Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Gilang Widya Pramana Dukung New Normal

NERACA

Jakarta - New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi.

 

"New Normal adalah tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah virus corona. New Normal utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan. Jadi bukan sekedar bebas bergerombol atau keluyur. New Normal akan mampu membuka aktivitas ekonomi, sosial, pariwisata," ujar Gilang Widya Pramana pemilik PO Juragan 99 Trans dalam siaran pers di Malang, Sabtu (30/5).

 

Setelah hampir dua bulan semua serba dari rumah, maka yang dipikirkan setiap orang berikutnya adalah kapan jalan-jalan. Akan tetapi, kata Gilang, dengan kondisi finansial yang tidak sama, tentu daya beli akan menurun akibat pandemi, terutama kelas menengah ke bawah.

 

"Untuk itu, perlu ada titik temu antara pengusaha hotel, lokasi wisata dan pengusaha angkutan wisata. Bagaimana caranya supaya kita bisa bekerjasama sehingga dapat menawarkan harga yang terjangkau bagi wisatawan," kata Gilang.

 

Menurut Gilang PO Juragan 99 Trans telah mempersiapkan menyambut New Normal dengan menghadirkan armada terbaru yang bukan hanya menyajikan kenyamanan namun juga menghadirkan protokol kesehatan.

 

"Kami sadar bahwa wabah masih ada disekitar kita. Untuk itu saya sangat mendukung aktivitas di sektor pariwisata diperbolehkan dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Jadi bukan hanya nyaman," ungkapnya.

 

Kata Gilang, PO Juragan 99 Trans telah mempersiapkan armada wisata yang terbaru yakni Avante H8 diperoleh yang dari event Gaikindo Indonesia International Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, 5-8 Maret 2020, memiliki penampilan yang berbeda dari armada yang di miliki Juragan 99 Trans yang sudah ada. Avante H8 menawarkan kenyamanan bagi penumpang karena bus baru ini hasil kerjasama antara Mercedes-Benz dengan perusahaan karoseri asal kota Malang, Jawa Timur, Tentrem.

 

"Avante H8 hasil kerjasama antara Mercedes-Benz dengan perusahaan karoseri asal kota Malang, Jawa Timur, Tentrem. Selain kenyamanan yang disajikan oleh Avante H8, bagian interior, dengan 50 kursi penumpang berkonfigurasi 2-2 berjajar mewah. Semua berkonsep kursi balap. Sehingga, jarak antara penumpang satu dengan yang lainnya cukup lega. Bisa juga dengan skema konsep bus itu bisa diisi dengan 50 penumpang, maka tinggal 25 penumpang yang bisa berada dalam satu bus. Jadi kita tidak mengizinkan penuh, tapi cukup 50 persen. Jadi dibatasi jamnya dan dikurangi penumpangnya hal ini untuk mendukung sosial distenchin dan protokoler kesehatan. Selamat Datang New Normal," pungkas Gilang. Mohar

 

 

BERITA TERKAIT

Bakrie Amanah Siapkan Program Ketahanan Pangan dan Sosial

Jakarta-Masyarakat yang adil dan makmur adalah tujuan pembangunan nasional. Dalam tatanan praktis (operasional), kemandirian dan kesejahteraan menjadi indikator masyarakat yang…

Beberapa Pembangunan Masih Tetap Berjalan Ditengah Covid-19 - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Berbagai kegiatan pembangunan yang bersumber dari Pemerintah Pusat ataupun Provinsi sebagian masih tetap bisa berjalan. Khususnya untuk…

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

NERACA Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia."Pendapatan warung kelontong milik saya…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Beberapa Pembangunan Masih Tetap Berjalan Ditengah Covid-19 - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Berbagai kegiatan pembangunan yang bersumber dari Pemerintah Pusat ataupun Provinsi sebagian masih tetap bisa berjalan. Khususnya untuk…

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

NERACA Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia."Pendapatan warung kelontong milik saya…

Kejari Kuningan Salah Besar Jika Penyalahguna Anggaran Covid-19 Tidak Bisa Dipidanakan, Bahkan Bisa Dihukum Mati

NERACA Kuningan – Setelah tujuh SKPD di Kabupaten Kuningan didatangi Aliansi Jurnalis Kuningan Bersatu (ANARKIS) menuntut transparansi alokasi dan penggunaan…