Kembangkan Ekspansi Bisnis - Inocycle Raih Fasilitas Kredit dari IBK Bank

NERACA

Jakarta - Guna mendanai pengembangan bisnisnya, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) pada 20 Mei 2020 menandatangani perjanjian kredit dengan PT IBK Bank Indonesia Tbk (AGRS). Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, perjanjian kredit tersebut terbagi menjadi empat bagian, yakni kredit investasi (KI)-1 (non-revolving) sebesar US$ 1,6 juta. Dana kredit berjangka waktu 60 bulan tersebut akan digunakan untuk pembelian aset di Medan sebesar Rp 31,71 miliar.

Kemudian kredit investasi (KI)-2 (non-revolving) sebesar US$ 1 juta dengan jangka waktu 96 bulan untuk pembangunan pabrik atau gudang baru di Medan sesuai nilai rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp 20,10 miliar. Kredit selanjutya, menurut manajemen Inocycle Technology, yaitu kredit investasi (KI)-refinancing (non-revolving) sebesar US$ 3 juta dengan jangka waktu 60 bulan yang akan digunakan untuk refinancing mesin yang sudah dibeli dan kredit investasi (KI)-Line (non-revolving) sejumlah US$ 1,4 juta dengan jangka waktu 60 bulan yang akan dipakai untuk pembelian mesin-mesin baru.

Manajemen Inocycle Technology menjelaskan, aksi korporasi yang dilakukan perseroan dengan PT IBK Bank Indonesia Tbk menggunakan jaminan berupa tanah dan bangunan milik perseroan. Sebelumnya, emiten yang bergerak di bidang usaha utama pengolahan plastik daur ulang ini tengah melakukan proses pengujian mesin produksi masker yang sudah dilakukan sejak awal April dan mempersiapkan produksi kain melt-blown, bahan utama untuk masker medis dan alat pelindung diri (APD).

Asal tahu saja, perseroan memproduksi masker sejak awal Mei. Itu dilakukan sejalan dengan meningkatnya permintaan masker di tengah pandemi corona. Dimana filter pada masker dan APD ada keterkaitan dengan bahan non-woven yang diproduksi Inocycle. Direktur Inocycle Technology Group, Victor Choi mengatakan, dalam kondisi saat ini, infrastruktur manufaktur pasokan medis Indonesia perlu tumbuh. Soalnya, Indonesia tidak dapat bergantung terus pada produk impor. “Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan bisnis kami di non-woven, investasi masker non-woven dan APD sungguh tepat dengan portofolio bisnis kami saat ini,” ujar dia.




BERITA TERKAIT

Catatkan Kinerja Apik - Premi Asuransi Jiwa Generali Tumbuh 10%

Di kuartal pertama 2020, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih menorehkan kinerja keuangan yang apik di tengah pandemi Covid-19.…

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Catatkan Kinerja Apik - Premi Asuransi Jiwa Generali Tumbuh 10%

Di kuartal pertama 2020, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih menorehkan kinerja keuangan yang apik di tengah pandemi Covid-19.…

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…