Masa Pandemi Covid19, Waktunya Tepat Beli Properti?

 

NERACA

Jakarta – Masa pandemi covid19 membuat ekonomi melamah. Namun dibalik krisis yang terjadi, ada peluang yang bisa diambil dan dimanfaatkan. Salah satunya di bidang properti. Menurut General Manager Bintaro Jaya High Rise (BJHR) Arum Prasasti, di masa pandemi justru menjadi momen emas untuk membeli properti karena harganya yang cenderung stagnan.

 “Biasanya, memasuki semester 2, harga properti sudah melonjak jauh, tapi karena pandemi harga cenderung stabil, selain itu, banyak promosi yang diberikan oleh developer dan juga bank,” ujar Arum saat Diskusi Online di Jakarta, Jumat (3/7).

Menurut dia, momen pandemi ini menjadi momen terbaik untuk berinvestasi di properti, karena masa perlambatan pertumbuhan ekonomi ini tidak akan lama. Apalagi di masa pandemi yang dampaknya sampai ada pembatasan perkumpulan skala besar, artinya ini menjadi alasan kuat untuk tidak melangsungkan pesta resepsi, tapi langsung mengalokasikannya menjadi properti atau hunian yang bisa ditinggali sendiri atau bahkan disewakan.

Disamping itu, Arum menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tatkala akan membeli properti. Selain dari sisi lokasi, fasilitas juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. “Yang penting juga alamatnya karena nanti bisa dibanggain. Selain itu, juga pengembangnya, status sertifikat huniannya. Kalau di Jaya Real Property, kita ini anggota Real Estate Indonesia (REI) dari 1979. Bahkan di saat pandemi, apartemen Emerald akan menyerahkan unit nya di Agustus,” katanya.

Financial Planner dari ZAP Finance Prita Ghozie menyatakan persetujuannya bahwa aset properti itu sifatnya jangka panjang. “Berinvestasi di sektor properti akan mendapatkan aset hingga nantinya akan memberikan keuntungan di masa depan,” katanya. Dalam diskusi virtual tersebut, membahas hemat pernikahan untuk investasi di masa depan di masa covid19.

Prita menyajikan data bahwa untuk menggelar pesta pernikahan untuk tamu undangan 1.000 orang dibutuhkan dana sekitar Rp500 juta. “Itu konsep yang sederhana. Namun kalau yang mau mewah dengan tamu undangan hingga 1.000 orang dibutuhkan dana hingga Rp2 miliar. Dimasa pandemi ini, jutsru dana itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan investasi, karena pernikahan itu tak hanya berbicara pestanya saja namun juga kehidupan setelahnya,” jelasnya.

Apartemen Emerald Bintaro, Bintaro Plaza Residences, The Accent, Silk Town dan CORE Cipete merupakan produk dari BJHR. Di tengah pandemi ini, BJHR memiliki penawaran spesial khusus untuk konsumen, diantaranya adalah subsidi DP, angsuran mulai dari 1 jutaan, free service charge, free furnished, diskon s/d 20%, hingga cash keras angsur 20 tahun. 

“Ada beberapa teman yang tetap resepsi dengan menaati protokol, tapi jujur saja aku masih takut untuk menghadiri acara massa. Namun ada juga sih teman-teman yang akhirnya melaksanakan akad saja di KUA atau jadinya melakukan pernikahan virtual, kalau dari cerita mereka, lumayan uangnya bisa ditabung dan diinvestasikan”, ujar Artis Ditto.  

“Semenjak menikah, apalagi sudah memiliki anak, kita jadi semakin paham dan mawas terhadap manajemen keuangan, karena berkeluarga itu banyak biayanya, makanya kita juga aktif mengedukasi teman-teman lewat konten-konten kita salah satunya mengenai investasi”, tambahnya.

BJHR melihat saat ini tidak ada urgensi untuk melakukan pemborosan dan pelaksanaan acara massal, menimbang kasus positif COVID-19 yang jumlah hariannya masih meningkat dan juga kepastian kapan berakhirnya pandemi ini, sehingga sikap berjaga-jaga masih sangat perlu diperhatikan. “BJHR ini adalah gabungan 5 produk condominium milik JRP, kami memiliki produk yang bervariasi, dan tentunya menyesuaikan kebutuhan konsumen yang berbeda-beda, range harganya juga beragam”, ujar Arum.

“Akan lebih menguntungkan kalau kita berhemat di resepsi karena memang riskan dilakukan di masa pandemi ini, kemudian berinvestasi, setelah akad nikah bisa langsung menghuni properti baru untuk membina keluarga baru, sekaligus sudah memiliki aset yang nilainya juga akan selalu bertambah”, tambahnya.

BERITA TERKAIT

Proyek KPBU Jalan Non Tol Pertama, PII Kasih Penjaminan Proyek Jalan Lintas Sumsel

  NERACA Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII menandatangani perjanjian penjaminan untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan…

Gotong Royong UMKM jadi Kata Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Pandemi

    NERACA   Jakarta - Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat  pandemi COVID-19 yang belum usai,…

DPR Usul UMKM Bisa Akses Pembiayaan di Lantai Bursa

    NERACA   Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah mendorong otoritas keuangan dan pemerintah…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Makro

Proyek KPBU Jalan Non Tol Pertama, PII Kasih Penjaminan Proyek Jalan Lintas Sumsel

  NERACA Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII menandatangani perjanjian penjaminan untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan…

Gotong Royong UMKM jadi Kata Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Pandemi

    NERACA   Jakarta - Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat  pandemi COVID-19 yang belum usai,…

DPR Usul UMKM Bisa Akses Pembiayaan di Lantai Bursa

    NERACA   Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah mendorong otoritas keuangan dan pemerintah…