Masuk Zona Hijau, Pendidikan di Kota Sukabumi Siap Berjalan - Sektor Perekonomian Akan Ada SE Baru

NERACA

Sukabumi - Semenjak diumumkannya Kota Sukabumi masuk dan menjadi satu-satunya zona hijau dalam leveling kewaspadaan covid-19 oleh Gugus Tugas Jawa Barat. Walikota Sukabumi Achmad Fahmi berharap tingkat kewaspadaan tetap akan dilakukan. Diantaranya tetap menjalankan protokol kesehatan ."Zona hijau bukan berarti bebas dari covid-19, melainkan harus tetap waspada," ujar Fahmi, Kamis (2/7).

 

Dalam zona hijau ini ada beberapa kegiatan yang akan bisa dilakukan. Seperti, menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara tetap muka di sekolah pada tahun pelajaran awal baru di bulan Juli ini. Namun, untuk tahap awal hanya setingkat sekolah menengah (SMP, SMA dan sederajat). Tapi lanjut Fahmi, tetap harus mengutamakan protokol kesehatan."Kita lihat evaluasi selama dua bulan, kalau keadaannya terkendali selanjutnya sistem tatap muka di sekolah diberlakukan bagi siswa SD dan sederajat. Setelah itu berlanjut ke tingkat TK dan PAUD,” jelasnya.


Untuk sistem kegiatan belajarnya tambah Fahmi, akan memberlakukan sistem shift dengan jumlah siswa yang hadir di kelas sebanyak 50 persen. Jadi para siswa bergiliran untuk belajar di sekolah secara tatap muka dan di rumah secara online."Kita akan coba sistem belajarnya dengan cara berlakukan dua shift," terangnya.


Sementara untuk sektor perekonomian kata Fahmi, pihaknya juga akan melonggarkan waktu jam operasional toko kembali semula. Namun untuk Tempat Hiburan Malam (THM) dan tempat wisata ungkap Fahmi, jam operasionalnya akan dibicarakan dulu saat rapat dengan Muspida."Kalau THM dan obyek wisata nanati akan dirapatkan dulu dengan musyawarah pimpinan daerah (Muspida)," akunya.


Ditempat terpisah Kepala Plt Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Didin Syarifudin mengungkapkan, masuknya zona hijau tentu saja akan ada perubahan jam operasional diluar penjual bahan pokok penting (bapokting). Seperti halnya untuk penjual pakaian yang semula dibatasi sampai dengan pukul 16.00, kini akan berakhir pada pukul 20.00, untuk pengusaha makanan waktunya sampai dengan pukul 23.00. Tapi kalau untuk pengusaha cafe dan kedai kopi waktunya tetap tidak berubah, yakni sampai dengan pukul 22.00, dan itu sesuai dengan permintaan dari pihak Polres."Yang lainya ada tambahan waktu jam operasionalnya, namun kalau untuk cafe dan kedai kopi waktunya tidak berubah," tuturnya.


Didin juga mengungkapkan, jika Surat edaran (SE) tentang jam operasioanal kegiatan perdagangan di Kota Sukabumi yang sudah diedarkan akan secepatnya dicabut, sebab akan ada surat edaran yang baru nantinya tentang pengaturan jam operasioanl seiring dengan zona hijau tersebut. Namun lanjut Didin, yang mengeluarkan surat edaran terbaru bukan lagi oleh Diskopdagrin Kota Sukabumi lagi. Melainkan, oleh pihak gugus tugas covid-19.

 

"Nanti SE yang lama akan diganti oleh Se yang baru dari Gugus Tugas Covid-19. Tapi yang jelas para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tetap harus mentatai protokol kesehatan," pungkas Didin. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Wom Finance Luncurkan Program Promo Merdeka Bunga Rendah Hingga 0%

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia, Wom Finance memberikan apresiasi kepada konsumen melalui Program Promo Merdeka untuk…

BLT Dana Desa Bakal Dongkrak Daya Beli Masyarakat Sumsel

NERACA Palembang - Bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa yang disalurkan ke masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) diyakini…

Bantu KUMKM Di Tengah Pandemi Covid-19, LPDB Gandeng Tiga Stakeholder BUMN

NERACA Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bekerja sama dengan tiga stakeholder BUMN,…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Wom Finance Luncurkan Program Promo Merdeka Bunga Rendah Hingga 0%

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia, Wom Finance memberikan apresiasi kepada konsumen melalui Program Promo Merdeka untuk…

BLT Dana Desa Bakal Dongkrak Daya Beli Masyarakat Sumsel

NERACA Palembang - Bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa yang disalurkan ke masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) diyakini…

Bantu KUMKM Di Tengah Pandemi Covid-19, LPDB Gandeng Tiga Stakeholder BUMN

NERACA Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) bekerja sama dengan tiga stakeholder BUMN,…