Gubernur: Sumsel Terus Berupaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

NERACA

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan menambah produksi dan kualitas.


“Sekarang Sumsel termasuk penghasil lima besar pangan nasional dan itu akan ditingkatkan lagi,” kata gubernur di Palembang, Selasa (7/7).


Upaya meningkatan kualitas dan jumlah produksi pangan itu antara lain melalui perluasan tanam. Apalagi PT Agro Industri Nasional (Agrinas) akan meningkatkan ketahanan pangan, bionenergi, dan konservasi dan restorasi karbon di Indonesia termasuk Sumsel. Gubernur menyambut baik hal tersebut terutama untuk kepentingan daerah dan masyarakat Sumsel baik daerah maupun nasional.


Terkait dengan hal tersebut, Herman Deru mengatakan bahwa fasilitas dan sumber daya alam yang ada di Sumsel sangat mendukung. Oleh karena itu Pemprov Sumsel sangat mendukung untuk dilakukan menerapkan berbagai program yang ada dalam hal pangan.


Bahkan Sumsel telah memiliki SDA yang memadai dalam hal pangan. Namun diminta bahwa pihak Agrinas juga berkontribusi dalam hal pembangunan SDM yaitu dengan hal membentuk mental dan edukasi."Saya ingin Agrinas bekerjasama dengan Sumsel, memanfaatkan potensi alam yang ada," katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa Sumsel memiliki lahan gambut kurang lebih 1,4 juta hektare yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan. Dalam mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga telah mengucurkan dana Rp45 miliar untuk dibagikan kepada 10 kabupaten rawan Karhutla.


Selain itu, dengan adanya kerja sama ini juga diharapkan akan mengoptimalkan pengendalian Karhutla dengan mengelola lahan gambut."Saya mendukung apapun program kerja dalam hal konservasi atau pun program lainnya. Asalkan hal tersebut untuk kepentingan masyarakat bahkan Sumsel juga memiliki potensi energi terbarukan," ujarnya.


Direktur Konservasi PT Agro Industri Nasional (Agrinas), Glory Harimas Sihombing mengatakan, pihaknya telah memiliki Puslitbangdiklat khusus yang terletak di Bekasi.”Puslitbangdiklat itu dipergunakan sebagai pusat edukasi dan training SDM yang ada,” tambah dia. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…