Merck Bagikan Dividen Rp 58,2 Miliar

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) PT Merck Tbk (MERK) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 58,2 miliar atau Rp 130 per unit saham untuk tahun buku 2019. “Jadi untuk penggunaan laba bersih tahun 2019, tentu yang paling besar untuk dividen,”kata Direktur Keuangan PT Merck Tbk, Bambang Nurcahyo di Jakarta, pekan lalu.

Asal tahu saja, sepanjang 2019 kemarin, emiten farmasi ini membukukan laba dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp 78,25 miliar atau meningkat 109,36% dibanding realisasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada sisi laba ditopang oleh pendapatan operasional yang dilanjutkan yang tumbuh 21,68% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 744,63 miiliar di tahun 2019. Sebelumnya, pendapatan operasional yang dilanjutkan MERK hanya mencapai Rp 611,95 miliar di tahun 2018.

Kata Bambang, sisa laba yang didapat akan dipergunakan untuk memperkuat belanja modal atau capital expenditure (capex) dan modal kerja atau working capital.  Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal capital expenditure (capex) sebesar Rp 49 miliar. Dana yang dianggarkan tersebut akan digunakan untuk membeli mesin-mesin dan peralatan pabrik untuk keperluan otomatisasi, penggantian mesin, maupun peningkatan mesin alias upgrading.  Sampai bulan Juni 2020 lalu, MERK telah menyerap sekitar 25% dari dana capex yang dianggarkan.

Dirinya menambahkan, pada semester kedua tahun ini optimis mampu mencatatkan kenaikan penjualan dan laba bersih. Apalagi, perseroan mengklaim pandemi virus corona tidak berdampak signifkan terhadap kinerja keuangan. Perusahaan bahkan dapat menghemat biaya operasional seperti perjalanan bisnis yang digantikan pertemuan secara virtual”Penjualan dan laba bersih kemungkinan akan lebih baik secara year-to-date, apalagi dari sisi penjualan karena sudah ada pembukaan kegiatan ekonomi," katanya

Sementara itu, Direktur Utama Merck Evie Yulin mengatakan, guna mencapai hasil yang lebih baik, perseroan apadakan terus meningkatkan penjualan produk-produk andalan Merck. Hal ini terutama pada sektor infertiitas dan targeted chemotherapy.

Menurutnya, setelah sempat terhambat selama beberapa bulan akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), produk-produk dari dua sektor ini akan kembali tumbuh penjualannya. Pasalnya, kedua produk ini amat terkait dengan waktu perawatan."Pasien pasti harus melakukan kemoterapi, sementara pembukaan klinik-klinik in-vitro fertilization (IVF) juga akan meningkatkan penjualan produk infertilitas kami," jelas Evie.

Selain itu, penjualan produk-produk Merck juga ditopang oleh partisipasi dalam program Jaminan Kesehatan nasional (JKN). Evie menuturkan, beberapa produk Merck telah diperpanjang partisipasinya hingga akhir tahun 2020."Kontribusi pendapatan dari JKN ini sekitar 20% dari keseluruhan" tambahnya.

Hingga semester I/2020, Merck mencatatkan lonjakan laba 424,78 persen menjadi Rp32,12 miliar dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,12 miliar. Kenaikan laba disebabkan oleh upaya perseroan menekan beban pokok penjualan 24,84 persen secara tahunan menjadi Rp158,31 miliar. Hal ini diikuti dengan penurunan beban penjualan 22,74 persen yoy menjadi Rp47,52 miliar dan kenaikan pendapatan lainnya 13,76 persen yoy menjadi Rp5,72 miliar.

BERITA TERKAIT

Medco Energy Raup Dana Rp 1,87 Triliun

NERACA Jakarta- Dibalik sentimen negatif pandemi Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan…

Indika Energy Bukukan Rugi US$ 21,91 Juta

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta,…

Jaga Kinerja Keuangan di Pandemi - AirAsia Perkuat Rute Penerbangan Domestik

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja industri penerbangan, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiasatinya dengan melalui penguatan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Medco Energy Raup Dana Rp 1,87 Triliun

NERACA Jakarta- Dibalik sentimen negatif pandemi Covid-19, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berhasil menyelesaikan penambahan modal dengan hak memesan…

Indika Energy Bukukan Rugi US$ 21,91 Juta

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2020, PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan beban rugi bersih sebesar US$ 21,91 juta,…

Jaga Kinerja Keuangan di Pandemi - AirAsia Perkuat Rute Penerbangan Domestik

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kinerja industri penerbangan, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiasatinya dengan melalui penguatan…