Pendapatan Inocycle Tumbuh 21,45%

NERACA

Jakarta - Di kuartal pertama 2020, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) membukukan pendapatan sebesar Rp 133,6 miliar atau tumbuh 21,45% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 110 miliar. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, tren penggunaan bahan daur ulang disinyalir menjadi pendorong kenaikan pendapatan perseroan.

Kata Direktur Inocycle Technology Group, Victor Choi, meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan tren penggunaan bahan daur ulang dalam gaya hidup, dipercaya mendorong penjualan Inocycle. Dirinya menambahkan, meski meraih peningkatan volume penjualan, laba dari penjualan perseroan di kuartal pertama lebih kecil dibanding periode sama tahun lalu akibat tekanan dari harga global.

Disampaikannya, tekanan dari ekonomi global turut berimbas kepada penurunan laba perusahaan yang mendaur ulang sampah botol plastik menjadi serat daur ulang ini. Perseroan mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 31,1 miliar dari sebelumnya mencetak laba bersih sebesar Rp 10,95 miliar. “Tekanan dari ekonomi global turut berimbas kepada penurunan laba INOV yang memperoleh kerugian dari selisih kurs asing,” kata Victor.

Untuk memperkuat bisnis, lanjut Victor, perseroan akan mengembangkan produk-produk lain yang berasal dari pemanfaatan daur ulang sampah botol plastik menjadi serat yaitu Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF). Hal tersebut ditujukan agar mendapatkan nilai tambah produk seperti masker non-woven dan aksesoris lainnya.

Victor berharap dengan berubahnya pola pikir masyarakat atas kesadaran bahwa penggunaan barang dari bahan daur ulang adalah hal yang baik, selain mendatangkan manfaat bagi perseroan juga ikut menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain, Inocycle berhasil meraih sertifikasi sustainability yang diberikan oleh The Planet Mark, sebuah program sertifikasi terhadap komitmen pengembangan yang berkelanjuta. Kriteria sertifkasi tersebut meliputi aspek-aspek ESG yaitu environment, social, dan governance yang mana ketiga aspek ini menjadi standar bagi investor dengan fokus keberlanjutan dalam menentukan investasi.

Menurutnya, bisnis inti perseroan yang bergerak dalam bisnis daur ulang sampah botol plastik (PET) yang bertujuan menciptakan nilai ekonomi dari sampah, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan, dapat dilihat sebagai aksi nyata penerapan komitmen dalam pemenuhan aspek lingkungan. “Penting bagi perseroan dalam mendapatkan sertifikasi ini, karena dapat menunjukkan Inocycle memiliki komitmen untuk menjalankan bisnis sesuai aspek-aspek ESG. Dengan diraihnyasertifikasi ini, INOV akan terus berupaya menerapkan aspek-aspek ESG guna mewujudkan nilai-nilai yang berkelanjutan,”ungkapnya.

 


BERITA TERKAIT

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…