Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA

Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex hanya membagikan dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 1 per saham. Diman secara total nilai dividen ini mencapai Rp 20,45 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan SRIL, Welly Salam, jumlah dividen yang dibagikan dan rasio pembayarannya tidak sebesar tahun sebelumnya. Dimana keputusan pembagian dividen sendiri telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Keputusan besaran dividen yang lebih kecil diambil karena Sritex memandang perlu untuk menjaga likuiditas dengan memperkuat ekuitas pada masa pandemi ini. “Kami percaya dengan menjaga tingkat ekuitas yang cukup kuat, Sritex akan memberikan hasil yang maksimal pada tahun 2020 ini," ungkap Welly.

Asal tahu saja, jumlah dividen yang Sritex bagikan dari tahun buku 2018 adalah sebesar Rp 61,35 miliar atau Rp 3 per saham. Dividen ini memiliki rasio pembayaran sekitar 5% dari laba bersih. Sebagai informasi, SRIL berhasil memperoleh laba bersih US$ 87,65 juta pada 2019. Jumlah ini naik 3,7% dibanding laba bersih tahun 2018 yang sebesar US$ 84,56 juta.

Sementara itu, realisasi laba bersih SRIL pada 2018 meningkat 24,2% dibandingkan laba bersih 2017 yang sebesar US$ 68,03 juta. Di tengah pandemi Covid-19, perseroan optimis masih bisa mencapai target pertumbuhan kinerja di rentang 6%-8%. Apalagi, tingkat utilisasi produksi SRIL sudah di atas 90%. Hampir penuhnya utilisasi produksi ini terjadi pada semua divisi bisnis SRIL, yaitu benang (spinning), kain mentah (weaving), kain jadi (finishing), dan pakaian jadi (garmen).

SRIL memiliki kapasitas produksi spinning sebanyak 1,15 juta bales benang, weaving 180 juta meter kain mentah, finishing 240 juta yard fabric, dan garmen 32-35 juta potong setiap tahunnya. Di kuartal pertama 2020, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan tipis dari sisi laba bersih sebesar 0,62% dari posisi US$28,05 juta menjadi US$28,22 juta.

Meski begitu, laba bersih per saham atau earning per share yang akan dibagikan pada kuartal pertama tidak berbeda dari kuartal sebelumnya yakni US$0,0014. Sritex mengalami penurunan tipis dari sisi penjualan sebesar 0,07% dari posisi US$316,85 juta pada kuartal pertama tahun 2019 menjadi US$316,61 juta pada periode yang sama tahun ini.

Penjualan ekspor masih menopang lini bisnis perseroan yakni 59,74%, disusul oleh pendapatan dari penjualan lokal sebesar 40,26% dari total omzet. Berdasarkan geografisnya, penjualan ekspor di pasar Asia mendominasi sekitar 35,13%, diikuti dengan pasar ekspor di Eropa sebesar 9,14% dari total penjualan. Pendapatan dari segmen pemintalan berkontribusi besar terhadap pendapatan yakni sebesar 44,13%, disusul oleh konveksi sekitar 24,54% dari total pendapatan.

Adapun, beban pokok penjualan emiten berkode saham SRIL tersebut naik tipis 2,2% menjadi US$257,58 juta, bersamaan dengan itu selisih kerugian kurs perseroan meningkat 176,27% dari posisi US$201,59 ribu menjadi US$556,93 ribu pada kuartal I/2020. Di samping itu, perseroan mengalami pertumbuhan total aset 1,74% menjadi US$1,59 miliar dibandingkan dengan periode akhir tahun 2019. Kas dan setara kas perseroan pun terpantau naik 18,33% jika dibandingkan dengan kuartal I/2019 pada posisi US$134,86 juta menjadi US$159,59 juta pada kuartal I/2020.

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…