Kinerja Tertekan Pandemi Covdi-19 - PP Properti Pangkas Jumlah Karyawan

NERACA

Jakarta – Efisiensi di tengah lesunya pasar properti dan konstruksi akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi pil pahit yang harus dilakukan PT PP Properti Tbk (PPRO). Emiten sektor properti ini dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin harus memangkas jumlah karyawan seiring dengan tekanan kinerja akibat pandemi Covid-19.

Disebutkan, semula memiliki karyawan sebanyak 682 orang. Namun, saat ini jumlah karyawan menyusut menjadi 642 orang. Jumlah karyawan yang terdampak dengan status lainnya, contoh pemotongan gaji, penyesuaian shift/hari/jam kerja, dll, periode Januari 2020 hingga saat ini berjumlah 49.

Adapun dari jumlah tenaga kerja yang terdampak tersebut terdiri atas 20 karyawan dirumahkan dan 29 karyawan tidak diperpanjang kontrak. Anak usaha dari PT PP Tbk (PTPP) ini juga memperkirakan sentimen pandemi Covid-19 akan mempengaruhi kinerja keuangan perseroan per 31 Mei 2020. PPRO memprediksi total pendapatan turun tidak lebih dari 25% dibandingkan dengan 31 Mei 2019. Adapun laba bersih diperkirakan turun di kisaran 25% hingga 50% dibandingkan dengan posisi 31 Mei 2019.

Penurunan pendapatan maupun laba bersih tidak terlepas dari penghentian dan pembatasan operasional beberapa usaha perseroan, yaitu hotel, mall, dan apartemen. Hotel milik PPRO yang dihentikan operasional sebagian besar berada di kota Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Balikpapan, dan DKI Jakarta. Untuk mall, pemberhentian operasional dilakukan di kota Bekasi dan Surabaya.

Sementara itu, untuk apartemen terdapat sebagian konstruksi yang terpaksa dihentikan sementara dan perseroan melakukan pembatasan operasional pemasaran apartemen seperti gathering konsumen, pameran, dan open house. PPRO menjelaskan terdapat beberapa strategi yang sudah diterapkan perseroan untuk menghadapi tantangan bisnis akibat sentimen pandemi Covid-19 ini, antara lain menunda rencana belanja modal baru (Capex).

Selain itu perseroan  berupaya menghemat biaya usaha dan biaya operasional, salah satunya dengan melakukan pembatasan jam operasional di sejumlah hotel dan shopping mall. Perseroan juga akan fokus serah  terima unit apartemen, dan fokus terhadap pengembangan lahan yang telah dimiliki. Untuk kegiatan promosi produk, perseroan menggencarkan aktivitas digital marketing, melalui kerjasama Digital Agency dan Online Property Marketplace. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penyebaran informasi pemasaran dan komunikasi ke konsumen.

Pada kuartal I/2020, PPRO membukukan penurunan laba bersih hingga 50,4% menjadi sebesar Rp26,38 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp53,19 miliar. PPRO juga mengalami penurunan pendapatan 16,53% menjadi Rp357,9 miliar pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp428,79 miliar.

BERITA TERKAIT

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…