Topeng Labu Muarajambi, Tradisi Silaturahmi di Tengah Wabah

Sekumpulan anak kecil menyusuri jalan beton di tepian Sungai Batanghari. Satu persatu bocah-bocah ini mengikuti gerombolan pemuda yang bersiap memulai tradisi main Topeng Labu."Jadi main topeng bang?" tanya salah satu anak kecil. "Iyo, sebentar lagi," jawab seorang pemuda dengan megafon di tangannya.

Main Topeng Labu merupakan tradisi tahunan IdulFitri di Desa Muarajambi, Jambi. Namun, di tengah pandemi virus corona, banyak warga yang mengira main Topeng Labu tahun ini tidak digelar, oleh karena itu banyak yang bertanya di sepanjang jalan.

Tak berapa lama, gerombolan pemuda yang sudah selesai mengenakan topeng dan berpakaian berkumpul. Salah satu pemuda memimpin doa kemudian dilanjutkan arahan dari pimpinan kelompok ini. "Main topeng tahun ini kita tidak bersalaman dengan warga dan masing-masing pemain topeng menjaga jarak minimal dua meter satu sama lainnya," kata Abdul Haviz kepada para pemain topeng dikutip dari CNN Indonesia.com.

Suara gong mulai dibunyikan. Serentak, para pemain topeng mulai berjalan menyusuri jalan setapak. Setiap rumah yang dilalui, para pemiliknya sudah menunggu di atas teras. Mereka melambai-lambaikan tangan kepada para pemain topeng. "Tetap di rumah, jangan bersalaman, kami sudah memaafkan," teriak salah satu pemuda sepanjang perjalanan menggunakan megafon.

Abdul Haviz, salah satu pemuda Desa Muarajambi menyampaikan, bagi masyarakat jika tidak ada Topeng Labu di hari pertama Lebaran seperti tidak merasakan suasana Lebaran. "Main topeng ini selalu ditunggu masyarakat," kata pria yang akrab disapa Ahok ini.

Jika tidak dalam kondisi pandemi COVID-19, mereka akan ke rumah-rumah warga yang dilewati untuk bersalam-salaman. Bahkan, tak jarang warga memberikan makanan, minuman hingga uang lelah bagi para pemain topeng.

Mukhtar Hadi, pelestari kesenian Topeng Labu mengisahkan, tradisi ini sempat tergerus zaman karena tak ada yang mau memainkannya. Seingatnya akhir tahun 1990 sampai akhir tahun 2000.

Gelisah dengan ancaman kepunahan, pada 2009, usai menyelesaikan kuliah di IAIN Sultan Thaha Saipudin Jambi, Mukhtar berinisiatif mengangkat kembali tradisi topeng yang berbahan labu manis dari ladang desanya ini. Topeng Labu berangkat dari legenda seorang pemuda Desa Muarajambi terkena kusta. Orang yang memiliki penyakit biasanya diasingkan ke hutan agar tak menulari masyarakat.

Saat Lebaran, ia hendak pulang ke rumahnya karena rindu dengan keluarganya. Akhirnya ia mengenakan topeng dari labu manis untuk menutupi wajahnya agar tak dikenali warga.

Dari cerita ini, mereka meyakini, bahwa ada pesan kesetaraan sesama manusia. Tidak ada manusia yang layak dikucilkan dan direndahkan. Semua orang harus mendapatkan perlakuan yang sama. "Di tengah wabah, tradisi Topeng Labu ini mengajarkan kita untuk tetap menjaga silaturahmi dan memberikan dukungan kepada orang-orang yang terserang wabah penyakit," pungkas Mukhtar.

BERITA TERKAIT

HUT ke-493 DKI Kota Jakarta Dirayakan Secara Virtual

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menyatakan perayaan HUT ke-493 Kota Jakarta pada tahun ini akan digelar secara virtual. Hal…

Menikmati Wajah Jakarta yang Kian Kekinian

Kawasan Kota Tua, Petak Sembilan, Monumen Nasional (Monas), Pasar Baru, Wisata Kuliner Jalan Sabang, ialah tempat wisata yang wajib didatangi…

Taman Nasional Mulai Dibuka Bertahap Hingga Tengah Juli

Sebanyak 29 taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia sudah bisa dibuka secara bertahap dan diproyeksikan hingga pertengahan Juli…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

HUT ke-493 DKI Kota Jakarta Dirayakan Secara Virtual

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menyatakan perayaan HUT ke-493 Kota Jakarta pada tahun ini akan digelar secara virtual. Hal…

Menikmati Wajah Jakarta yang Kian Kekinian

Kawasan Kota Tua, Petak Sembilan, Monumen Nasional (Monas), Pasar Baru, Wisata Kuliner Jalan Sabang, ialah tempat wisata yang wajib didatangi…

Taman Nasional Mulai Dibuka Bertahap Hingga Tengah Juli

Sebanyak 29 taman nasional dan taman wisata alam di Indonesia sudah bisa dibuka secara bertahap dan diproyeksikan hingga pertengahan Juli…