BPTP Banten Tingkatkan Produksi Jagung di Lahan Kering

NERACA

Jakarta - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk wilayah Banten menerapkan sejumlah teknologi peningkatan produksi jagung di lahan kering hasil inovasi lembaga tersebut.


Untuk itu BPTP Banten melakukan percontohan pertanaman (demfarm) jagung seluas 10 hektare pada Kawasan Pertanian berbasis Inovasi (KPI) di Kecamatan Gunung Kencana yang memiliki lahan kering cukup luas.


Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/5), Peneliti BPTP Banten sekaligus Penanggung Jawab kegiatan Pepi Nur Susilawaty mengatakan selain varietas NASA 29, teknologi yang diperkenalkan pada demfarm tersebut adalah pemupukan dengan batu fosfat yang merupakan sumber P alami yang mampu meningkatkan produksi sampai dengan lebih dari 15 ton/hektare.


"Batu fosfat mampu bertahan dalam tanah sampai 5 musim. Hal ini sangat menguntungkan bagi petani apalagi di saat kesulitan mendapatkan pupuk P," ujarnya.


Selain itu teknologi lain yang diterapkan adalah tanam sistem zig-zag yang bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman.


Lahan percontohan pertanaman jagung tersebut di lokasi Kelompok Tani Desa Mandiri Benih (KT DMB) Makmur Bersama Desa Gunungkendeng dan di Gapoktan Tani Jaya Desa Kramat Jaya.


Kepala BPTP Banten Ismatul Hidayah menyatakan kegiatan KPI merupakan upaya untuk mengembangkan model bisnis melalui konsolidasi petani dan usaha tani yang mampu memberikan nilai tambah, meningkatnya posisi tawar petani, dan memperkuat kelembagaan petani.


Dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana di dalamnya inovasi pertanian yang menjadi titik ungkit pengembangan Kawasan Pertanian berbasis Inovasi sudah tersedia.

Ketua KT DMB Makmur Bersama Udin Samsudin mengaku merasa senang dan bersyukur karena jagung yang ditanam pada 13 April 2020 lalu telah tumbuh optimal. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Mantap, Properti Anyar LPKR Langsung Habis Terjual Hanya Dalam 6 Jam

NERACA Jakarta – Pasar properti di Indonesia terbukti masih bergairah. Lihat saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menjual seluruh…

Hingga Juni, PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Mencapai Rp9,6 Miliar Lebih

NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau…

Miliaran Bansos Dana Tunai COVID'19 Warga Depok Perlu Transparansi - Pemerhati Pemberdayaan Masyarakat, Drs H. Zalfinus Irwan MM

NERACA Depok - Menyikapi menumpuknya ribuan paket Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako‎ yang belum disalurkan kepada warga di Kota Depok…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Mantap, Properti Anyar LPKR Langsung Habis Terjual Hanya Dalam 6 Jam

NERACA Jakarta – Pasar properti di Indonesia terbukti masih bergairah. Lihat saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menjual seluruh…

Hingga Juni, PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Mencapai Rp9,6 Miliar Lebih

NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau…

Miliaran Bansos Dana Tunai COVID'19 Warga Depok Perlu Transparansi - Pemerhati Pemberdayaan Masyarakat, Drs H. Zalfinus Irwan MM

NERACA Depok - Menyikapi menumpuknya ribuan paket Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako‎ yang belum disalurkan kepada warga di Kota Depok…