Koperasi Menjadi Kekuatan Pemulihan Ekonomi

NERACA

Jakarta – Di tengah maraknya kasus dan penyimpangan yang dilakukan lembaga koperasi seperti gagal  bayar koperasi simpan pinjam PT Indosurya senilai Rp 14 triliun, hal ini tidak membuat peran koperasi sebagai mitra masyarakat dalam peningkatan ekonomi diragukan. Bahkan menginjak hari jadi koperasi ke-73, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin koperasi di Indonesia menjadi kekuatan ekonomi rakyat dalam pemulihan ekonomi nasional,”Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam pemulihan ekonomi nasional,”ujarnya di Jakarta, Senin (13/7).

Teten juga berharap agar koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Disampaikannya, saat ini ketika bangsa Indonesia dihadapkan pada persoalan akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tekanan serius dengan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.”Dunia usaha termasuk koperasi dan UKM mengalami tekanan yang berat dari sisi produksi, pemasaran, dan pembiayaan,” ujarnya. 

Dia menambahkan, tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian nasional tidak sekadar perubahan cara berbisnis yang memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis.”Ada sejumlah inisiatif yang sedang kami lakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi, di antaranya melakukan perubahan ekosistem kemudahan usaha bagi koperasi,” ujarnya. 

Hal itu diharapkan akan memungkinkan koperasi mengakses pasar, pembiayaan, dan pengembangan kapasitas usaha yang lebih luas.”Di tengah pandemi COVID-19, koperasi bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional,” kata Teten. 

Selain itu pihaknya sedang menyusun strategi nasional UMKM dan koperasi yang akan menjadi instrumen kebijakan untuk mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan. Kemudian Kementerian Koperasi dan UKM sedang dalam upaya memperketat pengawasan dan penjaminan simpanan di koperasi sehingga masyarakat dan anggota koperasi semakin merasa aman menyimpan dan berinvestasi di koperasi.

Sementara Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko mengingatkan, masyarakat fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal yang berganti wajah menjadi koperasi simpan pinjam (KSP). Mereka mendirikan KSP padahal menerapkan cara kerja pinjol.”Memang disinyalir fintech ilegal itu berganti baju menjadi KSP. Itu sudah kami sampaikan waktu itu, kekhawatiran kami para pelaku yang legal terhadap fintech ilegal mencoba berganti baju, mencari celah hukum masuk ke koperasi,"ujarnya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengakui, pihaknya sering mendeteksi semakin banyaknya KSP yang diduga melakukan kegiatan fintech P2P lending atau pinjol. Indikasi itu terlihat dari KSP yang melanggar aturan dengan memberikan pinjaman kepada pihak di luar anggotanya."Coba saja lihat di aplikasi store, ada KSP yang terbuka selain dengan anggotanya, ini kita duga. Kami sudah menemukan KSP yang melakukan kegiatan ini," ujarnya. 

Selain itu, ada juga keanehan dari KSP yang terjadi di Bogor. KSP tersebut memperbolehkan anggotanya yang sudah membayar simpanan pokok dan wajib untuk memilih siapapun yang ingin berikan pinjaman melalui KSP-nya."Jadi mereka mengundang para pemodal dan dia bisa memilih siapa masyarakat yang mau dipinjamkan. Ini juga tentu bukan kegiatan koperasi. Kemudian ada juga yang membentuk rekening virtual, kami sudah minta Kemenkop dan UKM agar dilakukan tindakan," tuturnya.

Meski begitu Sunu menilai, kerjasama antara pinjol yang berizin dengan koperasi sebenarnya sangat baik. Pinjol yang berizin bisa memanfaatkan data anggota koperasi untuk memberikan bantuan pinjaman. Dari sisi pinjol diuntungkan menurunkan risiko pinjaman macet, dari sisi koperasi diuntungkan karena ada sumber pendanaan baru."Memang ada beberapa platform bekerjasama dengan koperasi. Koperasi ini kan kelompok yang lebih memudahkan fintech lending bekerjasama untuk mengidentifikasi peminjamnya. Ini sangat cocok, karena ini menurunkan risiko," tuturnya. bani

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH TEBAR SUBSIDI BUNGA DAN DISKON LISTRIK - Airlangga: Realisasi Stimulus UMKM Baru 26,4%

Jakarta-Di tengah upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus termasuk diskon biaya listrik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat…

Pemerintah Yakin Ekonomi akan Tumbuh Positif

  NERACA Jakarta – Pemerintah masih meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di tengah pandemi. Di kuartal I, ekonomi masih…

KALANGAN AKADEMISI DAN PENELITI SEPAKAT - RUU Ciptaker Berdampak Positif bagi Ekonomi RI

Jakarta-Kalangan akademisi dan peneliti sepakat, penyederhanaan perizinan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) kelak berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

PEMERINTAH TEBAR SUBSIDI BUNGA DAN DISKON LISTRIK - Airlangga: Realisasi Stimulus UMKM Baru 26,4%

Jakarta-Di tengah upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus termasuk diskon biaya listrik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat…

Pemerintah Yakin Ekonomi akan Tumbuh Positif

  NERACA Jakarta – Pemerintah masih meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di tengah pandemi. Di kuartal I, ekonomi masih…

KALANGAN AKADEMISI DAN PENELITI SEPAKAT - RUU Ciptaker Berdampak Positif bagi Ekonomi RI

Jakarta-Kalangan akademisi dan peneliti sepakat, penyederhanaan perizinan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) kelak berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.…