New Normal Wujud Kepastian Pemulihan Ekonomi

 

Oleh : Zakaria, Pengamat Sosial Ekonomi

New normal, tatanan baru sebuah kehidupan di era pandemi Covid-19. Tetap menjaga disiplin patuhi protokol kesehatan adalah kunci keberlangsungan masa depan bangsa. Tatanan kehidupan baru yang mengedepankan pada prinsip kedisiplinan diharapkan menjadi kepastian untuk mewujudkan pemulihan ekonomi.

Indonesia beberapa bulan yang lalu sempat suram. Begitu juga dengan Negara lain, di seluruh dunia. Hal ini adalah dampak dari adanya wabah Covid-19 yang sempat viral dan membuat seluruh warga dunia panik. Penjagaan terhadap kebersihan, kesehatan, serta daya tahan tubuh terus digencarkan.

Beberapa hari yang lalu, negeri ini mencoba bangkit kembali dengan dilaksanakan New Normal secara bertahap. Layaknya negara lain, tujuannya adalah untuk menormalkan seluruh sektor yang pernah meredup dan menjadi tidak normal.

Di antaranya mengenai sektor ekonomi, pendidikan, bahkan kesehatan. Penjagaan ketat terhadap alat atau protokol kesehatan selalu diupayakan. Berupaya agar bisa menjalankan kebiasaan baru, tetap beraktivitas di tengah masa pandemi ini.

Setelah bangsa Indonesia yang sekarang ini sedang berusaha keras untuk melaksanakan New Normal. Tentu saja ada harapan pula bagi bangsa agar bisa hidup layak, beraktivitas seperti sedia kala. Namun tetap melaksanakan dan mematuhi dengan memakai protokol kesehatan yang berlaku.

Negeri tanpa protokol kesehatan, akan menjadi ancaman baru yang lebih dahsyat. Pasalnya, tatanan new normal membuat seluruh masyarakat Indonesia sudah berani melakukan interaksi secara langsung di luar rumah. Tanpa protokol kesehatan yang harus dipatuhi, akan berdampak buruk.

Terkait hal tersebut, menteri dalam negeri Tito Karnavian  angkat bicara. Mengenai pedoman tatanan normal baru yang telah diterbitkan. Jika dilihat di dalam isinya, ada beberapa poin penting mengenai protokol kesehatan yang harus ditaati di saat wabah ini berlangsung.

Di dalam protokol itu, mengatur kegiatan (ASN), kegiatan Aparatur Sipil Negara, dan juga tatanan yang normal untuk pusat keramaian, dan juga kegiatan warga yang lain seperti ojek online agar bisa beraktivitas, namun tetap dalam keadaan aman.

Tatanan baru kehidupan dianggap mampu mendorong ekonomi. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai proses masyarakat yang kembali produktif dan aman di tengah pandemi Covid-19 bisa mendorong perbaikan perekonomian. Untuk itu, pola tatanan baru diperkirakan bisa menumbuhkan ekonomi Indonesia pada kuartal III hingga IV.

Ketika masyarakat mematuhi tatanan baru ini, dengan selalu menggunakan APD, dan juga mematuhi protokol kesehatan, kegiatan yang dilakukan sehari-hari bisa dijalankan tanpa harus mengorbankan banyak jiwa.

Sebagai masyarakat Indonesia, banyak yang terkena dampak dari wabah Covid-19 ini. Sebagian masyarakat sudah kehilangan mata pencahariannya. Lalu dengan adanya New Normal, secara keseluruhan sektor pun mulai membaik.

Tetapi mengenakan serta mematuhi protokol kesehatan, menjadi hal wajib untuk dilaksanakan. Demi keberlangsungannya kehidupan yang lebih layak. Tentu saja menggunakan peralatan kesehatan, terutama untuk pelindung diri dari wabah covid-19 yang paling diutamakan.

 Pergerakan atau kegiatan masyarakat, tidak dihentikan, malah pada era new normal sangat didukung tetapi dengan syarat menggunakan hal-hal yang bisa menjaga kesehatan ketika melakukan kegiatan di luar rumah. Seperti masker, membawa hand sanitizer, dan lain sebagainya.

Hal itulah yang dinamakan New Normal yang membawa kebiasaan baru, dan harus ditaati. Jika tidak, hal itu akan membahayakan semua orang, betapa mengerikannya bai pelanggar. Sebelum diberlakukannya new normal, keluar rumah adalah hal yang tidak dianjurkan karena ditakutkan berpotensi untuk tertular, kemudian bisa terancam meninggal dunia.

Namun pada era selanjutnya, pada era new normal, tidak melaksanakan new normal juga akan berbahaya. Membunuh semua sektor. Berada di rumah saja, masih selalu dianjurkan ketika masa new normal ini.

Terkecuali bagi yang memiliki usia produktif dan tidak mudah tertular penyakit. Mematuhi new normal dengan masih taat menggunakan alat protokol kesehatan lengkap, juga sangat diharapkan. Karena bisa menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan Negara. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Begitulah kiranya, mentaatati peraturan pemerintah dengan masih melaksanakan tatanan baru yang taat aturan untuk menjaga kesehatan diri dan semua kalangan, bisa menjadi wujud kepastian kehidupan untuk masa depan bangsa.

 

BERITA TERKAIT

Peran Milenial dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

  Oleh: Ethan Narendra, Ketua Forum Pegiat Medsos Independen Riau   Generasi milenial punya peranan penting sebagai agent of change…

Pemerintah Siapkan Bantuan bagi Pekerja

  Oleh : Sthira Yudistira, Mahasiswa PTS Bogor Kalangan pekerja akan mendapat bantuan langsung tunai sebesar 600.000 rupiah per bulan.…

Dana Abadi Pariwisata

    Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *)   Sebelum terjadinya bencana wabah pandemi Covid-19, pernah…

BERITA LAINNYA DI Opini

Peran Milenial dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

  Oleh: Ethan Narendra, Ketua Forum Pegiat Medsos Independen Riau   Generasi milenial punya peranan penting sebagai agent of change…

Pemerintah Siapkan Bantuan bagi Pekerja

  Oleh : Sthira Yudistira, Mahasiswa PTS Bogor Kalangan pekerja akan mendapat bantuan langsung tunai sebesar 600.000 rupiah per bulan.…

Dana Abadi Pariwisata

    Oleh: Joko Tri Haryanto, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *)   Sebelum terjadinya bencana wabah pandemi Covid-19, pernah…