Gajah Tunggal Cetak Laba Rp 269,10 Miliar

NERACA

Jakarta - Dahulu buntung, sekarang  untung adalah gambaran tepat terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Pasalnya, emiten produsen ban ini berhasil membukukan laba sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 269,10 miliar atau berbalik dibandingkan tahun sebelumnya mencatatkan rugi Rp 74,55 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, keuntungan tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan penjualan GJTL yang mencapai Rp15,93 triliun, naik 3,84% dibandingkan penjualan tahun lalu yang sebesar Rp15,34 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 17% di antaranya merupakan penjualan kepada pihak berelasi. Adapun mayoritas transksi kepada pihak berelasi tersebut dilakukan dengan GITI Global Trading Pte. Ltd.

Pada pos liabilitas, perseroan juga berhasil menekan utangnya hingga 8,78% menjadi Rp12,62 triliun dibandingkan dengan liabilitas tahun lalu yang sebesar Rp13,83 triliun. Liablitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp5,42 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp7,19 triliun. Sementara itu, aset perseroan tercatat menyusut. Per akhir 2019, GJTL tercatat memiliki aset sebesar Rp18,85 triliun, menyusut 4,34% dari yang semula Rp19,71 triliun, terdiri atas aset lancar Rp8,09 triliun dan aset tidak lancar Rp10,75 triliun.

Dari total aset tersebut, perseroan memiliki kas setara kas akhir tahun sebesar Rp635,18 miliar. Jumlah ini 5,12% lebih sedikit dibandingkan kas setara kas akhir tahun sebelumya yang sebesar Rp671,41 miliar. Tahun ini, perseroan membidik penjualan tumbuh hingga 10% seiring dengan proyeksi bisnis penjualan ban yang akan lebih baik.

Sugeng Rahardjo, Presiden Direktur Gajah Tunggal seperti dikutip bisnis pernah bilang, tahun ini volume penjualan ban perseroan akan lebih meningkat dibandingkan dengan penjualan perseroan sepanjang tahun lalu. Oleh karena itu, untuk sales ditargetkan pertumbuhan 5%–10%. Maka untuk mendongkrak penjualan, perseroan melakukan inisiatif dengan memasuki dunia digital guna mendukung penjualan yang selama ini dilakukan melalui diler-diler.

Sugeng mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut telah dijajaki perseroan sepanjang tahun lalu. Rencananya, perseroan bakal meluncurkan aplikasi untuk penjualan ban pada kuartal II/2020.”Tahun ini diluncurkan dan investasinya tidak cukup besar lah kira-kira US$2 juta,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pasar penjualan ban ekspor, GJTL bakal memperluas penetrasi penjualannya ke beberapa negara-negara baru. Sugeng mengatakan bahwa pada tahun ini perseroan akan memasuki pasar penjualan ban untuk daerah Africa dan negara-negara di Pasific.

BERITA TERKAIT

Catatkan Kinerja Apik - Premi Asuransi Jiwa Generali Tumbuh 10%

Di kuartal pertama 2020, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih menorehkan kinerja keuangan yang apik di tengah pandemi Covid-19.…

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Catatkan Kinerja Apik - Premi Asuransi Jiwa Generali Tumbuh 10%

Di kuartal pertama 2020, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih menorehkan kinerja keuangan yang apik di tengah pandemi Covid-19.…

Dua Tahun Berkarya - PT Adhi Commuter Properti Buktikan Prestasi Cemerlang

Dua tahun berkiprah di bidang properti, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP)…

Kinerja Properti Masih Optimis - Tiga Perusahaan Properti Bakal Listing Tahun Ini

Keyakinan pasar properti masih berpeluang tumbuh di tengah pandemi, mendorong para pelaku pasar properti untuk listing atau mencatatkan sahamnya di…