Fitch Rating Beri Peringkat CCC- APLN

Buntut dari melorotnya kinerja keuangan, Fitch Ratings menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi ‘CCC-“ atau masuk dalam kategori efek tidak layak investasi. Mengutip siaran pers Fitch Rating tanggal 17 Juli 2019, disebutkan bahwa peringkat efek baru bagi emiten properti itu berlaku untuk perusahaan dan obligasi dalam mata uang asing senilai US$ 300 juta dengan bunga 5,95% yang akan jatuh tempo pada tahun 2024.

Dijelaskan, penurunan peringkat ini didasarkan dari risiko likuiditas dan rencana pembiayaan ulang atas utang sindikasi yang akan jatuh tempo senilai Rp1,178 triliun yang jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2020. Selain itu, APLN belum dapat menyakinkan pembayaran pinjaman sindikasi senilai Rp550 miliar yang akan jatuh tempo pada Desember 2019 dan Januari 2020.

Pada sisi lain, APLN hanya dapat pinjaman baru senilai Rp750 miliar untuk membayar utang yang jatuh tempo pada tanggal 6 Juni 2019. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada akhir kuartal I 2019, tercatat kas perseroan senilai Rp1,2 triliun dan pendapatan Rp754 miliar. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2019 kemarin APLN mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 8,65 miliar. Kondisi ini berbalik dibandingkan priode yang sama tahun lalu masih membukukan laba bersih Rp 41,60 miliar.

Maka dengan perolehan rugi tersebut, laba per saham perseroan yang semula Rp 2,15 berubah menjadi rugi per saham Rp 0,45. Perseroan menjelaskan, penurunan bottom line perseroan disebabkan oleh menurunnya total penjualan sebesar 24,70%. Pada 2019 perseroan membukukan total penjualan Rp3,79 triliun sedangkan tahun sebelumnya Rp5,03 triliun. Segmen apartemen yang tahun sebelumnya menopang penjualan sebesar Rp2,43 triliun turun menjadi Rp1,42 triliun. Begitu juga dengan rumah tinggal dari posisi Rp655,06 miliar menjadi Rp248,79 miliar.

BERITA TERKAIT

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pendapatan Atlas Resources Anjlok 80,87%

Di kuartal pertama 2020, PT Atlas Resources Tbk (ARII) membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 12,01 juta atau merosot 80,87% (yoy)…

Ace Hardware Buka Gerai Baru di Depok

Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi rencana bisnis PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) untuk terus membuka gerai baru dan teranyar perseroan…

BERITA LAINNYA DI

PGUN Raup Dana Hasil IPO Rp 103,5 Miliar

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dibuka melonjak 34,78% menjadi Rp 155 per saham…

Pendapatan Atlas Resources Anjlok 80,87%

Di kuartal pertama 2020, PT Atlas Resources Tbk (ARII) membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 12,01 juta atau merosot 80,87% (yoy)…

Ace Hardware Buka Gerai Baru di Depok

Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi rencana bisnis PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) untuk terus membuka gerai baru dan teranyar perseroan…