Koperasi Memiliki Lembaga Pembiayaan Khusus

NERACA

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop UKM) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan Dana Bergulir oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Permenkop tersebut telah diundangkan dalam Berita Negara Tahun 2020 nomor 673, untuk menggantikan Permenkop Nomor 8 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Permenkop Nomor 6 Tahun 2019.

Salah satu perubahan penting dalam Permenkop yang baru terkait dengan syarat mendapatkan pinjaman/pembiayaan dana bergulir dari LPDB-KUMKM. Dalam Permenkop sebelumnya disebutkan bahwa proses penilaian kelayakan usaha calon mitra sampai dengan pencairan pinjaman/pembiayaan membutuhkan 16 syarat. Sedangkan dalam Permenkop yang baru syarat tersebut telah dipangkas menjadi hanya 3 syarat.

“Proses penilaian kelayakan usaha calon mitra sampai dengan pencairan pinjaman/pembiayaan berubah drastis dari 16 proses yang rigid menjadi hanya 3 proses saja yaitu penilaian legalitas, repayment capacity dan pengikatan jaminan, serta pencairan dana,” kata Sekretaris KemenkopUKM Prof Rully Indrawan di Jakarta.

Prof Rully mengatakan Permenkop ini merupakan Permenkop transformasi Badan Layanan Umum (BLU) pertama yang langsung merespons situasi pandemi Covid-19 dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Khusus dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dalam kondisi wabah Covid-19, MenKopUKM dapat mengupayakan subsidi bunga, subsidi penjaminan, subsidi asuransi, dan/atau bantuan pemerintah lainnya melalui Kementerian Keuangan,” terang Rully.

Melalui Permenkop yang baru, Rully berharap LPDB yang semula dibolehkan untuk menyalurkan pembiayaan melalui Bank Umum/BPD dan BPR, sekarang sesuai dengan political will KemenkopUKM yang telah berubah drastis target pembiayaannya yaitu menjadi 100% kepada koperasi dan UKM dengan komoditi prioritas antara lain pangan dan orientasi ekspor.

Maka dengan demikian dapat dikatakan LPDB ini menjadi lembaga khusus pembiayaan koperasi. Ini merupakan idaman gerajan koperasi sejak belasan bahkan puluhan tahun yang lalu.

“Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 Tahun 2020 ini merupakan legacy Menteri Koperasi Teten Masduki yang pada awal jabatannya segera mengubah Visi Misi LPDB untuk BLU yang 100% pembiayaannya diarahkan kepada koperasi dan UKM komoditi yang melakukan usaha di sektor ekonomi prioritas,” ujar Rully.

Menurut Rully, perubahan mendasar lain dalam Permenkop ini bahwa penyaluran pinjaman atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang semula proses penilaian pembiayaannya sangat rigid seperti pola pembiayaan perbankan, antara lain dengan menetapkan persyaratan neraca surplus 2 tahun berturut-turut. Sekarang berubah drastis dengan mengedepankan risiko (risk based) yaitu legalitas dan kelembagaan, kelayakan usaha dan kondisi keuangan dan jaminan untuk memastikan kemampuan mengembalikan.

“Dengan deminian secara karakter LPDB berubah total operasionalnya dari model "banking approach" menjadi "venture capital approach" yang bisa memberi pembiayaan tanpa harus menunggu calon mitranya BEP dan surplus dua kali, tapi lebih mendasarkan kepada cashflow dan repayment capacity,” kata Rully.

Rully menjelaskan bahwa Permenkop yang baru ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa dana Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bisa digulirkan kepada koperasi lain. “Oleh karena itu di dalam Permenkop ini juga diatur mengenai kewajiban LPDB untuk merencanakan dan melaksanakan proses pendampingan terhadap mitra dan inkubator bisnis. Proses inkubasi bisnis diberikan kepada KUKM potensial tapi belum dapat memenuhi persyaratan LPDB,” jelas Rully.

Sebelumnya, Bagus Rachman sebagai Anggota Dewan Pengawas LPDB-KUMKM berharap LPDB-KUMKM dapat bekerja cepat, sebagaimana diharapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, terutama dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Harapan Pak Menteri kan agar kita bekerja cepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Karena kita punya kooerasi dan kita juga punya UMKM anggota koperasi yang perlu kita lihat bagaimana perkembangan usahanya.  Kita tahu, di era pandemi ini kita kan sebetulnya banyak sekali, UMKM khususnya.. Nah kita fokuskan kepada UMKM anggota koperasi, dimana para PPKL ini bukan hanya melakukan penyuluhan tetapi juga melakukan pendampingan," ujar Bagus.

Pendampingan ini, kata Bagus, sebagai harapan yang diperlukan. "Sehingga nantinya diperlukan profil koperasi yang dibutuhkan oleh LPDB-KUMKM untuk mendapatkan modal bergulir, mereka meyakini apa yang diberikan kepada koperasi itu, bisa diolah dengan baik oleh koperasi dan anggotanya dan bisa dikembalikan. Karena bagaimana pun, dana bergulir itu kan harus berputar terus," kata Bagus.

Karena itu, Bagus berharap agar distribusi dana bergulir LPDB-KUMKM ke depannya akan lebih luas lagi. Lebih banyak lagi nasabah-nasabah yang akan mendapatkan manfaat dari keberadaan LPDB-KUMKM ini.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…