BNP Paribas AM dan Citibank Salurkan Bansos dari Reksadana

 

 

NERACA

 

Jakarta - PT. BNP Paribas Asset Management (PT. BNP Paribas AM) dan Citi Indonesia (Citibank), mengumumkan penyaluran dana sosial dari Reksa Dana Indeks BNP Paribas IDX30 Filantropi, salah satu Reksa Dana dengan tema investasi berkelanjutan (Socially Responsible Investment atau SRI) yang dikelola oleh PT. BNP Paribas AM, yang ditujukan untuk membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. 

 

Dana sosial sebesar masing-masing Rp 250 juta disalurkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan UNICEF Indonesia guna mendukung upaya organisasi-organisasi tersebut dalam menangani dampak penyebaran COVID-19 dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), program pendidikan kesehatan, sanitasi, perlindungan dan pendidikan untuk anak-anak, serta pelayanan kesehatan darurat. 

 

Direktur PT. BNP Paribas AM, Maya Kamdani, mengatakan penyaluran dana sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap situasi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini dan bagian dari fokus kami terhadap investasi bertema SRI di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan visi PT. BNP Paribas AM dan Citi Indonesia untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. 

 

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi menambahkan reksa dana ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Citi untuk memberikan dampak yang bermakna serta positif bagi masyarakat di wilayah dimana kami beroperasi. "Dengan memperhatikan pilar kemanusiaan, sosial budaya, pendidikan, literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi, serta dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, kami memutuskan untuk memprioritaskan aspek kemanusiaan guna membantu Indonesia mengatasi keadaan yang menantang saat ini," katanya, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Rabu (20/5). 

 

Diluncurkan secara eksklusif melalui Citi Indonesia sejak tanggal 1 Maret 2019, BNP Paribas IDX30 Filantropi adalah Reksa Dana dengan tema investasi berkelanjutan (SRI) keempat yang dikelola oleh PT. BNP Paribas AM. Penyaluran donasi ini dilakukan bersama-sama antara PT. BNP Paribas AM dan Citi Indonesia dengan mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19 terhadap masyarakat, proses seleksi dan wawancara yang menyeluruh atas kualitas dan pelaksanaan program, serta manfaat yang diberikan oleh organisasi-organisasi yang terpilih tersebut terhadap masyarakat. 

 

“Dengan konteks pandemi saat ini, kami percaya bahwa penggabungan investasi berkelanjutan dan kontribusi sosial ke dalam solusi investasi menjadi semakin penting untuk menunjukkan bagaimana industri keuangan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat,” kata Maya. 

 

PT BNP Paribas AM adalah bagian dari BNP Paribas Group dimana di Indonesia, BNP Paribas Group juga telah menyalurkan donasi sekitar Rp 6 miliar dalam rangka bantuan darurat terkait pandemi COVID-19 di Indonesia antara lain berupa 2 mesin uji PCR (polymerase chain reaction) untuk RSUP Persahabatan dan RSUD Cengkareng, guna mendukung tes COVID-19 yang lebih luas untuk masyarakat. 

 

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para petugas kesehatan yang tanpa henti telah membantu negara dan masyarakat dalam menangani pandemi ini, BNP Paribas Group juga menyediakan penginapan dan tempat istirahat untuk 200 petugas kesehatan RSUD Cengkareng and RSPI Sulianti Saroso.

BERITA TERKAIT

Kejagung Diminta Periksa Pejabat Pengawas Pasar Modal OJK

    NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Otoritas Jasa Keuangan…

Kasus Jiwasraya Disebut Sebagai Kejahatan Pasar Modal

    NERACA   Jakarta - Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS), Prof. Dr. Anthony Budiawan menilai kasus PT…

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Kejagung Diminta Periksa Pejabat Pengawas Pasar Modal OJK

    NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Otoritas Jasa Keuangan…

Kasus Jiwasraya Disebut Sebagai Kejahatan Pasar Modal

    NERACA   Jakarta - Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS), Prof. Dr. Anthony Budiawan menilai kasus PT…

Bank Dunia Kucurkan Rp3,75 Triliun untuk Atasi Covid19 di Indonesia

    NERACA Jakarta – Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan 250 juta dolar AS atau sekitar Rp3,75 triliun…