Saham ARKA Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi penurunan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA). Pengawasan saham ARKA tertera melalui surat Peng-UMA-0036/BEI.WAS/06-2020 "Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham ARKA yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy dalam surat keterbukaan informasi BEI di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, bursa juga telah meminta konfirmasi kepada PT Arkha Jayanti Persada Tbk pada tanggal 18 Juni 2020. Jawaban atas konfirmasi tersebut disampaikan perseroan pada tanggal 18 Juni 2020. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham ARKA ini, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Lebih lanjut, BEI dalam pengumuman menyebutkan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sekadar informasi, BEI juga telah mengumumkan UMA pada 18 Juli 2019 lalu atas perdagangan saham ARKA. Sementara itu, dalam hal pergerakan saham, ARKA berada dalam tren penurunan, dimana pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (30/6) terpantau kembali mengalami auto reject bawah (ARB) dengan melemah -6,52% atau terpangkas -30 poin ke harga Rp430 per saham.

Sebagai informasi, perusahaan yang bergerak di bidang teknik dan manufaktur alat alat berat ini telah merealisasikan seluruh dana hasil penawaran umum senilai Rp118 miliar. Perseroan telah menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum per 31 Desember 2019. Asal tahu saja, perseroan mengantongi hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai Rp118 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum senilai Rp4,44 miliar, maka perseroan mengantongi hasil bersih senilai Rp113,56 miliar.

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…