Pasar Lokal Lesu Bikin Surya Pertiwi Merana

NERACA

Jakarta – Pandemi Covid-19 dirasakan betul dampaknya terhadap kinerja keuangan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Pasalnya, lesunya geliat ekonomi juga berimbas pada sepinya permintaan pasar properti dan termasuk produk turunannya seperti yang diproduksi perseroan. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin, perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 6,37% menjadi Rp 542,04 miliar hingga Maret 2020 dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 578,91 miliar.

Perseroan menjelaskan, pelemahan penjualan lokal menjadi faktor utama penekan kinerja Januari-Maret tahun ini. Penurunan penjualan diikuti dengan peningkatan beban perseroan membaut laba neto Surya Pertiwi turun menjadi Rp 44,27 miliar hingga akhir Maret 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 65,92 miliar.

Disebutkan, penjualan lokal turun 6,65% menjadi Rp 479,08 miliar sampai Maret 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 513,22 miliar. Begitu juga dengan penjualan impor turun 5,86% menjadi Rp 52.52 miliar. Sedangkan pendapatan juga disumbangkan pendapatan sewa sebanyak Rp 10.43 miliar. Perseroan juga mencatat penurunan beban pokok pokok pendapatan sebanyak 8,08% menjadi Rp 398,56 miliar hingga kuartal I-2020, sehingga laba bruto perseroan menjadi Rp 143,48 miliar.

Sedangkan beban penjualan dan administrasi tumbuh masing-masing naik 39,26% dan 9,93%. Perseroan juga mengalami kerugian selisih kurs sebanyak Rp 1,06 miliar dan beban bunga pinjaman juga naik menjadi Rp 1,29 miliar. Sejumlah tekanan tersebut dan setelah dikurangi pajak, laba neto perseroan tergerus menjadi Rp 44,27 miliar, dibandingkan kuartal I-2020 sebanyak Rp 65,92 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan hingga Maret 2020 berjumlah Rp 3,14 triliun, yaitu terdiri atas aset lancar Rp 1,20 triliun dan aset tidak lancar senilai Rp 1,94 triliun. Sedangkan total liabilitas tercatat sebanyak Rp 1,41 triliun, meningkat hingga 13,71%. Sebelumnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar perseroan pada 12 Juni lalu telah menetapkan dividen tunai sebesar Rp 20 per saham yang dibayarkan bulan Juli 2020. Perseroan sebelumnya juga telah membagikan dividen interim senilai Rp 20 per lembar saham yang dibayarkan pada bulan Desember 2019.

Dengan demikian, total dividen final tahun buku 2019 adalah Rp 40 per saham, naik 5% dari tahun 2018 sejumlah Rp 36 per saham. Secara nilai, total dividen tahun tersebut sebesar Rp 108 miliar atau 49% dari laba bersih tahun buku 2019. Tahun ini merupakan tahun yang penuh tantangan dan sulit memprediksi pertumbuhan bisnis akibat wabah virus Covid-19 sehingga banyak faktor yang diluar kendali manajemen sehingga mempengaruhi kinerja perseroan pada tahun ini.

Di samping itu, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak pada produktivitas dan efisiensi perseroan akan menjadi tantangan untuk mempertahankan kinerja keuangan perseroan pada tahun 2020 ini. Kendati demikian, manajemen perseroan akan terus melakukan inovasi dan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan. Selain itu, laba bersih tahun ini akan terbantu oleh insentif pemerintah seperti penurunan harga gas dan penurunan tarif pajak.

 

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - SMF Tawarkan Tingkat Bunga Hingga 5,75%

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi dan…

Produksi CPO Dharma Satya Tumbuh 4,4%

NERACA Jakarta- Sepanjang tahun 2020 kemarin,  PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947…

Permintaan PCR Naik Lima Kali Lipat - DGNS Menuai Berkah di Libur Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan warganya melakukan tes swab bagi yang ingin berpergian jauh baik lewat darat, laut…