Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA

Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar nanometer!) bernama virus corona ternyata bisa mengakibatkan dunia seakan-akan berhenti karena krisis multiaspek yang ditimbulkannya?


Dalam bidang perekonomian misalnya, pandemi COVID-19 yang telah mengglobal mengakibatkan banyak sektor terkena imbasnya.


Konsultan properti Colliers International menyatakan penyebaran COVID-19 yang telah terdeteksi di banyak negara di Asia, termasuk di Republik Indonesia, disinyalir bakal mempengaruhi pola investasi properti di kawasan tersebut.


Direktur Eksekutif Riset Colliers International Asia, Andrew Haskins, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4) menyatakan bahwa tekanan ekonomi yang diciptakan oleh COVID-19, termasuk dengan banyaknya ajang yang dibatalkan, larangan bepergian dan kondisi yang memaksa untuk bekerja di rumah, dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas penyewaan ruang perkantoran.


Sementara itu, Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyatakan, perhotelan dan jasa akomodasi di tempat wisata merupakan jenis properti yang paling parah terdampak.



"(Sektor properti) paling terkena (dampak corona) memang hotel. Kalau kita lihat secara global memang seperti itu," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan properti secara virtual di Jakarta, Rabu (8/4).


Menurut dia, hotel ditempatkan di posisi paling atas dari jenis properti yang terkena risiko, setelah itu baru properti ritel atau pusat perbelanjaan. Namun, sektor ritel masih memiliki kesempatan karena para peritel sekarang ini sudah akrab berdagang secara online (daring).

Bila kondisi pandemi terus berlanjut, maka beberapa hotel yang rencananya akan buka pada tahun 2020, maka ada kemungkinan rencana pembukaan itu akan ditunda.


Ferry memaparkan, beberapa hotel yang saat ini menutup operasional itu, sebenarnya juga merupakan langkah strategis dalam rangka menekan biaya operasional. Hal tersebut, karena bila hotel tetap beroperasi tetapi tidak bisa tertutup oleh penghasilan dari tamu hotel, maka kinerja keuangan hotel itu bisa merugi.


Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menerima laporan sebanyak 1.266 hotel telah tutup karena terdampak COVID-19.


"Laporan terakhir yang dinyatakan tutup 1.266 hotel per kemarin (Senin, 6/4) sore. Kalau yang real pasti lebih banyak karena kita berdasarkan laporan. Kalau tidak lapor kita tidak tahu," katanya di Jakarta, Selasa (7/4).


Dari jumlah tersebut, Hariyadi memperkirakan ada lebih dari 150 ribu orang karyawan yang terdampak. Meski diakuinya angka tersebut belum pasti karena pihaknya belum mendapatkan data yang lebih akurat.


Lebih lanjut, Hariyadi mengungkapkan selama ini terus berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Pembangunan Terhambat


Selain itu, Ferry Salanto juga mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 yang melanda banyak daerah di Tanah Air juga diperkirakan bakal membuat pembangunan mal baru di sejumlah lokasi bakal terhambat, khususnya bila telah diberlakukan rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar.


Ferry mengemukakan bahwa bila wabah belum teratasi dalam jangka waktu dekat ini, maka hal tersebut bisa jadi akan mengganggu baik terhadap ketersediaan material bangunan maupun kesehatan pekerja konstruksi mal.


Imbas dari hal tersebut, bakal ada keterlambatan pekerjaan konstruksi berbagai pusat perbelanjaan terutama untuk beragam mal yang bakal beroperasi."Saat ini, ada 11 proyek mal yang akan beroperasi di Jabodetabek tahun 2020, tujuh di antaranya berada di luar Jakarta," katanya.


Selain itu, sebagian besar peritel juga akan lebih konservatif dalam rencana ekspansi mereka, dan hal itu juga dapat berdampak kepada berbagai pusat perbelanjaan baru akan kesulitan dalam menyewakan ruang sehingga harga sewa juga akan tertekan. Mohar/Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Era New Normal, Modena Rilis Tiga Dishwasher Terbaru

    Pandemi COVID19 yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia telah  mengubah pandangan masyarakat dalam melihat aspek…

Pengembang Properti Dinilai Harus Tekankan Faktor Kesehatan

NERACA Jakarta - Berbagai produk yang dijual oleh pengembang properti pada era pandemi harus bisa menekankan kepada faktor kesehatan agar…

Grand Inna Malioboro Siap Terapkan Standardisasi Normal Baru

NERACA Yogyakarta - Hotel Grand Inna Malioboro yang terletak di pusat Kota Yogyakarta siap menerapkan standardisasi protokol pencegahan COVID-19 menyambut…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Era New Normal, Modena Rilis Tiga Dishwasher Terbaru

    Pandemi COVID19 yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia telah  mengubah pandangan masyarakat dalam melihat aspek…

Pengembang Properti Dinilai Harus Tekankan Faktor Kesehatan

NERACA Jakarta - Berbagai produk yang dijual oleh pengembang properti pada era pandemi harus bisa menekankan kepada faktor kesehatan agar…

Grand Inna Malioboro Siap Terapkan Standardisasi Normal Baru

NERACA Yogyakarta - Hotel Grand Inna Malioboro yang terletak di pusat Kota Yogyakarta siap menerapkan standardisasi protokol pencegahan COVID-19 menyambut…