Sinergi BUMN Bentuk Holding Rumah Sakit

NERACA

Jakarta - PT Pertamina Bina Medika IHC melakukan penandatangan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat dengan 7 BUMN pemilik 7 PT Rumah Sakit BUMN di Mandiri Club Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Adapun ketujuh BUMN tersebut ialah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra, PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama, PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika, PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika, dan PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah.

Pengambilalihan saham bersyarat ini juga menandakan proses pembentukan dan bagian dari roadmap holding Rumah Sakit BUMN. Tahap awal roadmap pembentukan Holding RS BUMN telah dimulai sejak tahun 2019 dimana Pertamedika IHC telah memiliki saham mayoritas atas salah satu RS BUMN ternama yaitu RS Pelni. 

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada BUMN dalam sambutannya, “Terima kasih dan apresiasi bagi seluruh tim BUMN dan rumah sakit yang terlibat dalam pelaksanaan holding rumah sakit fase dua. Target saya sebelumnya yaitu Juni 2020 fase 2 telah dapat dicapai,” ucap Erick.

Lebih lanjut kata Erick, dimulai sejak saat ini Pertamedika selaku holding rumah sakit yang akan menempati peringkat 2 grup rumah sakit di Indonesia dan hampir tersedia 4500 tempat tidur. Fokus kita berikutnya adalah masuk ke fase transformasi dimana rumah sakit dan farmasi harus bisa berkolaborasi untuk dapat meningkatkan performa masing-masing perusahaan agar dapat menciptakan ekonomi bagi BUMN itu sendiri dan juga manfaat sosial di masyarakat. 

Senada dengan hal tersebut, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengungkapkan  bahwa penandatanganan ini wujud sinergi untuk membangun holding rumah sakit di Kementerian BUMN.

“Tujuannya ialah untuk menerapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di jaringan rumah sakit anggota holding seluruh Indonesia, dan hal itu identik dengan peningkatan pelayanan dan sekaligus meningkatkan keahlian para expert Emna.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat, mengatakan bahwa dua fase konsolidasi rumah sakit milik BUMN merupakan sinergi untuk membangun fondasi yang kuat dalam holding RS.

“Kami berkomitmen menyelesaikan fase ketiga dalam waktu dekat ini, sehingga nanti Indonesia Healthcare Corporation akan menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia”. “Value of Synergy & Value of Creation yang tercipta dalam proses konsolidasi ini akan menciptakan peluang besar pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dari Healthcare Industry Sector,” jelas Fathema.

Disisi lain, bersinergi tidak hanya dibidang kesehatan seperti rumah sakit tapi juga wajib dilakukan dibidang pangan demi menciptakan ketahanan pangan.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menyarankan sebaiknya Kementerian Pertanian (Kementan) harus terus melakukan pengembangan program ketahanan pangan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Meskipun kondisi saat ini bisa dibilang sulit karena Kementan sendiri mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar , namun pengembangan inovasi harus dilakukan dengan mengandalkan efisiensi anggaran yang terbatas.

“Saat ini, refocusing kegiatan dan Realokasi anggaran menjadi penting dalam rangka menghadapi musim tanam dan antisipasi krisis pangan. Namun anggaran Kementan mengalami efisiensi, sehingga perlu dirumuskan kebijakan yang tepat,” tutur Sudin.

Di sisi lain, kata Sudin, tantangan yang sedang dihadapi Indonesia adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat guna menjamin ketahanan pangan dan disisi lain juga berperan terhadap pemulihan ekonomi.

Artinya, dalam situasi ini pertumbuhan ekonomi rendah dan mengalami penurunan maka sektor pertanian harus didorong menjadi penggerak ekonomi nasional. Artinya, pertumbuhan pertanian harus lebih dipacu. “Pendapatan petani dan masyarakat pedesaan harus ditingkatkan agar daya beli rakyat terjaga,” saran Sudin.

Selain itu, dia menuturkan bahwa peningkatan cadangan pangan nasional untuk antisipasi kelangkaan pangan dan mendukung program bantuan pangan pokok dari pemerintah namun pemerintah juga harus menjamin produksi petani dapat diserap pasar sehingga petani memiliki rasa aman dalam memproduksi pangan.

“Jaminan sarana produksi & pemasaran hasil agar kegiatan usaha tani dan pemasaran berjalan lancar sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dan petani tidak mengalami kerugian,”tutur Sudin.

 

 

BERITA TERKAIT

IKM Butuh Terobosan untuk Mendongkrak Produktivitas

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk dapat…

Perluas Akses Energi, Pertamina Tambah 6 Pertashop di Kabupaten Bekasi dan Purwasuka

NERACA Bekasi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III terus memperluas akses energi untuk masyarakat desa di wilayah…

Pemerintah Perkuat Industri Bahan Baku Obat

NERACA Cilacap – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong kemandirian industri farmasi di tanah air karena…

BERITA LAINNYA DI Industri

IKM Butuh Terobosan untuk Mendongkrak Produktivitas

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk dapat…

Perluas Akses Energi, Pertamina Tambah 6 Pertashop di Kabupaten Bekasi dan Purwasuka

NERACA Bekasi - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III terus memperluas akses energi untuk masyarakat desa di wilayah…

Pemerintah Perkuat Industri Bahan Baku Obat

NERACA Cilacap – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk mendorong kemandirian industri farmasi di tanah air karena…