Pendapatan Jaya Agra Wattie Terkoreksi 3%

NERACA

Jakarta – Emiten perkebunan, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) membukukan pendapatan neto Rp 723,32 miliar pada 2019. Jumlah ini turun 3% dibanding pendapatan neto tahun 2018 yang sebesar Rp 745,51 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan, penurunan pendapatan disebabkan terjadi penurunan penjualan lokal sebesar 3,2% secara year on year (yoy), dari Rp 745,51 miliar menjadi Rp 723,32 miliar. Merosotnya penjualan lokal disebabkan oleh berkurangnya penjualan minyak dan biji sawit sebesar 9,3% yoy menjadi Rp 441,53 miliar dari sebelumnya Rp 400,32 miliar. Padahal, produk minyak dan biji sawit berkontribusi 55,7% terhadap penjualan domestik. Sebaliknya, penjualan produk karet yang menjadi kontributor terbesar kedua (43,9%) tumbuh 6,2% yoy, dari Rp 297,08 miliar menjadi Rp 315,42 miliar.

Kemudian, penjualan teh dan kopi masing-masing turun 2,3% yoy menjadi Rp 2,89 miliar dan  turun 88,9% yoy menjadi Rp 97,02 juta. Meskipun begitu, kontribusi kedua produk tersebut terhadap penjualan lokal JAWA tidak sampai 1%. Di sisi lain, penjualan ekspor yang seluruhnya disumbang oleh produk karet meningkat 49,4% yoy, dari Rp 3,07 miliar menjadi Rp 4,59 miliar. Akan tetapi, penjualan ke luar negeri hanya menyumbang 0,6% terhadap total pendapatan neto JAWA.

Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan JAWA juga terkoreksi 3,5% yoy menjadi 704,29 miliar. Alhasil, laba kotor JAWA masih tumbuh 23,3% yoy, dari Rp 15,43 miliar menjadi Rp 19,03 miliar.  JAWA  juga mencatatkan penurunan beban usaha sebesar 2,2% yoy menjadi Rp 67,85 miliar dari sebelumnya Rp 69,38 miliar. Dengan begitu, rugi usaha JAWA dapat ditekan 9,5% yoy, dari 53,95 miliar menjadi Rp 48,82 miliar.

Setelah ditambahkan beban keuangan, beban lain-lain, penghasilan keuangan, hingga manfaat pajak penghasilan, JAWA membukukan rugi neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 281,05 miliar. Angka ini turun 5,8% yoy dibanding rugi bersih 2018 yang sebesar Rp 294,47 miliar. Adapun aset JAWA pada tahun 2019 naik 1,4% yoy menjadi Rp 3,49 triliun. Ini sejalan dengan kewajiban JAWA yang bertambah 12% yoy menjadi Rp 3,1 triliun dan ekuitas JAWA yang berkurang 42,1% yoy, dari 673,95 miliar menjadi Rp 390,12 miliar.

BERITA TERKAIT

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…

Berdayakan Bahan Lokal - Kualitas Keju Moon River Dairy Tidak Kalah dari Eropa

Banyaknya serbuan makanan cepat saji dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, membuat makanan khas dalam negeri yang mencerminkan keberagaman…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…

Berdayakan Bahan Lokal - Kualitas Keju Moon River Dairy Tidak Kalah dari Eropa

Banyaknya serbuan makanan cepat saji dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, membuat makanan khas dalam negeri yang mencerminkan keberagaman…