Pendapatan Terkoreksi 25% - Sentra Food Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA

Jakarta – Dukung program pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) melakukan pembatasan operasional yang berlangsung antara satu bulan hingga tiga bulan. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, operasionnal tetap berjalan dengan sedapat mungkin mengurangi jumlah personil yang hadir di kantor dan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan sesuai anjuran terkait Covid-19.

Maka dengan pembatasan operasional tersebut, tentunya akan berdampak terhadap kinerja penjualan emiten produsen daging segar dan olahan ini. Padahal berkaca dari tahun 2019, kegiatan operasional itu dapat berkontribusi 25% hingga 50% terhadap pendapatan konsolidasi FOOD. Asal tahu saja, pendapatan FOOD tercatat Rp 126,26 miliar sepanjang tahun 2019.

Lebih lanjut manajemen FOOD memprediksi, pembatasan operasional ini akan menekan pendapatan FOOD kurang dari 25% sepanjang kuartal I 2020. Sementara untuk pos laba atau ruginya diproyeksi ikut terkoreksi antara 25% hingga 50%. Asal tahu saja di kuartal I 2019, FOOD mengantongi pendapatan hingga Rp 26,65 miliar. Di sisi lain, laba sebelum penyesuaian proforma yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 264,56 juta.

Selain berdampak pada pendapatan dan pos laba rugi, pandemi Covid-19 ini turut berpengaruh pada pemenuhan kewajiban pokok utang FOOD senilai sekitar Rp 2,75 miliar. Adapun terkait kondisi karyawan, manajemen FOOD mengakui hingga saat ini ada 224 karyawan yang terdampak, akan tetapi statusnya bukan PHK ataupun karyawan dirumahkan.

Menyiasati dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19, FOOD mengupayakan proses penetrasi pasar secara lebih agresif. FOOD juga mengembangkan program kemitraan untuk mengembangkan pasar baru. Pihak FOOD tetap mengeluarkan produk-produk baru dan melakukan pola-pola dan cara pemasaran yang baru untuk menjangkau konsumen secara langsung dan lebih luas. Misal, dengan mengembangkan penjualan secara online. Perseroan juga menegaskan tidak ketinggalan, langkah pengetatan dan efisiensi biaya juga dilakukan.

Sementara Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho seperti dikutip kontan pernah bilang, perseroan berencana memaksimalkan penjualan ke segmen pasar ritel tahun ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengimbangi permintaan segmen pasar hotel, restoran dan kafe (horeka) yang sedang lesu.

Disampaikannya, permintaan segmen konsumen horeka di empat bulan pertama turun cukup tajam bila dibandingkan periode sama tahun lalu. Salah satu tantangan terbesar datang dari pandemi corona (Covid-19) yang memukul kegiatan usaha sektor horeka. Kondisi ini memperparah permintaan konsumen segmen horeka yang semula memang sudah lesu akibat tingginya intensitas hujan di awal tahun.

Di sisi lain, permintaan dari segmen konsumen ritel, meski mengalami penurunan, cenderung menunjukkan penurunan yang relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan penurunan yang terjadi pada segmen horeka. Oleh karenanya, keputusan untuk memaksimalkan penjualan ke segmen ritel dlihat sebagai pilihan yang strategis. “Sektor ritel relatif masih bertahan, walau juga mengalami penurunan,” ujar Agustus.

Untuk memuluskan rencana ini, FOOD telah menyiapkan beberapa strategi. Salah satu di antaranya yakni dengan mendorong penjualan secara daring melalui marketplace.  Saat ini, produk-produk anak usaha FOOD, yakni PT Kemang Food Industries (Kemfood) sudah tersedia di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…