Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di pasar modal guna mendorong ekspansi bisnis tumbuh lebih pesat lagi. Berkah inilah yang membawa PT Satu Global Investama, advisor sekaligus perusahaan investasi di bidang pembiayaan IPO financing tengah menggandeng tiga perusahaan properti untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.

Calvin Lutvi, CEO dan Co Founder Satu Global Investama dalam siaran persnya di Jakarta, Jum’at (3/7) mengatakan, sektor properti yang mulai stabil dibuktikan dengan rebound-nya indeks emiten sektor properti April 2020 pada posisi 286 walaupun belum kembali ke posisi awal tahun. “Kami optimis akan terus naik dan mencapai posisi awal tahun dan bahkan mungkin lebih. Karena itu, di tengah pandemi ini kami berhasil menggandeng tiga perusahaan properti ini untuk melantai di bursa tahun 2020,”ujarnya.

Menurutnya, faktor pendorong lain berpeluangnya pertumbuhan pasar properti adalah pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25% serta tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility menjadi masing-masing 3,5% dan 5,0% turut menjadi katalis pendongkrak sektor properti. “Karena itu kami optimis bahwa ketiga perusahaan properti ini akan efektif melantai di pasar modal Indonesia pada 2020,”kata Calvin Lutvi.

Asal tahu saja, data BEI menunjukkan saham sektor properti berhasil bangkit dari posisi terburuknya pada akhir April lalu, di level 286. Sebelumnya, kinerja saham sektor properti dan konstruksi turun drastis dari posisi 503 pada awal 2020. Berdasarkan hal ini, Managing Director PT Satu Global Investama, Wiratama Adhitya optimis bahwa tiga perusahaan properti yang sudah digadang-gadang untuk melantai di bursa tahun 2020 akan tetap berjalan. Dia mengatakan, “Saat ini perusahaan terus menyiapkan seluruh proses administrasi atas rencana penawaran umum perdana ketiga perusahaan properti tersebut,” kata Wiratama.

Mengenai nama perusahaan properti yang akan melantai di bursa tahun 2020 ini, Wiratama belum mau membuka nama ketiga perusahaan ini ke publik. Disampaikannya, intinya ketiga perusahaan properti ini telah membuat target nominal raihan dana segar hingga Rp30 miliar saat IPO. Ketiga perusahaan yang akan melantai di bursa ini mempuyai fundamental yang solid. “Selain proyek yang masih berjalan, ketiga perusahaan properti itu juga sudah mempunyai landbank untuk pengembangan proyek ke depan.” ujar Wiratama.

Dia juga memaparkan, ketiga perusahaan tersebut berencana menggunakan dana hasil IPO tersebut sebagai tambahan untuk ekspansi usaha, pembelian lahan (landbank), serta akusisi proyek. Secara umum, sektor properti Indonesia mulai stabil. Hal ini karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang diharapkan bisa berdampak positif dan menggairahkan sektor properti Indonesia.

Kebijakan itu adalah Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2020 mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Semua pengembang menyambut aturan ini, karena ada potensi besar yang dapat mendorong kinerja keuangan emiten properti. PP Tapera yang disetujui pemerintah, akan mendatangkan permintaan ke sektor properti. Program Tapera ini akan menghimpun dana pekerja, baik PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan pekerja swasta, serta pekerja mandiri untuk pembiayaan perumahan.

Pekerja terdaftar atau peserta Tapera nantinya akan dikenakan iuran simpanan sebesar 3% dari gaji atau upah. Iuran yang dipotong dari gaji pekerja secara periodik itu akan dikembalikan setelah masa kepesertaan berakhir. Permintaan properti di pinggiran ibu kota akan semakin menggeliat sebagai dampak perubahan daya hidup akibat Covid-19, dari yang biasa ke mal kini banyak tinggal di rumah. Perumahan dengan harga Rp 300 juta pun makin banyak diburu pembeli.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…