5 Strategi Usaha UMKM Perikanan

NERACA

Jakarta – Ditengah-tengah menjalani Work from Home dan pembatasan sosial berskala besar maka tidak sedikit yang membuka usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dibidang perikanan.

Director at Global Reliance International (PT. GRI), Syamsul Arifin mengakui bahwa pandemi menyebabkan konsumen memilih makanan praktis dan siap santap.

“Masyarakat yang menjalani Work from Home dan pembatasan sosial berskala besar membuka peluang usaha delivery makanan, sehingga pelaku usaha yang tidak memiliki rumah makan atau resto tetap bisa berjualan,” ujar Syamsul.

Syamsul menyarankan, UPI skala mikro kecil memerlukan pengembangan skala usaha untuk meningkatkan produksi guna memenuhi permintaan pasar. “Harapannya bisa mengingatkan kembali tentang lima strategi dalam memulai pengembangan usaha kelautan dan perikanan, yakni product, price, place, promotion dan people,” harap Syamsul.

Saat memulai bisnis kelautan dan perikanan, sambungnya, pelaku usaha harus memperhatikan produk yang diinginkan dan disukai konsumen.

“Pilihlah produk olahan perikanan yang dapat masuk ke pasar secara umum. Dan jangan takut membuat riset resep dan rasa produk dengan melakukan tes produk ke keluarga, orang terdekat dan beberapa orang tidak dikenal. Bila pendapat jujur mereka, rata-rata bilang enak nah baru siap dijual,” terang Syamsul.

Langkah lainnya, kata Syamsul adalah melakukan survey secara komprehensif untuk menentukan tempat jualan (lapak). Syamsul juga mengingatkan untuk melakukan promosi dengan membuat nama merek/brand yang keren dan mudah diingat konsumen.

"Selanjutnya promosikan merek produk tersebut melalui berbagai platform saluran iklan baik yang berbayar maupun gratis," ujar Syamsul.

Menurut Syamsul, sedangkan yang dimaksud ‘people’ adalah semua pelaku (pegawai dan pemilik usaha) harus memainkan peran penting dalam bisnis, sehingga bisa mempengaruhi persepsi pembeli. Etos kerja dan pelayanan terhadap pelanggan baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap pemasaran suatu produk.

“Pelaku usaha dengan performa yang tinggi akan menjaga konsistensi produk sehingga konsumen puas dan loyal,” jelas Syamsul.

Sebelumnya, Program and Partnership Business Division Bank BRI, Djoko Purwanto menilai kartu Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) sangat membantu lembaga perbankan guna mengetahui profil pelaku usaha kelautan dan perikanan. Menurutnya, selain sebagai identitas tunggal, baik individu maupun korporasi, kartu KUSUKA juga dapat menjadi database program perlindungan dan pemberdayaaan, termasuk didalamnya pemberian modal kerja, baik melalui KUR maupun non-KUR.

"Kartu KUSUKA menjadi sangat penting, karena perbankan menjadi lebih percaya dalam menyalurkan KUR," kata Djoko saat mengisi materi di forum tersebut.

Tak hanya itu, adanya profil pelaku usaha tersebut memudahkan BRI menyusun pembiayaan yang tepat sebagaimana profil pelaku. Sehingga unit cost yang dibutuhkan pelaku usaha bisa diberikan sesuai dengan kebutuhannya, berikut struktur, syarat dan pola pembiayaan bisa disesuaikan dengan pola usaha perikanan, apakah musiman atau bulanan.

Senada, BNI juga akan memberikan pola pembiayaan yang menjadi kebutuhan dari para nelayan dan petambak. Bahkan, Group Head Goverment Program Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI, Chandra Bagus Sulistyo menyebut pihaknya siap berkolaborasi dengan menyediakan market place penjualan hasil tangkapan/panen dan kebutuhan melaut serta usahanya. Selain itu BNI juga menyiapkan aplikasi untuk mempermudah proses produksi, dan memberikan pendampingan kepada nelayan.

"BNI mencoba untuk melakukan kolaborasi dengan beberapa start up. Tujuannya untuk memberikan tools dan ekosistem sehingga membantu nelayan/petambak meningkatkan produktivitasnya. Saat ini BNI telah melakukan sinergi dengan start up Aruna, FisTx, dan FishON," urai Chandra.

Sementara Senior Vice President Bank Mandiri, Nila Mayta Dwi Rihandjani menjabarkan strategi inovasi penyaluran KUR sektor KP dengan mengembangkan klaster–klaster tertentu berbasis pengembangan masyarakat (community development). Dijelaskannya, Bank Mandiri telah membagi 4 klaster, di antaranya budidaya perikanan seperti udang vaname di Muara Gembong, Bekasi yang bekerjasama dengan Lembaga Masyarat Desa Hutan (LMDH) dan Perum Perikanan Indonesia sebagai off-taker.

Berikutnya klaster perikanan tangkap seperti yang dilakukan di Lamongan, Madura, dan Cirebon bekerjasama dengan PT. Kelola Mina Laut sebagai off-taker. Klaster ketiga ialah pengolahan hasil perikanan, yakni pembuatan dan pengembangan produk KUR melalui skema kerjasama dengan Perusahaan dan UMKM yang bergerak pada Pengolahan Hasil Perikanan. Tujuannya agar ada kepastian bagi nelayan bahwa hasil tangkapannya dibeli dan diolah dengan nilai yang lebih baik.

Terakhir, klaster pergaraman, yakni pembuatan dan pengembangan produk KUR skema kerjasama dengan perusahaan dan UMKM terkait untuk produksi garam di Madura dan Cirebon.

Nila menambahkan, pihaknya pun membangun pola value chain, dimana ada kerjasama antara Bank Mandiri dengan perusahaan inti sebagai off taker dan juga dengan debitur KUR. Bahkan, saat ini Bank Mandiri menyiapkan aplikasi Instant Approval KUR yang masih dalam proses pengembangan bernama LMS (Loan Micro Sales atau Mikro Kredit Sales). Aplikasi ini nantinya memudahkan mekanisme penyaluran kredit menggunakan smartphone sebagai inovasi mempercepat proses penyaluran KUR kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Jadi disini ada mutual benefit dimana si debitur KUR mendapatkan penyaluran bantuan dan penyaluran kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka," jelas Nila.

 

 

 

BERITA TERKAIT

IKM Logam Dharmasraya Topang Produktivitas Petani Sawit dan Karet

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) logam di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Pengembangan…

Pemerintah Mendorong Peran Industri Smelter Nikel

Jakarta - Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi ini diyakini dapat memberikan…

Di Sulawesi Utara, Pertamina Sosialisasikan Program Kemitraan

NERACA Makassar - Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup besar oleh pandemi Covid-19. Lokasi kunjungan pariwisata yang…

BERITA LAINNYA DI Industri

IKM Logam Dharmasraya Topang Produktivitas Petani Sawit dan Karet

NERACA Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) logam di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Pengembangan…

Pemerintah Mendorong Peran Industri Smelter Nikel

Jakarta - Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri. Kebijakan hilirisasi ini diyakini dapat memberikan…

Di Sulawesi Utara, Pertamina Sosialisasikan Program Kemitraan

NERACA Makassar - Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup besar oleh pandemi Covid-19. Lokasi kunjungan pariwisata yang…