Cadangan Devisa Suport Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu (8/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 89,09 poin atau 1,79% ke posisi 5.076,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 20,69 poin atau 2,67% menjadi 796,59.”Pasar sangat mengapresiasi terjadinya kenaikan cadangan devisa RI per Juni menjadi US$ 131,7 miliar dari US$ 130,5 miliar sebelumnya. Di sisi lain, pasar juga mengapresiasi peran pemerintah dalam rangka memberikan stimulus penyaluran kredit sebesar Rp30 triliun yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendorong sektor riil," kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, sembilan sektor meningkat dimana sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 3,59%, diikuti sektor industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing 1,71% dan 1,21%. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor pertambangan yaitu minus 0,11%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp78,31 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 694.557 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,84 miliar lembar saham senilai Rp9,27 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 174 saham menurun, dan 174 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia sore kemarin antara lain indeks Nikkei ditutup melemah 176,04 poin atau 0,78% ke 22.438,65, indeks Hang Seng naik 153,52 poin atau 0,59% menjadi 26.129,18, dan indeks Straits Times menguat 8,07 poin atau 0,3% ke 2.669,49.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 4,17 poin atau 0,08% ke posisi 4.991,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,1 poin atau 0,14% menjadi 776,99.”Mempertimbangkan sentimen global dan domestik IHSG diperkirakan cenderung melemah, menguji critical area 4.900-4.950 pada hari ini," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 1,51%, S&P500 melemah 1,08%, dan Nasdaq turun 0,86%. Bursa saham AS terkoreksi karena aksi ambil untung usai menguat sepekan terakhir. Dari dalam negeri, penurunan corporate family rating (CFR) serta peringkat obligasi tiga badan usaha milik negara (BUMN) dan anak usahanya oleh lembaga pemeringkat internasional Moodys, berpotensi memicu pelemahan IHSG.

BERITA TERKAIT

Mie Sedaap Selection Ala Korea Siap Temani Harimu

Melihat Siwon Choi, sang brand ambassador mi instan pedas ala Korea dari Mie Sedaap. Tentunya, masyarakat Indonesia sudah tidak asing…

Aneka Gas Bukukan Pendapatan Rp 1,03 Triliun

NERACA Jakarta – Kendati tren permintaan gas bagi para pelaku usaha terus tumbuh, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pencapaian kinerja…

WSKT Catatkan Kontrak Baru Rp 8,13 Triliun

NERACA Jakarta –Meski tengah diterpa dampak dari pandemi Covid-19, namun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih memperoleh kontrak baru.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Mie Sedaap Selection Ala Korea Siap Temani Harimu

Melihat Siwon Choi, sang brand ambassador mi instan pedas ala Korea dari Mie Sedaap. Tentunya, masyarakat Indonesia sudah tidak asing…

Aneka Gas Bukukan Pendapatan Rp 1,03 Triliun

NERACA Jakarta – Kendati tren permintaan gas bagi para pelaku usaha terus tumbuh, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pencapaian kinerja…

WSKT Catatkan Kontrak Baru Rp 8,13 Triliun

NERACA Jakarta –Meski tengah diterpa dampak dari pandemi Covid-19, namun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih memperoleh kontrak baru.…