PLTU Sumsel 8 Selesaikan Pembangunan Struktur Baja Boiler I

PLTU Sumsel 8 Selesaikan Pembangunan Struktur Baja Boiler I  

NERACA

Palembang - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Sumatera Selatan 8 dengan kapasitas terpasang 2x660 yang dikelola PT Huadian Bukit Asam Power megawatt telah menyelesaikan tahap pembangunan rangka baja boiler I meski sempat terkendala kondisi pandemi COVID-19.

Deputi Manager PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Gusti Anggara di Muara Enim, Sabtu (16/5), mengatakan bahwa penyelesaian pengangkatan balok (beam) pada boiler unit I adalah titik balik yang berarti tonggak sejarah bagi proyek.

"Sebagai tanda struktur rangka baja pada boiler unit I telah selesai dan akan memasuki tahap instalasi boiler," ujar Gusti Anggara dalam keterangan tertulisnya.

Pengangkatan balok plat besar rangka baja boiler unit I selesai dikerjakan pada awal Mei 2020 dan sempat terkendala karena proyek PLTU Sumsel 8 harus mengikuti ketentuan pencegahan COVID-19 dari pemerintah Indonesia yang berdampak pada tenaga kerja asing.

Manajer EPC CHDHK (kontraktor) Gu Qiucheng, menjelaskan muncul berbagai kebijakan yang menghambat konstruksi proyek PLTU Sumsel 8 saat masa awal pandemi pada Maret 2020.

Manajemen proyek memutuskan untuk melaksanakan closed management yang mengakibatkan sumber daya pengerjaan stuktur rangka baja pada bangunan boiler unit I mengalami penurunan.

"Masing-masing unit segera mengambil tindakan untuk melaksanakan closed management terhadap karyawan konstruksi dan melengkapi kekurangan karyawan untuk pengerjaan struktur rangka baja pada bangunan boiler unit I," kata Gu Qiucheng.

Selain itu induk perusahaan juga segera mengambil tindakan dengan mengadakan beberapa rapat koordinasi untuk mempercepat produksi alat dan material yang amat dibutuhkan pada pengerjaan konstruksi unit I, termasuk mengatur kapal untuk pengiriman barang.

Pada 9 April 2020 boiler unit I memulai pengangkatan balok dan dalam kurun waktu 12 hari mampu mengangkat 6 balok berbobot 474,6 ton, lalu mengangkat mesin tunggal, mesin ganda, mengoreksi kekosongan baut hingga semuanya berlangsung lancar. 

Kemudian balok terakhir berhasil dipasang pada 1 Mei, setelah itu pengerjaan proyek bersiap untuk pengangkatan bidang pemanas (heating surface) dan penggabungan permukaan bidang pemanas.

Awal pengangkatan bidang pemanas tidak berjalan lancar karena karyawan tenaga kerja asing (TKA) tertahan di negara ketiga atau tidak dapat masuk ke Indonesia disebabkan penutupan akses oleh pemerintah Indonesia saat awal pandemi."Masalah ini menghambat mulainya pengerjaan pengelasan pada bidang pemanas," kata Gu.

Tetapi manajemen proyek PLTU Sumsel 8 aktif berkoordinasi dengan kedutaan dan konsulat untuk kepengurusan karyawan yang diperlukan agar dapat memasuki area proyek.

Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan perusahaan Zhejiang Tenaga Pembangunan Indonesia (ZTPI) untuk memobilisasi karyawan konstruksi dari proyek lain di wilayah Indonesia sampai akhirnya pengelasan permukaan pemanas dapat diselesaikan.

Selama pengerjaan berlangsung, PT HABP selalu memastikan secara ketat langkah pencegahan COVID-19 sesuai protokol dari Pemerintah Indonesia demi memastikan keamanan semua karyawan di dalam proyek.

Proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 terbesar di Indonesia dengan investasi senilai 1,68 miliar dolar AS tersebut masuk dalam mega proyek 35.000 Megawatt, merupakan konsorsium PT Bukit Asam - China Huadian Hongkong Company Ltd dan dikelola PT HBAP serta ditargetkan selesai keseluruhan pada Maret 2022. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Mantap, Properti Anyar LPKR Langsung Habis Terjual Hanya Dalam 6 Jam

NERACA Jakarta – Pasar properti di Indonesia terbukti masih bergairah. Lihat saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menjual seluruh…

Hingga Juni, PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Mencapai Rp9,6 Miliar Lebih

NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau…

Miliaran Bansos Dana Tunai COVID'19 Warga Depok Perlu Transparansi - Pemerhati Pemberdayaan Masyarakat, Drs H. Zalfinus Irwan MM

NERACA Depok - Menyikapi menumpuknya ribuan paket Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako‎ yang belum disalurkan kepada warga di Kota Depok…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Mantap, Properti Anyar LPKR Langsung Habis Terjual Hanya Dalam 6 Jam

NERACA Jakarta – Pasar properti di Indonesia terbukti masih bergairah. Lihat saja, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil menjual seluruh…

Hingga Juni, PBB-P2 dan BPHTB di Kota Sukabumi Mencapai Rp9,6 Miliar Lebih

NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau…

Miliaran Bansos Dana Tunai COVID'19 Warga Depok Perlu Transparansi - Pemerhati Pemberdayaan Masyarakat, Drs H. Zalfinus Irwan MM

NERACA Depok - Menyikapi menumpuknya ribuan paket Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako‎ yang belum disalurkan kepada warga di Kota Depok…