Indofarma Raup Laba Bersih Rp 7,96 Miliar

NERACA

Jakarta – Di kuartal pertama 2020, PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan penjualan bersih Rp 1,36 triliun atau turun 14,47% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 1,59 triliun. Namun demikian emiten farmasi ini mampu membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Rp 7,96 miliar. Padahal pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, INAF menanggung kerugian hingga Rp 32,74 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan mengungkapkan, bottom line yang menguat tidak lepas dari beban-beban yang mampu ditekan. Misalnya, beban pokok penjualan yang menurun 15,27% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,11 triliun. Penurunan ini meringankan laba bruto terkikis lebih dalam. Per kuartal I 2020, laba bruto INAF tercatat menurun 11,91% yoy menjadi Rp 250,36 miliar.

Selain itu, INAF juga menekan beban penjualan hingga 24,46% yoy menjadi Rp 117,48 miliar, serta menekan beban umum dan administrasi hingga 9,17% yoy menjadi Rp 110,7 miliar. Sehingga, di kuartal I 2020 ini Indofarma mampu mencatatkan kenaikan laba usaha, menjadi Rp 50,06 miliar dari sebelumnya Rp 25,3 miliar. Kenaikan laba usaha itu juga ditopang keuntungan lain-lain yang bertumbuh 45,91% yoy menjadi Rp 27,87 miliar.

Laba usaha yang meningkat mendorong INAF mencatatkan laba sebelum pajak menjadi Rp 9,75 miliar. Padahal sebelumnya INIAF merugi hingga Rp 25,3 miliar. Laba ini terkerek juga karena beban keuangan Indofarma berhasil ditekan hingga 20,78% menjadi Rp 40,59 miliar. Sementara dilihat dari asetnya, total aset INAF sepanjang kuartal I 2020 menyusut 4,16% dibanding akhir tahun 2019, menjadi Rp 1,38 triliun dari sebelumnya Rp 1,44 triliun. Liabilitasnya ikut terkikis 7,05% menjadi Rp 879 miliar.

Sementara, ekuitasnya terkerek menjadi Rp 504,94 miliar dari kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 496,65 miliar. Perseroan memproyeksikan pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,97 triliun dan laba Rp 8,9 miliar. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong kinerjanya tersebut. “Tahun 2020 rencana kami akan lebih fokus pada segmen penjualan reguler dan perbaikan collection,” kata Direktur Keuangan Indofarma, Herry Triyanto.

Dia menegaskan, tahun ini, perseroan akan lebih menggenjot kinerjanya pada segmen bisnis alat kesehatan. “Ekspansi bisnis untuk alat kesehatan yang kami targetkan mencapai Rp 300 miliar,” ujarnya. Sebelumnya, dalam meningkatkan bisnis alat kesehatan, perseroan menggandeng mitra dari luar negeri untuk memasarkan produknya di Indonesia.

 

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…