DIHANTUI SENTIMEN COVID-19 - Pasca Lebaran, Tren IHSG Masih Rawan Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Tren indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca libur lebaran 1441 H masih akan berada di zona merah. Sentimen negatif penyebaran pandemi Covid-19 masih menghantui laju IHSG. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu yang biasanya IHSG setelah libur lebaran cenderung menguat.

Menurut Senior Vice President Research Kanaka Hita Solvera, Janson Nasrial, pasar dibayangi perkembangan penemuan vaksin Covid-19. Selain itu, pasar masih melihat sejauh mana puncak kasus pasien positif terjadi di Indonesia. Termasuk juga, efektivitas Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus. "Kalau perkembangan vaksin belum ada, peak number of new positive case of Covid-19 akan naik terus. Ini menyebabkan ekonomi Indonesia masih ditutup" ujarnya seperti dikutip Kontan di Jakarta, belum lama ini. 

Semakin lama pembatasan aktivitas ekonomi terjadi, menurut dia, semakin berat pula beban usaha yang ditanggung. Misalnya saja, tagihan menjadi macet dan kenaikan beban utang. Melihat kondisi ini, Janson memproyeksikan IHSG pasca libur Lebaran rentan akan koreksi. Sehingga, jika pergerakan IHSG tembus level support di 4.440, maka IHSG bisa menguji kembali level rendah di level 4.100 hingga 4.250.

Sebaliknya, analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony lebih optimistis melihat pergerakan IHSG usai libur Lebaran. Menurut Chris, sentimen positif dari global mampu mendorong pergerakan IHSG. Misal, pelonggaran lockdown di beberapa negara dan harga komoditas yang menguat. Kendati  IHSG berpotensi terkerek setelah Lebaran, Chris mengingatkan pelaku pasar agar tetap mencermati sentimen-sentimen yang mungkin berpengaruh selama bursa libur. Di antaranya, tensi global antara AS dan China yang meningkat, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), update mengenai Covid-19, dan pergerakan harga komoditas seperti minyak dan emas.

Asal tahu saja, pada 31 Mei 2019, IHSG berada di level 6.209,12. Sementara perdagangan hari pertama setelah libur Lebaran yakni 10 Juni 2019, IHSG terkerek 80,49 poin atau 1,29% ke level 6.289,61. Selama satu pekan setelahnya, IHSG masih tercatat menguat 0,66% ke level 6.250,27 di penutupan perdagangan 14 Juni 2019. Berbeda dengan tahun lalu, IHSG justru diperkirakan terkoreksi setelah libur Lebaran tahun ini. Salah satu sentimen pemberat adanya pandemi Covid-19.

Sementara posisi IHSG pada perdagangan Rabu (20/5) atau jelang libur lebaran ditutup melemah 2,7 poin atau 0,06% ke posisi 4.545,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,07 poin atau 0,16% menjadi 672,14.”Sepertinya sentimen dari perkembangan antibodi Covid-19 sudah mulai memudar," kata analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama.

Di sisi lain, lanjut Nafan, data makroekonomi domestik maupun data makroekonomi global masih belum memberikan dampak positif yang signifikan bagi pasar, termasuk data defisit neraca transaksi berjalan (CAD) yang membaik di kuartal I-2020. Defisit transaksi berjalan pada kuartal I-2020 menurun, dipengaruhi oleh penurunan impor sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik. Defisit transaksi berjalan tercatat sebesar US$ 3,9 miliar (1,4% dari PDB), jauh lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,1 miliar dolar AS (2,8% dari PDB).

Secara sektoral, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor konsumer turun paling dalam yaitu minus 2,59%, diikuti sektor properti dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,96% dan minus 1,82%. Sedangkan tiga sektor meningkat dimana sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 2,23%, diikuti sektor industri dasar dan sektor aneka industri masing-masing 1,34% dan 1,39%.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp81,71 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 468.981 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,21 miliar lembar saham senilai Rp40,42 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 212 saham menurun, dan 174 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 161,7 poin atau 0,79% ke 20.595,15, indeks Hang Seng menguat 11,82 poin atau 0,05% menjadi 24.388,13, dan indeks Straits Times melemah 15,22 poin atau 0,59% ke 2.566,11. bani

BERITA TERKAIT

DINILAI MEMBEBANI BIAYA MASYARAKAT - Anggota DPR Soroti Dugaan Komersialisasi Rapid Test

Jakarta-Anggota DPR-RI mempertanyakan aturan rapid test bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan utamanya menuju Jakarta. Pasalnya,  ada dugaan komersialisasi rapid…

Ada Syarat Teknis Kesehatan Hewan untuk Kurban

NERACA Jakarta - Dalam Upaya penjaminan kesehatan, keamanan, dan kelayakan daging kurban pada pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha…

KONDISI PERTUMBUHAN KUARTAL II-2020 - Menkeu: Ekonomi Dunia Diprediksi Merosot Tajam

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia merosot tajam pada kuartal II-2020. Bahkan hal tersebut juga akan…

BERITA LAINNYA DI Berita Utama

DINILAI MEMBEBANI BIAYA MASYARAKAT - Anggota DPR Soroti Dugaan Komersialisasi Rapid Test

Jakarta-Anggota DPR-RI mempertanyakan aturan rapid test bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan utamanya menuju Jakarta. Pasalnya,  ada dugaan komersialisasi rapid…

Ada Syarat Teknis Kesehatan Hewan untuk Kurban

NERACA Jakarta - Dalam Upaya penjaminan kesehatan, keamanan, dan kelayakan daging kurban pada pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha…

KONDISI PERTUMBUHAN KUARTAL II-2020 - Menkeu: Ekonomi Dunia Diprediksi Merosot Tajam

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia merosot tajam pada kuartal II-2020. Bahkan hal tersebut juga akan…