ASEAN Online Sale Day 2020 Diharapkan Mendorong Ekspor Nasional

NERACA

Jakarta - Indonesia akan berpartisipasi dalam program ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 yang akan berlangsung secara serentak di seluruh platform niaga elektronik (ecommerce) pada 8 Agustus 2020.

Keikutsertaan ini merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19. Program tahunan yang diinisasi negaranegara anggota ASEAN ini bertujuan mendorong dan memfasilitasi niaga elektronik/niaga-el (crossborder e-commerce).

AOSD 2020 mengusung tema “A Click to prosperity” (sebuah klik menuju kemakmuran). Artinya, program ini menekankan pada tindakan sederhana “sebuah klik” saat berbelanja daring. Sedangkan “menuju kemakmuran” mewakili komunitas ASEAN yang kini menuju negara dengan ekonomi yang makmur dan kuat.

“Partisipasi Indonesia pada AOSD 2020 merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional. Program ini juga bertujuan mengirim pesan yang kuat bahwa dunia usaha di ASEAN telah siap untuk kembali melakukan bisnis di tengah pandemi,” tegas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Agus juga menyampaikan, pandemi Covid-19 mentransformasi sistem perdagangan global dari luring menuju daring.

“Keikutsertaan Indonesia pada program ini kami yakini akan memberikan manfaat yang besar, terutama bagi platfrom niaga-el dan usaha kecil menengah (UKM) Indonesia dalam memasarkan produk dan jasa melalui platform niaga-el. Dengan memanfaatkan program ini, para pelaku usaha niaga-el diharapkan dapat bersinergi memperluas pangsa pasar produk dan jasa niaga-el Indonesia ke pasar ASEAN dan pasar global,” papar Agus.

Menurut Agus, Kementerian Perdagangan (Kemendag) merupakan lembaga pelaksana (implementing agency) yang akan menghubungkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan AOSD.

“Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi kampanye Gernas BBI serta kepada pelaku usaha Indonesia dalam memasarkan produk-produk unggulannya tidak hanya ke pasar domestik, tetapi juga mancanegara,” jelas Agus.

Berdasarkan publikasi di Investing in ASEAN 2019-2020 oleh ASEAN Secretariat, pada 2019, nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD 100 miliar dan pada 2025 diprediksi mencapai USD 300 miliar.

Pertumbuhan ekonomi digital diharapkan memberi tambahan produk domestic bruto (PDB) ASEAN sebesar USD 220 miliar hingga USD 650 miliar pada 2030. Peningkatan konektivitas digital dan investasi ke dalam ekonomi digital ASEAN dapat meningkatkan potensi rantai pasokan kawasan dan meningkatkan daya tarik bagi perusahaan multinasional dan lokal untuk berinvestasi. Khususnya, dengan basis konsumen yang sedang berkembang pesat di kawasan ini.

Indonesia akan berpartisipasi dalam program ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2020 yang akan berlangsung secara serentak di seluruh platform niaga elektronik (ecommerce) pada 8 Agustus 2020.

Keikutsertaan ini merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19. Program tahunan yang diinisasi negaranegara anggota ASEAN ini bertujuan mendorong dan memfasilitasi niaga elektronik/niaga-el (crossborder e-commerce). AOSD 2020 mengusung tema “A Click to prosperity” (sebuah klik menuju kemakmuran). Artinya, program ini menekankan pada tindakan sederhana “sebuah klik” saat berbelanja daring. Sedangkan “menuju kemakmuran” mewakili komunitas ASEAN yang kini menuju negara dengan ekonomi yang makmur dan kuat.

“Partisipasi Indonesia pada AOSD 2020 merupakan salah satu upaya Indonesia mendorong ekspor nasional. Program ini juga bertujuan mengirim pesan yang kuat bahwa dunia usaha di ASEAN telah siap untuk kembali melakukan bisnis di tengah pandemi,” tegas Agus.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga mengatakan, negara-negara ASEAN telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk menstimulus ekonomi terkait dampak dari Covid-19, antara lain diberikannya insentif pajak untuk sejumlah bisnis di sektor pariwisata, penerbangan, dan hotel untuk mendorong sektor pariwisata.

Sektor logistik, pariwisata dan perdagangan yang terkena dampak paling besar dari Covid-19 akibat larangan sejumlah pemerintah untuk melakukan perjalanan ke luar negeri dan penutupan perbatasan bagi negara yang terjangkit virus tersebut.

Hal ini berdampak langsung pada negaranegara ASEAN di sektor ekonomi dan pariwisata. Saat ini, tercatat 21,5% wisatawan mancanegara di ASEAN berasal dari RRT. Pada tahun 2018, bisnis perjalanan berkontribusi sebesar 12,6% pada ekonomi ASEAN.

Isu Covid-19 ini juga dapat berdampak pada sektor perdagangan, khususnya ekspor dan impor. Sebagian bahan baku untuk industri di Indonesia masih dipasok dari negara Tiongkok yang mengalami kesulitan untuk ekspor karena kasus Covid-19.

ASEAN perlu merespons dampak Covid-19 dengan selalu memperhatikan kondisi masyarakat. Saat ini, transparansi dan efektivitas menjadi penting untuk memastikan kepercayaan publik dan pelaku usaha.

“Indonesia mendorong upaya untuk memperkuat kerja sama ASEAN untuk meringankan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat ASEAN, khususnya melalui sejumlah upaya, seperti mendorong upaya forum bertukar informasi penangangan Covid-19 dan mengkaji dampaknya terhadap ekonomi di kawasan ASEAN,” tegas Jerry saat mewakili Menteri Perdagangan RI pada Pertemuan Para Menteri Ekonomi ASEAN dalam format retreat (AEM Retreat) ke-26 di Da Nang, Vietnam.

Selain membahas dampak Covid-19, Jerry mengatakan, pertemuan AEM Retreat ke-26 juga membahas sejumlah isu penting, antara lain terkait dampak perang dagang AS dan RRT serta dampak Brexit. Perang dagang antara kedua negara tersebut telah berlangsung sejak tahun 2018 karena AS mengalami defisit neraca perdagangan, khususnya dengan RRT, sehingga menaikkan sejumlah tarif secara unilateral.

“ASEAN berisiko mengalami pelemahan ekonomi dan perdagangan akibat kebijakan perang dagang tersebut mengingat AS dan RRT merupakan mitra dagang dan investasi utama bagi ASEAN,” ungkap Jerry.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 54,9 Ton Ikan Patin

NERACA Jakarta - Penyelundupan 54,97 ton ikan patin fillet, senilai Rp2,7 miliar berhasil digagalkan. Hal tersebut bermula dari pemantauan jajaran…

Buah Lokal Menggerakkan Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta - Sebagai salah satu langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-5. Gelaran ini…

PEN Harus Efektif dan Tepat Sasaran

NERACA Yogyakarta - Dampak dari wabah Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa para pelaku usaha. Tak terkecuali, bagi para pedagang Pasar…