Perlu Konsistensi Pemerintah-Masyarakat Redam COVID-19

NERACA

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai NasDem Lestari Moerdijat meminta masyarakat dan Pemerintah konsisten dalam menjalankan kebijakan untuk meredam pandemi COVID-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)


Dia meminta masyarakat disiplin mematuhi kebijakan PSBB di daerah masing-masing dan ketegasan Pemerintah juga dibutuhkan, agar PSBB yang diterapkan berjalan baik sesuai rencana.


"Contoh terbaru adalah penerapan PSBB di Jawa Timur yang baru berjalan lima hari. Kita lihat kepatuhan beberapa pihak terhadap peraturan PSBB masih rendah," kata Lestari yang akrab disapa Rerie, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (3/5).


Dia mencontohkan saat PSBB mulai diberlakukan di Jawa Timur, ada industri padat karya masih beroperasi dengan berbekal rekomendasi dari kementerian terkait, sehingga kepatuhan terhadap protokol penanggulangan COVID-19 rendah.


Menurut dia, orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) tetap bekerja di sebuah pabrik, akibatnya sejumlah karyawan perusahaan itu positif COVID-19 dan pabrik ditutup beberapa hari setelah dua karyawannya yang positif COVID-19 meninggal dunia.


Peristiwa serupa, menurut dia, sebenarnya juga terjadi pada sebuah perusahaan dengan industri serupa di Amerika Serikat."Akan tetapi bedanya, begitu ditemukan dua karyawannya terpapar Virus Corona, pada 20 Maret lalu, pabriknya tutup sementara," ujarnya.


Dia menilai inkonsistensi pemerintah dengan kasus serupa juga pernah terlihat pada PSBB di DKI Jakarta tahap I, misalnya saat itu Gubernur DKI Jakarta melarang sejumlah perusahaan beroperasi saat PSBB berlangsung."Tetapi kementerian terkait di tingkat pusat malah memberikan rekomendasi boleh operasi," katanya lagi.


Berdasarkan peristiwa tersebut, Rerie berharap semua pihak seperti pemerintah dan kalangan industri serta pekerja, bisa memahami ancaman serius COVID-19 bagi kehidupan banyak orang. Selain itu, terkait rencana pemerintah melonggarkan aturan PSBB, Rerie juga meminta pemerintah berhati-hati dan betul-betul memperhatikan semua aspek sebagai bahan pertimbangan.


"Jadi kalau ada pihak-pihak yang ingin menerbitkan dispensasi atau merencanakan relaksasi beberapa aturan PSBB dengan sejumlah alasan, mohon dipertimbangkan dampaknya secara menyeluruh," ujarnya.

Dia menilai proses penanggulangan COVID-19 di Tanah Air memang membutuhkan waktu, dan rentang waktu pelaksanaan PSBB yang panjang juga berpotensi memengaruhi psikologis masyarakat menjadi cenderung tidak mematuhi lagi sejumlah protokol kesehatan untuk penanggulangan wabah COVID-19.

Namun, dia meyakini apabila semua masyarakat disiplin, maka wabah COVID-19 bisa segera berakhir. Namun sebaliknya, kalau masyarakat dan pemerintah selalu mencari pembenaran untuk merelaksasi peraturan PSBB, dirinya ragu kondisi ini akan berakhir. Ant

 

 

 

BERITA TERKAIT

Perlu Kembangkan Digitalisasi Pemilu di Era Normal Baru

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai sudah saatnya Indonesia mengembangkan penggunaan digitalisasi dalam pemilu atau pun…

Soekarno Berjasa Terhadap Peradaban Islam

NERACA   Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia Zuhairi Misrawi menyebutkan sosok Presiden pertama RI Soekarno atau Bung…

Generasi Milenial Jangan Abai Nilai Luhur Pancasila

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggugah kembali kesadaran kolektif bangsa, khususnya generasi milenial, agar jangan abai terhadap…

BERITA LAINNYA DI

Perlu Kembangkan Digitalisasi Pemilu di Era Normal Baru

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai sudah saatnya Indonesia mengembangkan penggunaan digitalisasi dalam pemilu atau pun…

Soekarno Berjasa Terhadap Peradaban Islam

NERACA   Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia Zuhairi Misrawi menyebutkan sosok Presiden pertama RI Soekarno atau Bung…

Generasi Milenial Jangan Abai Nilai Luhur Pancasila

NERACA Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menggugah kembali kesadaran kolektif bangsa, khususnya generasi milenial, agar jangan abai terhadap…