAT) naik 11,48% yoy ke Rp 550,88 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) tumbuh 5,88% yoy menjadi Rp 442,3 miliar, dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) lebih tinggi 1,77% menjadi Rp 1,02 triliun. Kontribusi sewa ketiga perusahaan ini terhadap pendapatan TBIG masing-masing sebesar 21,37%, 17,16%, dan 39,76%.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan TBIG turut bertambah, yakni 11,79% yoy menjadi Rp 482,96 miliar. Akan tetapi, beban usaha TBIG justru turun 0,52% yoy menjadi Rp 211,52 miliar. Alhasil, laba dari operasi TBIG tetap meningkat 15,32% yoy menjadi Rp 1,88 triliun. Selain itu, beban lain-lain TBIG juga hanya naik 9,92% yoy menjadi Rp 1,19 triliun. Dengan begitu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bisa meningkat hingga 33,59% yoy, dari Rp 382,14 miliar menjadi Rp 510,48 miliar.

Adapun aset TBIG sepanjang enam bulan pertama tahun ini naik 10,27% year to date (ytd) menjadi Rp 34,04 triliun. Hal ini sejalan dengan utang TBIG yang bertambah 9,66% ytd menjadi Rp 27,8 triliun dan ekuitas TBIG yang lebih tinggi 13,03% ytd ke Rp 6,24 triliun. Per 30 Juni 2020, total pinjaman perseroan jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya adalah sebesar Rp22.562 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp10.353 miliar.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp762 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp21.800 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp9.591 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan kedua 2020 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 2,1x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,8x.”Bisnis kami memiliki memberikan arus kas yang kuat didorong oleh kontrak pendapatan yang terlihat dan berulang dari para pelanggan telekomunikasi kami. Bahkan dengan pertumbuhan top-line yang kuat dan dividen sebesar Rp606 miliar yang dibayarkan pada bulan Juni, kami telah mempertahankan leverage kami di 4,8x, jauh di bawah covenant obligasi kami untuk tidak lebih dari 6,25x untuk total pinjaman (pada tingkat lindung nilai utang tersebut) terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan.” kata Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.

BERITA TERKAIT

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pemilik Apartemen Essence Darmawangsa Tolak Proposal Perdamaian

Pemilik apartemen Essence Darmawangsa mengajukan penolakan terhadap proposal perdamaian yang telah diberikan oleh pihak PT. Prakarsa Semesta Alam (PSA). Sikap…

Tender TPPI Berjalan Secara Transparan dan Bersih

Kabar baik muncul dari rencana pembangunan pusat produksi olefin dan aromatik di kompleks PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Impian…

PT Timah Siap Lunasi Obligasi Rp 600 Miliar

NERACA Jakarta –Pangkas beban utang dan juga menunjukkan eksistensi bahwa PT Timah Tbk (TINS) masih menjalankan keberlangsungan usaha yang positif…