Penjualan Dharma Samudera Turun 26,93%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) mencatat penjualan sebesar Rp 476,78 miliar atau menyusut 26,93% dari tahun sebelumnya Rp 652,52 miliar. Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan juga turun 27,44% menjadi Rp 418,29 miliar ketimbang beban pokok Rp 576,50 miliar pada 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan memperoleh laba kotor sebesar Rp 58,49 miliar pada tahun lalu atau 23,04% lebih rendah dari laba bruto Rp 76,01 miliar pada tahun sebelumnya. Di lain sisi, DSFI mengalami kenaikan pada pos pendapatan operasi lainnya Rp 2,63 miliar, padahal pada tahun 2018 hanya sebesar Rp 470,73 juta. Alhasil, Dharma Samudera Fishing Industries memperoleh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada entitas induk Rp 8,44 miliar turun tipis 2,31% dari tahun sebelumnya Rp 8,64 miliar.

Asal tahu saja, sesuai dengan rencana, emiten perikanan ini memproyeksikan pertumbuhan penjualan pada 2019 mencapai 5% atau sekitar Rp684,49 miliar. Sekretaris Perusahaan Dharma Samudera Fishing Industries, Saut Marbun pernah bilang, target volume penjualan pada 2019 sebanyak 8.200 ton, yang terdiri dari 6.400 ton ekspor dan 1.800 lokal.

Tahun lalu, perseroan juga menggelar aksi korporasi dan salah satunya tender offer. Dimana PT Marina Berkah Investama menggelar penawaran tender wajib alias mandatory tender offer atas 639,01 juta saham PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, setara 34,14% saham. Marina Berkah dalam pengumumannya kala itu akan membeli saham Dharma Samuera (DSFI) di harga Rp 124 per saham dengan nilai maksimal Rp 79,24 miliar.

Disebutkan, harga penawaran tender wajib tersebut di atas harga pengambilalihan sebesar Rp 49 per saham dan sama dengan harga rata-rata harian tertinggi 90 hari, yakni Rp 124 per saham. Marina Berkah telah menunjuk Valbury Sekuritas Indonesia sebagai pelaksana tender offer. Tender offer atas seluruh sisa saham DSFI yang belum dibeli ini menyusul pembelian 35,86% saham DSFI oleh Marina Berkah pada perjanjian jual beli 15 April 2019.

Marina Berkah membeli 486,01 juta saham, setara 26,17%, dari Winapex Holdings Limited dan 180 juta saham, setara 9,7% saham DSFI, dari PT Baruna Inti Lestari. Setelah pengambilalihan ini, Marina Berkah memiliki 35,86% saham DSFI sekaligus menjadi pengendali baru emiten perikanan ini. Kepemilikan PT Baruna Inti Lestari tinggal 0,08%. Sedangkan kepemilikan Winipex Holdings habis. Perubahan pengendali ini menyebabkan Marina Berkah harus menggelar tender offer wajib atas seluruh sisa saham DSFI.

BERITA TERKAIT

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pefindo Pangkas Rating Waskita Jadi BBB+

NERACA Jakarta- Mempertimbangkan beban keuangan yang tinggi dan lemahnya rasio utang dan profitabilitas perusahaan menjadi alasan bagi PT Pemeringkat Efek…

Jaga Kocek Agar Tidak Tipis - Dividen Sritex Menyusut Dibandingkan Tahun Lalu

NERACA Jakarta –Mempertimbangkan jaga likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya menjadi alasan bagi PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex…