Bisnis Pembiayaan Lesu - Kinerja MPM Finance Mulai Berdampak

NERACA

Jakarta – Momentum jelang lebaran biasanya menjadi berkah tersendiri bagi industri pembiayaan kendaraan seiring dengan tingginya permintaan pembelian kendaraan baik roda dua ataupun roda empat. Namun dampak pandemi Covid-19, hal tersebut membuat industri pembiayaan ikut melempem seiring dengan turunnya industri otomotif.

Hal inipun dirasakan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, khususnya lini bisnis pembiayaan seiring meningkatnya restrukturisasi. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, MPMFinance sudah menyetujui sekitar 3.000 kontrak untuk direstrukturisasi. Dimana MPMFinance memberikan beberapa pilihan, antara lain customer melakukan restrukturisasi, di mana hanya dilakukan pembayaran interest dan penundaan pembayaran principal selama 3—4 bulan.

Selain itu, pilihan restrukturisasi juga diberikan dalam pilihan perpanjangan periode pembayaran principal dan interest selama 6 bulan—10 bulan. Tawaran ini juga diberikan dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi konsumen. Perseroan juga mengatakan bahwa dampak Covid-19 membuat fokus kinerja perseroan berubah. Salah satunya untuk menjaga posisi kas, termasuk dengan menarik pinjaman lebih besar.

Pada kuartal I/2020, jumlah utang MPM Group mengalami peningkatan sekitar sekitar Rp600 miliar. Dengan demikian, total utang meningkat dari Rp405 miliar pada akhir 2019, menjadi Rp1 triliun pada 3 bulan pertama 2020. Pihak manajemen memutuskan untuk menarik seluruh fasilitas kredit yang masih tersedia. Keputusan ini didorong oleh kondisi yang tidak menentu saat ini, sehingga kami ingin memastikan bahwa kami memiliki modal kerja yang cukup untuk menghindari adanya kesulitan likuiditas apabila pandemi Covid-19 terus berlangsung.

Perseroan tetap befokus untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis secara organik. Perseroan masih meyakini bahwa operasional bisnis MPM Group masih mampu menghasilkan laba pada tahun ini. Meski begitu, persernyan menyatakan akan terus melihat peluang untuk mengembangkan bisnisnya secara non-organik jika ada potensi mengakuisisi bisnis baru yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Perseroan juga menyatakan penjualan kendaraan pada April sudah mulai terdampak Covid-19. Namun, dia perseroan menyampaikan data penjualan resmi baru akan disampaikan dalam kinerja keuangan semester I/2020. Sepanjang kuartal I/2020, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp66,07 miliar, menurun 38,04% terhadap laba pada kuartal I/2019. Penurunan laba terjadi seiring menurunnya pendapatan.

Pada periode itu, pendapatan total perseroan menurun 2,6% menjadi Rp3,78 triliun. Pendapatan didominasi oleh penjualan kendaraan roda dua dan roda empat, yang menyumbang Rp3,46 triliun, turun 2,29%. Meski begitu, perseroan masih bisa menurunkan beban pokok seebsar 2,63% menjadi Rp3,45 triliun. Hal yang sama juga dilakukan pada beban lainnya, yang turun siginikan dari Rp33,35 miliar menjadi Rp4,62 miliar.

Sayangnya, hal itu belum mampu menahan kerugian dan kenaikan pada pos-pos lainnya. Karena itu, laba bersih perseroan mengalami penurunan 38,04% pada akhir periode terebut. Beberapa faktor penekan itu, di antaranya pos beban keuangan yang meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp13,26 miliar dan rugi entitas asosiasi yang mencapai Rp45,76 miliar dari sebelumnya untung Rp14,53 miliar.

 

BERITA TERKAIT

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…