Pendapatan ABM Investama Tumbuh 11,62%

NERACA

Jakarta – Di kuartal pertama 2020, PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan pendapatan neto US$ 161,74 juta atau meningkat 11,62% (yoy) dibandingkan realisasi priode yang sama tahun lalu sebesar US$ 144,90 juta. Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menyebutkan, sebagian besar pendapatan neto ABMM berasal dari segmen kontraktor tambang dan tambang batubara sebesar US$ 123,18 juta.

Selain itu, perseroan juga memperoleh pendapatan neto dari bisnis jasa logistik dan sewa kapal sebesar US$ 23,20 juta. Beban pokok pendapatan ABMM juga meningkat di kuartal I-2020 sebesar 8,50% (yoy) menjadi US$ 133,19 juta. Pada kuartal I-2019, beban pokok pendapatan emiten ini berada di level US$ 122,75 juta.  Di sisi lain, ABMM mengalami penurunan beban penjualan, umum, dan administrasi sebesar 1,10% (yoy) dari US$ 12,64 juta di kuartal I-2019 menjadi US$ 12,50 juta di kuartal I-2020.

Biaya keuangan perseroan juga menyusut sebesar 9,93% (yoy) dari US$ 10,17 juta di kuartal I-2019 menjadi US$ 9,16 juta di kuartal I-2020. Hasil tersebut membuat ABMM mencetak laba bersih sebesar US$ 1,79 juta di kuartal I-2020, padahal di periode yang sama di tahun lalu emiten tersebut menderita rugi bersih sebesar US$ 199.756.

Liabilitas ABMM tercatat sebesar US$ 650,42 juta di kuartal I-2020 atau naik 6,79% (qoq) dibandingkan liabilitas di akhir tahun 2019 sebesar US$ 609,03 juta. Di sisi lain, ekuitas perusahaan tambang batubara ini berkurang 2,34% (qoq) dari US$ 245,19 juta di akhir 2019 menjadi US$ 239,45 juta di kuartal I-2020. Adapun total aset ABMM per kuartal I-2020 sebesar US$ 889,80 juta. Jumlah ini meningkat 4,16% (qoq) dari nilai aset di akhir tahun 2019 sebesar US$ 854,22 juta.

Mempertimbangkan masih berlanjutnya tren penurunan harga batu bara dan juga pandemi Covid-19, perseroan akan terus mengevaluasi strategi bisnis dan mengoptimalkan bisnis yang sudah berjalan. ABM sebagai perusahaan induk, terus memacu pertumbuhan yang sehat dari seluruh entitas anak usahanya, seperti menambah kontrak life of mine melalui anak usaha PT Cipta Kridatama (“CK”), meningkatkan volume produksi batu bara melalui anak usaha PT Reswara Minergi Hartama (“Reswara”), serta meningkatkan cadangan batu bara dengan menambah konsesi batu bara.

Keseluruhan strategi ini terus dijalankan sebagai upaya untuk mencatatkan kinerja yang positif terlebih akibat dampak tekanan pandemi Covid-19 baik secara nasional dan global yang sangat berpengaruh terhadap industri batu bara.”ABM memiliki bisnis model dari hulu ke hilir yang semakin efisien, kami akan terus meningkatkan penerapan Mining Value Chain, dengan melaksanakan sinergi antar anak usaha dan fokus ke pengoptimalan produtivitas anak perusahaan, dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi tahun ini,” kata Andi Djajanegara, Direktur Utama ABM.

 

 

BERITA TERKAIT

Bank BTN Pimpin 40% Pasar KPR di Indonesia

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memberikan komitmen akan mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah dengan proses yang mudah dan…

Perkuat Modal, Bekasi Fajar Absen Bagikan Dividen

Dalam rangka memperkuat modal dalam ekspansi bisnisnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk memutuskan…

Cegah Stunting dan Anemia - I Fit Sereal Ikan Jadi Inovasi Makanan Laut Terbaik

Peduli pada pencegahan gizi buruk atau stunting, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) sebuah organisasi internasional berbasis di Swiss yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank BTN Pimpin 40% Pasar KPR di Indonesia

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memberikan komitmen akan mempermudah masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah dengan proses yang mudah dan…

Perkuat Modal, Bekasi Fajar Absen Bagikan Dividen

Dalam rangka memperkuat modal dalam ekspansi bisnisnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk memutuskan…

Cegah Stunting dan Anemia - I Fit Sereal Ikan Jadi Inovasi Makanan Laut Terbaik

Peduli pada pencegahan gizi buruk atau stunting, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) sebuah organisasi internasional berbasis di Swiss yang…