Optimisme Investor Nyaris Kerek IHSG Tembus 5000

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/7) awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat dan ditutup nyaris menembus level 5.000. Berdasarkan data BEI, pergerakan IHSG berakhir di level 4.988,87 dengan penguatan 0,3% atau 15,07 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan indeks bahkan sempat berlanjut menembus level 5.000 pada awal perdagangan Senin. Sepanjang perdagangan Senin awal pekan ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.973,49 – 5.009,34. Sebanyak 7 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di teritori positif, dipimpin pertambangan (+1,45%) dan pertanian (+0,99%). Adapun, sektor properti dan infrastruktur masing-masing turun 0,55% dan 0,32%, sedangkan sektor barang konsumer stagnan. Tercatat 226 saham menguat, 185 saham melemah, dan 158 saham berakhir stagnan.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah ditutup menguat 32 poin atau 0,22% ke level Rp14.490 per dolar AS, setelah berakhir di level Rp14.522 per dolar AS pada Jumat (3/7). Mayoritas indeks saham di Asia ikut menguat, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (+1,83%), Kospi Korea Selatan (+1,65%), S&P/NZX 20 Selandia Baru (+0,67%), dan Taiex Taiwan (+1,74%). Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China bahkan masing-masing melonjak lebih dari 5%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik tajam 3,81%.

Menurut analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji seperti dikutip bisnis.com mengatakan, hijaunya pergerakan IHSG awal pekan ini ditopang oleh optimisme para pelaku pasar akan beberapa data yang akan dirilis dalam waktu dekat. Beberapa di antara data tersebut seperti indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia per Juni yang diperkirakan naik dari level 77,8 menjadi 85 serta ISM non-manufacturing PMI Index Amerika Serikat naik menjadi 50,0 dari yang semula 45,4.”Hal tersebut memberikan optimisme bagi para pelaku pasar bahwa kinerja fundamental perekonomian akan membaik meskipun pandemi Covid-19 masih belum berakhir,” tuturnya.

Selain itu, tambah Nafan, penguatan pasar Senin (6/7) juga diwarnai oleh sentimen positif yang mana pasar mengapresiasi kenaikan peringkat Indonesia oleh Bank Dunia dari lower middle income country menjadi upper middle income country. Sementara pada awal perdagangan, IHSG menguat 33,81 poin atau 0,68% ke posisi 5.007,6. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 7,1 poin atau 0,92% menjadi 778,06.”Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menantikan rilis consumer confidence periode Juni. Diperlonggarnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan meningkatkan consumer confidence Indonesia pada periode Juni," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah seiring dengan antisipasi data neraca perdagangan dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Sepanjang pekan lalu, indeks-indeks di Wall Street cenderung bergerak menguat. Rilis data pengangguran dan data ketenagakerjaan non pertanian yang berada diatas ekspektasi konsensus, menjadi sentimen positif bagi indeks-indeks di Wall Street.

Meski demikian, penguatan tersebut dibayangi oleh perkembangan jumlah kasus positif Covid-19 baru yang terkonfirmasi di beberapa negara bagian AS. Sama seperti Wall Street, IHSG juga cenderung bergerak menguat menguji level resisten di kisaran 5.000-5.020 pada pekan lalu. Penguatan saham-saham industri dasar terutama yang berada pada subsektor unggas dan kertas menopang penguatan IHSG.

Selain saham industri dasar, saham-saham sektor perbankan juga bergerak menguat sepanjang minggu lalu. Penguatan tersebut merupakan respon terhadap PMK Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Mempertimbangkan sentimen diatas, IHSG diperkirakan masih akan menguat dan menguji resisten di kisaran level 5.000 di awal pekan ini.

Bursa saham regional Asia Senin (6/7) antara lain indeks Nikkei dibuka menguat 291,44 poin atau 1,31% ke 22.597,92, indeks Hang Seng naik 463,63 poin atau 1,83% ke 25.836,75, dan indeks Shanghai menguat 93,46 poin atau 2,96% ke 3.246,27. bani

BERITA TERKAIT

PEMERINTAH TEBAR SUBSIDI BUNGA DAN DISKON LISTRIK - Airlangga: Realisasi Stimulus UMKM Baru 26,4%

Jakarta-Di tengah upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus termasuk diskon biaya listrik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat…

Pemerintah Yakin Ekonomi akan Tumbuh Positif

  NERACA Jakarta – Pemerintah masih meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di tengah pandemi. Di kuartal I, ekonomi masih…

KALANGAN AKADEMISI DAN PENELITI SEPAKAT - RUU Ciptaker Berdampak Positif bagi Ekonomi RI

Jakarta-Kalangan akademisi dan peneliti sepakat, penyederhanaan perizinan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) kelak berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

PEMERINTAH TEBAR SUBSIDI BUNGA DAN DISKON LISTRIK - Airlangga: Realisasi Stimulus UMKM Baru 26,4%

Jakarta-Di tengah upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus termasuk diskon biaya listrik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat…

Pemerintah Yakin Ekonomi akan Tumbuh Positif

  NERACA Jakarta – Pemerintah masih meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh positif di tengah pandemi. Di kuartal I, ekonomi masih…

KALANGAN AKADEMISI DAN PENELITI SEPAKAT - RUU Ciptaker Berdampak Positif bagi Ekonomi RI

Jakarta-Kalangan akademisi dan peneliti sepakat, penyederhanaan perizinan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) kelak berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.…