Disiplin Warga di Era Baru

Memasuki era kehidupan baru (new normal) sebagai upaya Presiden Jokowi untuk melawan korona merupakan ujian berat bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, new normal adalah upaya produktif menyelamatkan ekonomi negeri ini, tetapi tetap aman dari covid-19.

Kondisi ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara lainnya yang terkena pandemi Covid-19 saat ini menuju situasi new normal. Beberapa negara Eropa dan juga beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah lebih dulu menjalankan kehidupan baru, sedangkan Inggris sebentar lagi juga akan menyusul. Meski demikian, harus diakui bahwa pemerintah Indonesia memasuki perang itu dengan kondisi yang berbeda jika dibandingkan dengan Inggris dan Amerika Serikat.

Seperti dengan mudah dilihat di kurva worldometers, grafi k kasus baru di Tanah Air belumlah seperti di kedua negara itu yang cenderung melandai. Kurva kasus di Indonesia saat ini masih naik-turun. Nah, Jika pemerintah menerapkan new normal dalam waktu dekat, yakni saat kurva belum jelas melandai, pertaruhan kita dalam babak baru perang melawan Covid-19 sesungguhnya amat besar. Artinya, pertaruhan ini sangat tergantung pada kedisiplinan masing-masing individual.

Di sejumlah negara lain memang telah melakukan relaksasi pembatasan seperti Italia, Spanyol dan Iran. Mereka ingin segera mengaktifkan roda perekonomian. Alasan lain, mereka telah mengalami perbaikan epidemiologis yang ditandai oleh penurunan pasien positif dan yang meninggal. Jadi klop antara pertimbangan ekonomi dan epidemiologis.

Di Indonesia, ekonomi kian terpuruk akibat Covid-19. Karenanya, wajar bila pemerintah ingin segera memperbaikinya. Namun kondisi epidemiologi masih berstatus alert, ditandai jumlah kasus postif yang masih tinggi dan death rate yang belum menurun (6,6%).

WHO telah menetapkan kriteria epidemiologis terkait pengontrolan transmisi penyakit. Outbreak dianggap mereda bila terjadi penurunan bermakna kasus baru dalam satu kali incubation period (14 hari) dan dianggap hampir selesai bila tidak ada kasus baru dalam dua kali incubation period (28 hari). Namun kriteria ini mesti didasarkan pada data epidemiologis yang akurat dan kredibel.

Apalagi Indonesia baru melakukan tes pada 0.06% penduduk; tidak representatif untuk mendapatkan jumlah kasus baru sebenarnya. Karena kondisi ini, beberapa ahli epidemiologi mengritik bahwa data pemerintah tidak sesuai standar epidemiologi dan berpotensi menimbulkan misleading.

Data yang tersedia juga tidak akurat akibat kurangnya koordinasi dan sinkronisasi antarunit pelayanan. Data Litbangkes dan rumah sakit/klinik dapat berbeda, sebagaimana data pusat dapat berbeda dengan data daerah. Penyebabnya banyak, salah satunya akibat perbedaan kriteria kategori. Pemerintah mengkategorikan kematian Covid-19 bila pasien meninggal dan PCR-nya positif. Sementara di lapangan, banyak kasus PDP yang meninggal sebelum dilakukan tes PCR atau hasil tes belum keluar.

Melihat kondisi tersebut, Presiden Jokowi mengisyaratkan sejumlah provinsi lain dengan kurva R0 di bawah 1 juga akan menerapkan new normal pada tahap awal ini. Untuk menegakkan kedisiplinan, Presiden menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri mengerahkan personel. Sebanyak 340 ribu personel TNI/Polri akan mengamankan 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Empat provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Gorontalo, sedangkan ke-25 kabupaten di antaranya di sekitar Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Pengerahan aparat seperti ini juga dilakukan di Filipina. Namun, tetap saja metode ini tidak memberikan rasa kepercayaan selain menunjukkan adanya kecenderungan menggunakan pendekatan disiplin militeristik.Sebaliknya, pendekatan persuasif, termasuk secara komunitas, kultur, dan agamais, terlebih dilengkapi dengan ketersediaan fasilitas higienis yang baik, lebih sering efektif.

BERITA TERKAIT

Standar Protokol Kesehatan

Di tengah masa pemberlakuan PSBB Transisi, semua peraturan protokol kesehatan sejatinya wajib mengacu pada surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Transportasi Publik di Era Baru

Sebelum pandemi virus Covid-19 benar-benar hilang dari Indonesia, pemerintah sudah mengambil ancang-ancang untuk membuka kembali kegiatan sosial ekonomi. Hal ini…

Presiden Kecewa Kinerja Menteri

Syahdan, Presiden Jokowi merasa kecewa dan marah besar kepada para pembantunya. Dia gemas bukan kepalang karena kinerja penanganan pandemi Covid-19…

BERITA LAINNYA DI Editorial

Standar Protokol Kesehatan

Di tengah masa pemberlakuan PSBB Transisi, semua peraturan protokol kesehatan sejatinya wajib mengacu pada surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Transportasi Publik di Era Baru

Sebelum pandemi virus Covid-19 benar-benar hilang dari Indonesia, pemerintah sudah mengambil ancang-ancang untuk membuka kembali kegiatan sosial ekonomi. Hal ini…

Presiden Kecewa Kinerja Menteri

Syahdan, Presiden Jokowi merasa kecewa dan marah besar kepada para pembantunya. Dia gemas bukan kepalang karena kinerja penanganan pandemi Covid-19…